Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 32


__ADS_3

Benar saja hujan turun cukup deras Gea menatap air hujan di depannya. Mereka berteduh di bawah poho besar. Awalnya mereka tidak kena air hujan lama kelamaan airnya mulai membasahi pohon dan mereka pun basah.


Gea menggosok tangannya agar tidak kedinginan dia berusaha banyak gerak agar tidak terasa dinginnya.


Di sampingnya Bara hanya meniup tangannya dan hal yang sama dia lakukan seperti Gea.


" Tuan, kalau hujannya deras seperti ini yang ada kita bakal basah". Ujar Gea sambil menutup kepalanya dengan tangan. Untuk ke tempat yang aman cukup jauh dari tempat mereka berteduh.


" Gimana kalau kita main hujan-hujan nan?". Usul Gea sambil menatap ke arah Bara.


" Tidak!, saya tidak mau!". Jawab Bara langsung. Gea mendelik. Sepertinya ini bakal seru. Gea keluar dari pohon lalu ia melebarkan keduanya tangannya dan menatap ke atas langit.


Bara memperhatikannya dari bawah poho. Sebenarnya Gea ingin mengeluarkan unek-unek nya. Dengan cara seperti itu hatinya merasa lega. Di bawah air hujan Gea bisa menangis dan teriak.


Bara menatap wajahnya, dari mata Gea keluar air mata. Bara menyadarinya kalau Gea melakukan itu pasti karena dirinya yang tadi keceplosan bicara.


Apa aku sudah keterlaluan tadi. Batin Bara. Merasa lega Gea tidak melihat lagi ke atas langit. Dia langsung main air hujan seperti anak kecil.

__ADS_1


Hujannya mulai reda namun masih gerimis tidak sebesar seperti tadi. Bara keluar dari bawah poho, lalu menghampiri Gea yang masih diam mematung di bawa air hujan.


" Hei, ayo pulang, bibirmu mulai membiru" Ujar Bara. Gea memang kedinginan tapi dia tahan. Gea mengangguk sambil jalan di belakang Bara. Memeluk tubuhnya sendiri menahan giginya agar tidak bergetar. Bara merasa kasian melihatnya.


Bara memegangi tangan Gea sambil jalan bersampingan.


" Kamu kedinginan?". Tanyanya. Gea menggelengkan kepalanya. Perempuan ini masih tidak mau ngaku dasar Batu. Batin Bara.


Sampai di hotel Gea langsung mandi dengan air hangat, sedangkan Bara menuggu gantian di luar. Tubuh Gea merasa segar sambil keluar kamar mandi, di meja sudah ada susu hangat.


" Susunya di minum, selagi hangat!". Ujar Bara seraya jalan ke kamar mandi.


" Hmmmm" Jawab Bara sembari masuk ke kamar mandi. Gea tersenyum lebar sambil meminum susunya.


Di restoran...


Karisa bersikap manis kepada Aksan. Dia ingin semua orang tau kalau dirinya dan Aksan benar-benar pacaran.

__ADS_1


" Aku mau kamu suapi aku?". Pinta Karisa sembari tersenyum manis kepada Aksan.


" Sa, kenapa kamu jadi manja sih!". Ucap Aksan kesal.


" Aku kan pacar mu yang!". Jawab Karisa.


" Iya tapi kan, itu hanya!". Kata-katanya terhenti melihat pelayanan sedang menghampiri mereka.


" Permisi tuan, nona, apa boleh saya minta foto kalian berdua, istri saya sangat menyukai kalian berdua". Pintanya. Karisa langsung berdiri dan segera pindah di dekat Aksan.


" Boleh donk". Ujar Karisa. Aksan terpaksa harus bersikap seperti bahagia. Mereka tersenyum senang di foto.


" Terimakasih nona, tuan, semoga hubungan kalian langgeng!'. Doa pelayanan restoran.


Aksan hanya diam, Karisa tersenyum lebar sambil duduk kembali ke kursinya.


" Sampai dimana tadi, aku lupa, kamu mau bicara apa yang?. Aksan sudah tidak bisa pura-pura lagi. Dia mulai kesal lalu segera berdiri dan pergi. Karisa melongo melihat Aksan yang tiba-tiba keluar dari restoran. Hatinya langsung kesal.

__ADS_1


Ia pun langsung menyusul Aksan keluar. Matanya kebuka lebar karena Aksan meninggalkan dia sendiri di restoran.


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih.


__ADS_2