
Karisa merasa kesal melihat Aksan dan Gea pergi. Ia menuruni tangga melewati Bara yang lagi duduk, rambutnya masih basah tampa ia sisir terlebih dahulu.
" Sa, " Bara menghentikan Karisa yang ingin pergi. Karisa diam sebentar, berniat untuk membuat Gea sakit hati malah dirinya yang sakit hati.
" Kamu bisa gak sih Bar, nahan dia untuk tidak pergi sama Aksan??”.
" Maksudnya?".. Karisa menatap Bara.
" Kamu memang tidak peka Bar, kamu tidak akan pernah mengerti perasaan wanita!, karena kamu bukan Aksan!" Karisa langsung pergi tampa pamit sama Bara. Bara jadi kesal ia menendang meja di depannya dan langsung pecah.
Kakinya berdarah pecahan kacanya mengenai kulit kakinya. Lila merasa takut melihatnya.
" Tuan, anda tidak apa-apa?" Lila merasa cemas karena darahnya terus keluar. Bara tidak menjawabnya ia langsung ke atas dengan keadaan marah.
~~
Gea dan Aksan memutuskan untuk pulang.
Di jalan, Gea tidak banyak bicara masih mendengarkan Aksan yang cerita. Sampai dirumah Aksan mengantarkan Gea masuk ke dalam.
" Nona, tuan muda belum makan, beliau tadi bertengkar dengan nona Karisa dan kaki tuan berdarah". Gea langsung naik ke atas ke kamar Bara, ia tidak mengetuk pintunya dulu langsung main masuk saja. Aksan langsung terkejut melihat Gea begitu hawatir sama Bara.
" Tuan, anda tidak apa-apa?" Luka itu tidak dalam hanya kecil, darahnya sudah mulai mengering. Bara yang lagi tiduran tidak menjawabnya. Gea langsung ambil kotak obat lalu mengobati luka Bara.
__ADS_1
Bara masih diam hanya memperhatikan Gea yang sangat hawatir kepadanya.
" Apa benar saya tidak peka dan tidak mengerti perasaan wanita?" Gea melihatnya.
"Anda sangat baik tuan, anda juga peka dan anda" Tiba-tiba Bara memeluk Gea. Aksan di depan pintu kamar Bara merasa sakit hati melihatnya.
" Tuan?" Bara tetap memeluk Gea. Gea merasa nyaman dan terlindungi. Aksan memutuskan untuk pergi dari rumah Bara.
Bara melepaskan pelukannya. " Maaf" Ujarnya. Gea hanya mengangguk lalu pergi ke bawah.
Ya tuhan Aksan, Gea segera kedepan dan mencari Aksan sudah tidak ada lagi di rumah Bara. Ia segera menghubungi Aksan.
~~ Halo?. >Aksan
~~ Saya di jalan, maaf tadi tidak pamit sama kamu dulu soalnya saya ada kerjaan dadakan.> Aksan
~~ Ya udah kamu hati-hati?.> Gea
~~ Iya Thanks ya Ge.> Aksan
~~ Sama-sama.> Gea.
Gea langsung ke dapur untuk mengambil makanan untuk Bara. Sedangkan Aksan merasa sedih dan hatinya hancur melihat sikap Gea begitu perhatian sama Bara.
__ADS_1
Gea ke kamar Bara membawa makanan, ia menyuapi Bara seperti pasien sakit. Bara menatapnya. Suasana jadi hening keduanya tidak bicara apa-apa.
Keesokannya..
Gea sudah menyiapkan semuanya dari pakaian hingga sepatu. Bara merasa hidupnya seperti anak kecil yang selalu di perhatikan.
" Tuan sarapan dulu" Ajak Gea sembari menarik kursi untuk Bara.
" Terimakasih" Bara langsung duduk.
" Ngomong² hari ini kamu mau kemana?". Gea mengehentikan makannya.
" Saya, belum ada rencana tuan".
Bara tidak bertanya lagi ya makan dengan lahap. Adam sudah datang ia menuggu Bara sambil baca berita di koran.
" Nanti malam siap-siap kita jalan" Kata Bara sambil jalan pergi. Gea langsung diam dan melihatnya.
Aneh, dia tidak nanya dulu apa aku mau atau tidak. Gumam Gea lalu ia meneruskan makannya.
Sampai di kantor Bara terkejut melihat Aksan sudah menunggunya di lobby kantornya.
Bersambung jika suka tolong bantu like terimakasih
__ADS_1