
Sampai di kantor polisi Karisa menutup dirinya dengan masker dan kacamata. Karisa di bawa kesebuah ruangan yang kecil dan sempit. " Apa yang tuan Bara katakan itu benar nona, kalau anda terlibat soal kasusnya nona Gea. tanya Pak polisi.
Karisa berusaha tenang, " Tidak" jawabnya. " Lalu Kenapa tuan Bara bisa mendapatkan rekaman suara anda??" Karisa masih terlihat tenang. Namun di hatinya Karisa ketakutan. " Saya gak tau pak!. waktu itu saya sedang tidak sadar, saya di bawah obat yang pria itu berikan kepada saya!. Jawab Karisa.
" Lalu bukti ini!. tanyanya lagi. Tubuhnya mulai gemetar melihat bukti itu. " Pak, itu saya di bawah tekanan dan saya harus bicara soal itu, lagi pula pak, tuan Bara itu pasti dendam kepada saya yang dulu pernah saya tinggalkan gituh saja. dia mencoba fitnah saya. bapak dengar sendiri kan kalau Gea masih hidup. Jawab Karisa.
Polisi sudah mencatat pernyataannya Karisa dan merekamnya. " Oke Nona, jika nanti kami butuh informasi lainnya saya harap anda bisa bekerjasama dengan kami. Ucap pak polisi. Karisa setuju dan iya bisa bernapas lega mendengarnya.
5 jam kemudian Karisa keluar. Mia segera memberikan jaket dan maskernya. Mereka lalu meninggalkan kantor polisi. " Semoga polisi tidak menemukan orang suruhan ku!. Batin Karisa.
Kebencian Karisa makin bertambah kepada Gea dan juga Bara, " Aku akan balas kamu Bara!!. Karisa menghubungi seseorang.
" Mau apa lagi kamu hubungi saya!?.. Pak Rey
" Udah sayang jangan marah-marah terus gimana kalau kita kerja sama. Karisa.
" Tut.... tut....telepon pun terputus. Karisa makin kesal dibuatnya. " Kurang ajar!!..Ucap Karisa kesal sambil mengepalkan tangannya.
****
" Kalau kamu tidak balik lagi ke rumah Aksan, lalu kamu kemana Gea?. Gumam Bara. Bara masih berusaha mencari Gea. Bara menahan rasa kantuknya
Ponselnya berdering. Bara menepikan mobilnya kepinggir. Iya segera mengangkatnya teleponnya.
" Halo". Bara
" Tuan, nona Karisa tidak di tahan, iya masih bebas, alibinya kuat tuan!. Detektif swasta.
" Oke pending dulu soal itu!. saya ingin kamu mencari istri saya sampai dapat!. Bara.
" Baik, tuan muda" Detektif
Bara menutup telponnya. " Sebaiknya aku lanjutkan besok. ucap Bara. Bara memutuskan untuk pulang kerumah.
Keesokan harinya..
Aksan sudah bersiap pergi. Iya hendak menemui Gea dulu sebelum Iya pergi ke kantornya. " Pagi. Sapa Gea di depan pintu kamarnya.
" Pagi My love" Sapa balik Aksan. Gea meraih tangannya " Kamu mau ajak aku kemana?" Tanya Aksan.
Aksan langsung melihat ke arah meja makan disana sudah ada makanan banyak. " Apa ini?" ujarnya sambil melihat ke Gea. " Nona yang masak tuan muda" Saut asistennya. Aksan langsung ingin mencicipinya iya pun langsung duduk. Gea mengambilkan makanan untuk Aksan.
Dalam waktu sekejap makanan di piringnya langsung habis. " Pelan-pelan makannya Ai. ucap Gea. Aksan hanya tersenyum sambil menikmati makanannya.
Tidak lama Dahlan datang dan membawa maps di tangannya. Dahlan berdiri tidak jauh dari mereka. Gea melihatnya " Dahlan ayo sarapan bersama ini enak lo!. Ajak Gea. Dahlan baru saja ingin menghampiri Gea namun tatapan mata Aksan begitu menakutkan membuat Dahlan menghentikan langkahnya. " Terimakasih Nona, saya baru saja sarapan!. Jawab Dahlan bohong padahal ingin sekali iya mencicipinya.
Aksan langsung tersenyum lebar iya pun melanjutkan sarapannya.
" Tuan, padahal saya ingin sekali mencobanya!. Batin Dahlan.
