
Aksan memberi kode kepada Dahlan agar mengurus Karisa. Dahlan segera pergi menghampiri Karisa. langkah Dahlan mulai pelan melihat sosok laki-laki yang tidak asing baginya. namun pria itu mengunakan makser.
Matanya seperti tidak asing bagiku. gumam Dahlan seraya melajukan langkah kakinya.
Aksan merasa kasian kepada Gea yang pakaiannya basah, " Kamu gak papa²" tanya Aksan. Gea menganguk tanda iya dia baik² saja. " Aksan aku mau pulang aja" pinta Gea. " Oke aku antar kamu, tapi pakai jas ini agar kamu tidak kedinginan" ujar Aksan Seraya membuka jasnya lalu iya pake in kepada Gea.
" Aku bisa sendiri ko" ujar Gea. Gea mengambilnya lalu iya pakai sendiri jas nya " Terimakasih" ujar Gea. Aksan menganguk. lalu mereka keluar dari restoran itu.
Dahlan mencengkram erat lengan Karisa, " Nona jika anda masih sayang dengan tangan anda, sebaiknya anda tidak menggangu Nona Gea, kalau tidak, siap-siap anda akan kehilangan tangan sebelah kanan anda. ancam Dahlan serius.
Karisa masih shock di tambah lagi ancaman dari Dahlan pria dingin dan sadis.
Dahlan menyeret Karisa keluar restoran dari arah samping, Dahlan meninggalkannya disana sendiri.
...*******...
Di tempat lainnya.
Di perjalanan ingin pulang Bara mendapatkan pesan. lalu iya menepikan dulu mobilnya. setelah baca pesan tersebut iya segera memutarkan mobilnya langsung pergi kesebuah tempat.
Di kediaman Pak Ripan, paman Gea.
Pak Ripan langsung melemparkannya beberapa maps coklat ke seorang Pria yang sedang berdiri kaku dan takut akan kemarahan Pak Ripan bos-nya " Dasar Bodo!!,, dengan di ancam seperti itu kou malah memberikan sertifikat rumah itu sama tuh orang!!. Pria itu gemetar dan takut, " Maaf tuan, tapi orang itu bukan orang biasa!. ucap Pria itu.
Pak Ripan benar-benar kesal, " Aku ingin tau siapa dia yang sudah berani ikut campur dalam urusan ku ini. ucap pak Ripan. " Pak Rey tuan orang kepercayaannya keluarga Baras. mendengar nama Baras di sebut pak Ripan mengepalkan tangannya.
" Kurang ajar, dia belum tau aku siapa" ucapnya sambil mengeratkan rahangnya.
...********...
Di perjalanan menuju pulang.
Gea berpikir soal kejadian tadi, suasana hening tidak ada pembicaraan.
Aku bingung dengan sikap Karisa, iya bilang mau ambil Bara, lalu tadi dia ngatain aku prakor..Gea bertanya di hatinya.
" Mm , apa kamu baik² saja " tanya Aksan. Gea menoleh ke arahnya. " Iya aku gak apa-apa, aku masih kepikiran saja, kalau emang benar kamu dan Karisa putus, kenapa tadi dia bersikap seperti itu, dan dia itu salah paham, bukan aku penyebab kalian pisah kan?" tanya Gea.
Sebenarnya iya Ge, tapi kalau aku berkata jujur kamu pasti jauhin aku, susah² bisa dekat dengan kamu, aku tidak akan biarkan Karisa merusaknya. gumam Aksan.
" Tentu tidak, sebelum aku kenal dengan kamu, hubungan kami memang tidak baik, dianya masih tidak terima kalau ada wanita dekat denganku!. ucap Aksan bohong.
" Kamu pernah lihat gak aku di tv, atau baca di majalah gosip misalnya, itu kenyataannya Ge. ujarnya lagi. Gea juga baru Ingat. " Iya aku ingat. jawab Gea.
