
Bara masuk keruangan rawat inap. Melihat Gea sedang memejamkan matanya. Bara menghampirinya lebih dekat . Bara ingin menyentuh wajahnya ketika tangannya hampir menyentuhnya mata Gea terbuka. " Tuan anda mau apa?" Lirihnya. Bara kaget lalu menarik lagi tangannya. " Tidak.. aku pikir kamu tidak bernapas". jawabnya lalu iya duduk di sofa.
Tidak lama ponselnya bunyi tanda pesan masuk. Bara membuka pesan. Matanya terbuka lebar. " Sial!!, sudah aku duga!. Ucapnya. Gea mendengarnya.
Tidak lama pintu itu kebuka. Aksan dan Dahlan segera masuk, Bara melihatnya. " Ai, kamu tidak apa-apa kan?, aku dengar dari Staf keamanan kamu pingsan, apa ada yang luka!. Tanya Aksan cemas seraya mengelus rambut Gea. Gea merasa lega Aksan tidak marah lagi kepadanya. " Tidak Ai, aku Baik² saja, Ai kamu jangan salah paham!. Gea ingin menjelaskan kepada Aksan soal Bara yang ada di ruangannya. Namun jari telunjuk Aksan menghentikan ucapannya. " Aku percaya kepadamu!. potong Aksan.
Bara melihatnya tidak senang. Aksan melihat ke arah Bara " Terimakasih sudah menolongnya dan tolong tinggalkan kami Berdua!. pinta Aksan. Bara tidak bergeming. " Aku akan pergi kalau Gea yang minta!. Jawab Bara membuat Aksan kesal. Aksan langsung menghampirinya dan mencengkeram kemeja Bara. Aksan hendak memukulnya namun Gea menghentikannya. " Ai jangan!. teriaknya. Aksan tidak jadi memukul Bara. " Tuan tolong pergi aku mohon!. pinta Gea. Mendengar Gea yang memintanya Bara langsung melepaskan tangan Aksan darinya dan membenarkan pakaiannya.
" Kamu dengar kan, karena dia yang memintaku maka aku akan pergi!. ucap Bara sambil melihat kearah Aksan. " Aku balik, cepat sembuh yah!. ucap Bara lalu iya keluar dari kamarnya. Bara langsung pergi meninggalkan rumah sakit,
Aksan mengepalkan tangannya. Gea melihatnya " Ai sini temani aku" pinta Gea. Aksan langsung tersenyum dan segera menghampiri Gea.
Sebelum ke kantor Bara menemui seseorang. Bara sengaja tidak memberitahunya. Dari kejauhan Bara melihat mobil yang tidak asing baginya. Bara hanya tersenyum sinis. Bara menghentikan mobilnya dari rumah yang ingin iya kunjungi . Perlahan iya mendekati rumah itu.
Perlahan Bara mulai mendekati pintu namun Bara terkejut dan langsung menghentikan langkahnya Ketika mendengar. " Sayang, aku senang banget akhirnya rumah itu jadi milikku!. gak sia-sia aku udah melenyapkannya!. Mendengar itu Bara merasa sakit dan marah. " Lalu apa yang akan kamu berikan kepada ku!. ucap pria di dalam rumah. " Tentu aku akan memberikan ini. Ucap karisa kepada pria itu. Bara membuka pintunya sedikit dan melihatnya langsung jijik.
Bara mengusap wajahnya dan langsung pergi meninggalkan rumah itu. Bara mengambil ponselnya di saku dan menghubungi seseorang.
" Halo sayang" Karisa
" Kamu dimana sa?" Bara
__ADS_1
" Aku.. " Karisa
" Kamu ngapain?, lagi olahraga?" Bara. Mendengar suara karisa naik turun.
" Iya. ko kamu tau?" Karisa
" Aku tunggu dirumah malam ini" Bara
" Oke sayang" karisa.
Bara mengeratkan rahangnya merasa kesal. "Lihat Risa!!, akan aku balas kalian berdua!!. ucapnya langsung menancapkan gas mobilnya dan pergi.
Jam menunjukkan pukul 7 malam bel berbunyi Bara segera membukakan pintunya.
Bara berusaha untuk tenang. " Aku ingin mengajukannya kepengadilan, dan ingin segera menikahi mu!. Karisa langsung beringsut mendekati Bara langsung memeluknya. " Akhirnya hari yang ku tunggu-tunggu tiba juga, oke besok pagi surat itu sudah ada di sini. aku balik dulu ya sayang!. ucap Karisa sembari mencium pipi Bara dan terlihat senang .
Setelah Karisa keluar rumah. Bara segera mengusap pipinya dengan tangan " Cieh!!, dasar ******!!. Bara segera mengunci pintunya lalu iya pergi ke kamar merebahkan tubuhnya sembari melihat ponselnya.