Setelah selesai sarapan Aksan mengajak Dahlan keruang kerjanya. " Itu apa?" tanyanya. " Ini tuan barang bukti soal perselingkuhan tuan Bara, jadi nona dengan mudah mengajukan permohonan perceraian itu. Kalau boleh saya kasih saran, sebaiknya nona sementara ini pindah rumah tuan, kalau sampai ada yang tau soal ini maka akan sulit untuk nona. kata Dahlan.
__ADS_1
" Ai, bener yang di bilang Dahlan, sebaiknya aku pindah. saut Gea dari balik pintu.
Aksan langsung berpikir, " Aku gak mau kamu pindah, lebih baik aku yang pindah. jawab Aksan. " Ai untuk kali ini percaya sama aku!. aku bisa tinggal sementara dengan Sarah. bujuk Gea.
" Oke ada syarat khusus untuk kamu, kalau mau kemana-mana kamu harus laporan. gimana!. Kata Aksan.
" Siap tuan muda!" ucapnya sambil membungkuk. Aksan dibuatnya gemas oleh Gea. Ingin sekali Aksan menerkamnya namun iya masih bisa menahannya.
\*\*\*\*\*\*
Di perjalanan menuju ke kantor ponsel Bara berbunyi.
" Halo".. Bara
" Tuan saya sudah menemukan nona Gea. beliau ada dirumah kediaman tuan Aksan. sepertinya Nona Gea akan mengajukan permohonan perceraian hari ini!, dan asistennya tuan Aksan sudah mengumpulkan informasi soal anda dan nona Karisa. detektif itu menjelaskan semuanya yang dia ketahui.
Bara masih mendengarkan perkataan deteksi itu.
" Apa yang harus saya lakukan agar perceraian ini batal!. Bara
" Kita ketemu di cafe jam makan siang nanti. Bara
" Baik, tuan!. Detektif.
Bara menutup telponnya langsung. " O, dia balik kerumah Aksan.. Aku tau pasti Aksan sudah mencuci otaknya, Gea gadis penurut dia tidak pernah marah kepadaku! walaupun aku sering menyakiti hatinya. Batinnya.
\*\*\*\*
Gea menemui Sarah di kosannya. Iya menuggu cukup lama di depan kos-kosannya.
" Gea jadi kamu masih hidup!. Ucap Sarah sembari memeluknya. Gea membalasnya pelukannya.
" Iya, panjang ceritanya!. jawab Gea.
__ADS_1
Dahlan segera meninggalkan Gea dirumah Sarah lalu iya menuju ke kantornya Aksan.
Sarah mengajaknya untuk masuk, " Cerita Ge, apa yang terjadi. tanya Sarah.
Gea menceritakan semuanya dan niatnya menemui Sarah. " Aku setuju kalau kamu ajukan perceraiannya itu!, lebih baik kamu dengan Aksan!. Kata Sarah.
" Kamu mau minum apa?, apa kamu mau makan?" tanyanya. Gea menggelengkan kepalanya. " Sarah, terimakasih. Ujar Gea lirih.
" Kamu ini kaya kesiapa aja!. Jawab Sarah. Mereka lalu bercerita tentang hidupnya masing-masing.
\*\*\*\*\*\*\*
Di kantor Aksan.
Aksan melihat Dahlan datang, " Gimana Gea apa dia aman?" tanya Aksan cemas.
" Tentu tuan, saya sudah memastikan kalau nona aman, dan saya sudah
menaruh seseorang disana untuk menjaganya. jawab Dahlan.
" Apa orang itu pria??.. tanya Aksan kesal. " Iya tuan!. jawab Dahlan. " Apa dia tampan?" tanyanya lagi. " Jangan bilang anda cemburu tuan!. Batin Dahlan.
" Tidak tuan, saya sudah menyuruhnya untuk tidak dekat-dekat dengan Nona. Ucap Dahlan. Aksan langsung diam.
" Tuan muda pengacara ingin bicara dengan anda!. Ucap Dahlan seraya memberikan ponselnya.
" Iya Halo" Aksan.
" Tuan, sementara ini anda harus jaga jarak dulu dengan nona Gea sebelum keputusan cerai!. Pengacara
" Siapa kamu beraninya ngatur-ngatur!!. Aksan.
" Maaf sebelumnya tuan. tapi kalau anda tetap menemuinya kemungkinan besar nona dan tuan Bara tidak bisa bercerai. Pengacara.
Pengacara itu menjelaskan semuanya kepada Aksan panjang lebar.
Aksan memberikan ponselnya ke Dahlan. " Gimana aku bisa jauh darinya lan!!. ujarnya kesal. " Tuan ini hanya sementara!. jawab Dahlan. " Ah, percuma bicara sama kamu yang tidak pernah jatuh cinta!!. ujar aksan.
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