Jadi itu kebenarannya, demi Karisa tuan. Gea tidak ingin memikirkan nya lagi.
Tidak terasa sampai dirumah.
Aksan segera turun dan langsung membukakan pintu mobilnya untuk Gea. " Terimakasih, makan malamnya, kamu hati-hati" ucap Gea. Aksan hanya tersenyum tipis dan melambaikan tangannya.
" Kamu masuk lebih dulu, biar akunya pulang kamu sudah aman. ucap Aksan perhatian. Gea merasa tersanjung dengan sikap baiknya Aksan.
Gea masuk kedalam rumah. Aksan segera naik ke mobilnya, di depannya ada cahaya lampu menyala ke arahnya. " Jauhin dia!. tiba-tiba Bara berkata seperti itu sama Aksan.
" Siapa?, Gea atau Karisa?" tanya Aksan. Bara lalu diam.. " Risa, kalau kamu sakiti dia lagi Maka aku akan buat hidupmu hancur. ancam Bara
Aksan senang, mendengarnya. " Udah dari dulu Gua jauhin dia, dianya aja yang cinta mati sama Gua, makanya dia tidak bisa jauh-jauh dari Gua. ucap Aksan membuat Bara kesal. " Bruk " bogem mentah di pipi Aksan.
" Itu balasannya sudah menampar Risa!!, Dasar laki-laki tidak bertanggung jawab!!" ucap Bara seraya mengangkat kemejanya Aksan.
Aksan hanya diam, " Apa maksud mu, aku nampar Risa??, bertanggung jawab, kamu gila, kamu pikir aku tidak waras. tanya Aksan.
" Pukul jika itu membuatmu puas!. kata Aksan. Aksan memegangi ujung bibirnya yang luka.
Bara melepaskan tangan dari pakaian Aksan. " Cinta memang membuat siapa saja menjadi tidak waras, harusnya kamu lebih mengenal wanita seperti apa dia itu!. Aksan segera masuk ke dalam mobilnya dan pergi.
Bara masih menahan amarahnya sambil memikirkan ucapan Aksan. ketika Bara ingin masuk, Bara melihat Gea sedang berdiri mematung dan melihat ke arahnya.
Bara langsung masuk, dan melewati Gea gitu saja, Gea hanya menatap punggung Bara lalu iya menutup pintunya. Gea segera mengganti pakaian yang basah tadi. Bara memperhatikan jas yang di pakainya.
Malam semakin larut, Gea langsung merebahkan tubuhnya ditempat tidur dan memiringkan tubuhnya. Gea menitihkan air matanya kalau ingat kata-kata Bara tadi, iya merasakan sakit hati.lalu iya memejamkan matanya.
Bara yang baru keluar dari kamar mandi mendengar suara bel. lalu iya bergegas turun membukakan pintunya. Ketika pintu itu terbuka Karisa memangis sambil memeluknya erat " Hiks Hiks....hiks" suara tangis Karisa.
__ADS_1
" Bara.. Aksan jahat, dia menyiram ku dengan minuman di depan rekan kerjaku, dan istrimu hanya tersenyum melihat aku di perlakukan seperti itu, bahkan tanganku sakit, karena Aksan cemburu melihat aku dengan laki-laki lain padahal laki-laki itu hanya rekan kerjaku. lirihnya.
Bara hanya diam mendengarkan keluhannya. " Lebih baik kamu mandi agar tidak masuk angin. ucap Bara . Karisa melepaskan pelukannya. " Kamu harus usir wanita itu, kamu tau Aksan membuat puisi untuknya dan kulihat dia sangat senang. ucapnya.
Kenapa dia tidak merespon ku sih. gumam Karisa . " Ya sudah aku ke kamar dulu" ujar Karisa. Bara hanya diam dan melihat ke arah Karisa.
Karisa terseyum senang. Kou akan tau kemarahannya besok wanita kampung. kata Karisa lalu iya mandi.