Aksan masih dirumah sakit menjaga Gea. " Ai, aku ingin pulang besok, aku gak betah disini. pinta Gea. " Iya sayang kamu sabar yah besok kita pasti pulang!. jawab Aksan sembari mencium tangannya. " Ai, kamu mau gak minggu depan kita menikah?" ucap Aksan tiba-tiba. Mendengar Aksan melamarnya Gea terkejut. Gea tidak langsung menjawabnya. " Kalau kamu belum siap gak apa-apa ko aku akan menunggu kamu!. ujar Aksan sedih. Gea memegangi tangan Aksan. " Siapa bilang belum siap!. aku mau jadi istri kamu ko!. jawab Gea. Aksan langsung menghabur memeluknya. " Terimakasih sayang!. ucap Aksan senang. Dahlan melihatnya senang iya tidak jadi masuk melihat bosnya sedang memeluk Gea.
...********...
__ADS_1
Paginya. Bara membuka matanya dan langsung melihat ke arah jam dinding. Bara segera membersihkan tubuhnya. Tidak lama Bel rumahnya bunyi. Bara sudah menduganya dan langsung turun ke bawah. " Hai calon suami!. Ujar karisa senang, ditangannya iya membawa maps coklat. lalu iya berikan kepada Bara. " Segera kamu urus yah, karena aku sudah tidak sabar ingin jadi istri kamu sayang!. ujarnya seraya mencubit hidung mancungnya Bara.. " Oke, aku proses secepatnya" jawab Bara sambil tersenyum licik.
" Sebentar lagi aku akan jadi nyonya Bara. ha-ha-ha" Karisa senang sekali, ini yang di tunggu-tunggunya, Karisa lalu pergi.
Di mobil. Bara melihat surat yang sudah di tandatangani nya dulu, Bara tersenyum senang. " Aku akan memberi kejutan yang tidak akan pernah iya lupakan dalam hidupnya. Bara tersenyum jahat.
Di perjalanan menuju pulang. Gea dan Aksan mampir dulu ke butik langganannya Aksan " Kita mau kemana Ai?" tanya Gea penasaran. Aksan tidak menjawabnya. Gea dan Aksan masuk. Seseorang menghampirinya. " Selamat datang tuan muda, ada yang bisa saya bantu?. Sapa desainer. " Saya ingin fitting baju pengantin untuk saya, dan calon istri!. jawab Aksan seraya melihat ke arah Gea.
Gea melongo mendengarnya. " Selamat ya tuan muda, Nona!. ucap desainer seraya mengulurkan tangannya.
Cukup lama Aksan dan Gea memilih warna pakaian yang akan di gunakan untuk pernikahan mereka, Akhirnya mereka sepakat memilih warna hijau. Setelah itu mereka pergi ke restoran untuk makan. " Ai aku pamit ke belakang dulu yah " Ujar Gea pamit. Aksan hanya mengangguk seraya melihat menu.
Tidak lama seseorang datang melihat Aksan sendiri langsung menghampirinya. " Aksan " Sapa Karisa. Aksan mendengus kesal melihat Karisa ada di hadapannya. " Mau apa lagi kamu!. tanya Aksan ketus. " Kamu ko jahat sih sama aku, aku hanya ingin mengajak kamu makan siang bersama!. jawab Karisa. " Kamu tidak lihat minuman ini ada dua?," ucap Aksan menujuk dua gelas di atas meja " Memangnya kenapa, aku gak peduli. ucap Karisa.
Dari kejauhan Gea melihat dan mendengarnya. Gea memperlambat langkahnya. " Ayo lah Aksan sebelum aku menikah aku ingin kita jalan dulu!. ajak Karisa sembari ingin menyentuh tangan Aksan. Namun Aksan segera menarik tangannya. " Dasar perempuan gak bener sempat-sempatnya dia ngajak aku kencan di saat dia mau menikah!?. Batin Aksan.
" Jadi mereka mau nikah!. Batin Gea. Gea menghampirinya dan langsung duduk. " Sayang maaf lama!. saut Gea dan langsung duduk di samping kiri Aksan. " Gak apa- ko yang". jawab Aksan " O, ada Karisa sedang ada disini?" tanya Gea basa-basi. Raut wajah Karisa langsung berubah jadi kesal. " Kebetulan aku mau makan siang dan lihat Aksan jadi aku samperin deh!. Jawab Karisa. " O, gituh. ucap Gea.
Karisa memanggil pelayan. " Ada yang bisa sayang bantu Nona?. tanya pelayan sopan. " Aku ingin pesan sandwich telor nya setengah matang dan sayuran banyakin. kata Karisa. " Kalau anda tuan ,dan nona nya?" tanya pelayan. " Kalau Aksan dia tidak suka yang pedes, dia suka asin dan manis. Jawab Karisa mewakili Aksan. Gea langsung diam. Karisa senang, iya merasa telah menang. Aksan melihat raut wajah Gea sedih .
" Hmmm, aku akan makan asalkan calon istriku ini yang memesannya". Kata Aksan sambil memegangi tangan Gea. Gea langsung tersenyum lebar. Karisa mendengus kesal mendengarnya. " Saya ingin nasi goreng pedas dan yang satu jangan terlalu pedas yah". ucap Gea kepada pelayan. " Sayang aku juga mau nasi goreng seperti kamu pedes!. saut Aksan. " Tapi kan kamu tidak suka pedes Aksan!. kata Karisa. " Itu dulu masa lalu!, sekarang aku akan makan apa yang dimakan sama Diana!. Jawab Aksan.
__ADS_1
**********
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE 🤗🤗 terimakasih