Bara segera naik kamarnya dan iya melihat wajah Gea begitu tenang. Bara mendekatinya lalu iya duduk di sampingnya. Bara mengangkat tangannya hendak menyentuh wajahnya. namun tangannya menggantung.
Bara mengurungkan niatnya iya langsung berdiri dan tidur di samping Gea.
Paginya Gea bangun matanya melotot ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Gea membalikkan wajahnya ke arah belakang. Tuan. lirihnya.
Gea menatap Bara dengan sedih. Tuan jangan buat hatiku semakin ingin memilikimu, hatimu untuknya bukan untukku. Ge bicara sambil memandanginya.
Bara membuka matanya, Gea terkejut dan langsung memundurkan tubuhnya iya hampir jatuh, untungnya Bara segera menariknya, Gea sudah pasrah kalau tubuhnya akan mengenai lantai, namun perkiraannya salah, Gea tidak jadi jatuh.
" Dasar ceroboh, gimana kalau tulang mu retak, dan tanganmu juga sampai patah!.. ucap Bara lalu menariknya kedalam pelukannya. Deg detak jantung Gea berdegup kencang napasnya berburu.
Bara melepaskan pelukannya, lalu iya bangun dan pergi ke kamar mandi. Gea yang masih bengong hanya melongo melihat Bara pergi.
Gea tersadar dan langsung memegangi dadanya. Apa ini. ucapnya.
Gea melihat ke arah jam, pukul 6 pagi. iya segera membersihkan tempat tidurnya lalu iya memilihkan pakaian untuk Bara.
Setelah itu iya turun ke bawah, Gea membuat sarapan untuknya lalu iya membuat jus.
Bara menuruni tangga dan langsung duduk. Gea yang melihat Bara sudah duduk di kursinya, iya segera menghampirinya.
Gea mengambilkan nasi dan sayur dan ayam kecap,
Bara segera memakannya. " ini enak, aku ingin membawanya ke kantor. ucap Bara menunjuk ayam kecapnya. Gea sangat senang mendengarnya, Syukurlah kalau tuan suka. gumam Gea semangat. selesai makan iya meminum jusnya.
" Apa Karisa belum bangun?" tanyanya kepada Gea. " Seperti nya belum tuan. jawab Gea.Bara segera berdiri dan langsung pergi ke kamar Karisa
Gea melihatnya dengan perasaan sedih, iya segera membereskan piring kotor dan langsung mencucinya.
Mata Gea berkaca-kaca melihat Karisa mencium bibir suaminya. rasanya sakit.. Baru tadi aku merasakan bahagia, sekarang hati ini benar-benar sakit. lirih Gea di dalam hatinya. Gea membalikkan badannya lalu iya pergi lagi ke dapur.
Bara menyudahi ciumannya, " Risa, sudah nanti Gea lihat" kata Bara, padahal Karisa sengaja itu. Kamu salah Bara tadi Gea sudah melihatnya. gumam Karisa licik.
" Aku mau ke kantor, apa kamu perlu sesuatu?" tanya Bara. " Apa aku boleh menyuruhnya" tanya Karisa.
" Tidak, kamu suruh aku saja, Gea sangat repot dengan pekerjaannya." ucap Bara.
Sial, Bara malah menolaknya. gumam Karisa
Karisa mengajak Bara ke arah dapur agar Gea mendengar Bara memperhatikannya. Bara melihat hidung Gea merah. iya melepaskan tangan Karisa. " Hidung mu kenapa?, apa lagi flu. tanyanya. Tuan mau anda apa sebenarnya, tadi anda melukaiku, sekarang anda perhatian kepadaku. Gumam Gea.
Sial, malah dia yang di perhatikan, jelas hidungnya merah pasti hatinya hancur. gumam Karisa sambil bertolak pinggang.
Melihat Karisa senang, api cemburu Gea benar-benar tidak bisa di tahan lagi.
Bara ingin menyentuh hidungnya , namun tampa Bara sangka² Gea mencium Bara, dan mengalungkan tangannya ke leher Bara.
Karisa melotot dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tubuh Bara langsung panas, dan Bara membalas ciumannya juga, namun kali ini rasanya sangat berbeda. Gea melepaskan ciumannya napasnya tersengal. " Maaf tuan, saya hanya ingin menghapus jejak perempuan lain. ujar Gea, sorot matanya ke arah Karisa, lalu Gea pergi ke kamar mandi. Gea memegangi dadanya yang berdegup kencang. tangan satunya memegangi bibirnya.
Bara hanya bengong menatap kepergian Gea, ada yang aneh di hatinya. Karisa menarik tubuh Bara dan menghadapkan ke arahnya. " Aku tidak iklaz.. bibir itu milikku kenapa kamu malah membalasnya dan apa tadi kamu tidak menolaknya sama sekali!! " kata Karisa kesal. ketika Karisa ingin mencium Bara lagi. Bara menghindarinya.
" Cukup Risa, aku mau ke kantor!" tolaknya sambil menjauhkan tubuhnya dari Karisa. Sial, dasar perempuan binal, awas kamu! . gumam Karisa sambil mengepalkan tangannya.
Bara membawa bekal yang sudah di siapkan oleh Gea. lalu iya pergi ke kantor. diperjalanan Bara terseyum sambil memegangi bibirnya. Manis. ucapnya sambil tersenyum.
Gea merasa malu sudah berbuat seperti itu kepada Bara. Iya keluar dari kamar mandi disana ada Karisa. " Dasar kou ini" tangan Karisa hampir mengenai wajah Gea namun Gea tepis.
" Anda tidak ada hak menampar ku!!. Gea menepiskan tangan Karisa. " Auu, sakit bodoh!!' teriak Karisa.
Gea segera pergi meninggalkan Karisa di dapur. Jadi tuan sudah pergi sukur lah. gumam Gea merasa tenang.
Sepertinya Bara mulai menyukainya, lo lihat Gea apa yang bisa aku perbuat. ucapnya sambil tersenyum licik.
Di kamar Gea bercermin. melihat dirinya sendiri dan memegangi bibirnya. pipinya memerah seketika.
__ADS_1
Sampai di kantor.
Bara bertemu dengan Adam, Adam mengernyitkan dahinya..Bara membawa bekal makanan ke kantor untuk pertama kalinya. " Apa itu masakan Gea?, gimana kencan mu kemarin apa terjadi sesuatu ?. tanya Adam. Bara menatapnya namun enggan menjawabnya.
Adam hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, pintu lift terbuka Bara keluar lebih dulu lalu masuk keruangan kerjanya, Adam menyusulnya.
Karisa mundar mandir di bawah, Ku pikir gadis itu lemah, ternyata tidak, apa yang di sukai darinya sampai² seorang Aksan tertarik. ucap Karisa.
Di atas Gea mengecek email. namun belum ada balasan. ponselnya berdering.
Gea segera mengangkat teleponnya.
Gea.. " Iya Halo"
Aksan.. " Lagi apa?, apa sudah sarapan.
Gea.. " Sudah, aku lagi merapikan pakaian ne, kalau kamu.
Aksan.. " Aku belum, apa hari ini bisa ketemu?"
Gea.. " Maaf hari ini tidak bisa, aku sibuk harus bersih ² rumah.
Aksan.. " Aku akan menyuruh seseorang untuk membantu mu.
Gea.. " Tidak apa-apa teman, aku sekarang mulai terbiasa dengan pekerjaan ini.
Mereka berbincang-bincang di telepon. Karisa ingin memberi pelajaran kepada Gea. namun iya mendengar tawa Gea, dan menyebutkan nama Aksan.
Aksan.. jadi dia lagi teleponan sial.. Karisa segera masuk dan langsung menghampiri Gea. " Apa urat malu mu sudah putus suami kerja ini malah telepon dengan pacar orang!!. ucap Karisa.
Aksan mendengar Karisa bicara, langsung mengerutkan keningnya. Kenapa ada Karisa di rumah Gea!!. gumamnya.
Gea segera menutup teleponnya, " Anda ini tidak ada sopan santunnya. kalau masuk ke kamar orang itu di ketuk dulu. ujar Gea. tiba-tiba Karisa menamparnya Plak. rasa panas di pipi Gea menjalar ke kepalanya.
Gea yang hilang kendali menjambak rambutnya lalu iya dorong dan Karisa terlempar ke arah pintu. Keningnya berdarah. Karisa meringis kesakitan. Gea menutup mulutnya terkejut sudah membuat Karisa berdarah." Awas kamu.. lo akan lihat apa yang bisa aku lakukan!!. ancamnya sambil keluar dari kamar dan memegangi keningnya.
Gea yang cemas menuruni tangga mengejar Karisa " Karisa. panggil Gea. Karisa langsung masuk kamar dan menguncinya.
" Karisa, aku minta maaf, biarkan aku mengobati mu, Tolong buka pintunya. ucap Gea. namun Karisa tidak keluar-keluar.
Gea menuggunya di depan pintu kamar. dalam beberapa jam terdengar suara mobil datang. Gea melihatnya. " Tuan" lirihnya.
Bara masuk ke dalam rumah. " Risa mana?" tanyanya hawatir. " Dikamar nya tuan. jawab Gea.
Bara segera menggedor nya, dan pintu itu kebuka, Karisa menangis dan darahnya belum juga iya bersihkan. " Bara lihat ini, aku didorongnya hanya gara-gara aku bilang tidak sepantasnya seorang istri itu ngobrol di telpon dengan pria lain. sedangkan kamu sedang bekerja, dia tidak terima dan langsung mendorong ku. Lirihnya sambil berderai air mata.
Rasain kamu, sebentar lagi kamu akan di usir. gumam Karisa sambil memeluk Bara.
Bara mengeratkan rahangnya dan langsung melihat ke arah Gea. " Apa benar kou tadi sedang teleponan??" tanyanya. Gea mengangguk. "Apa benar Risa mengingatkan mu??. Gea mengangguk.
" Apa kou langsung mendorong Karisa??. Gea menggelengkan kepalanya.. Gea menceritakan semuanya pada Bara. Bara menatap wajah Gea dan menatap matanya.
Lalu iya melihat Karisa dan matanya. " Udah Bara usir aja dia, aku bisa masakin kamu yang jauh lebih enak dari dia. ucap Karisa.
Bara terdiam, Gea hanya bisa pasrah kalau sampai harus keluar dari rumah itu.
" Ayo Bara usir dia nuggu apa lagi" rengek Karisa.
" Kamu yang harus keluar dari rumah ini bukan Gea. ujar Bara membuat Karisa dan Gea terkejut mendengarnya. " Bara kamu gak percaya sama aku dia itu wanita" Karisa bicara sambil ingin menamparnya lagi.
"Cukup Risa!!, lebih baik kamu pergi dari rumahku. aku tidak ingin kamu tinggal disini lagi. kata Bara sambil meraih tangan Karisa yang hampir saja menampar Gea.
Gea melotot tidak percaya. Karisa seperti di tampar mendengar Bara mengusirnya lagi.
"Kenapa jadi aku yang di usir??, jelas-jelas dia yang salah, dia jalan sama pria lain Bara!!. kata Karisa penuh emosi.
" Cukup Risa, apa bedanya dengan aku, aku malah lebih menyakiti hatinya sudah membawa wanita lain kerumah kami!!. aku tau kamu sudah bohong Risa . ucap Bara. seraya melihat Gea
Gea merasa terharu mendengar Bara bicara seperti itu.
...*********...
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1