Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 72


__ADS_3

Gea dan Aksan meninggalkan mereka berdua yang sedang bengong di depan butik.


" Maaf nona tuan apa kalian hanya akan terus berdiri saja?" tanya pelayan butik tersebut. Sarah dan Dahlan segera sadar, wajah Sarah merah merona karena menahan malu. Mereka lalu masuk sama-sama.


Dahlan terseyum senang melihatnya. Ketika Sarah dan Dahlan masuk melihat Gea sedang mengunakan gaun sangat cantik. dan juga Aksan berdiri didepannya. " Kalian terlihat sempurna yang satu cantik, dan satunya tampan!. puji desainernya.


" Gea bukan hanya cantik fisiknya tapi hatinya juga baik" puji Sarah. Gea melihat ke arah Sarah. " Udah cukup saling pandangnya, hampir 20 menit lo" Ejek Gea.


Sarah dan Dahlan saling melihat, mereka segera pergi ke posisinya masing-masing.


********


Di apartemen....


Jena yang sedang asik nonton flm romantis tiba-tiba mendengar suara ketukan pintu kencang. Matanya kebuka lebar mendengarnya. Jena buru-buru ke arah pintu dan segera membukanya. " Siapa. sih!!. Hampir aja Jena mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. " Ayah?. Jena kaget melihat ayahnya datang tiba-tiba dan melihat raut wajahnya menyeramkan dari biasanya.

__ADS_1


" Dasar anak tidak tau diri!!!. Jena kaget mendapati ayahnya menampar pipinya dengan keras dan wajahnya terasa panas. Jena memegangi pipinya, hatinya sakit diperlakukan seperti itu sama ayah kandungnya. " Aku salah apa ayah" Dengan setengah menangis Jena berusaha bertanya. " Salahmu apa?!!, masih ingin tau salahmu apa hah!!. Pak Ripan benar-benar emosional.


Pak Ripan segera menutup pintunya takut ada orang yang mendengar percakapannya. Jena di seret masuk. " Dasar anak tidak berguna!!, pantas aja dari dulu kamu selalu kalah dalam hal apapun sama Gea!!. Mendengar dirinya di bandingkan sama Gea hati Jena makin sakit.


" Cukup ayah!!, ayah kenapa sih, datang² main asal tampar aku, dan sekarang ayah merendahkan aku bahkan ayah bandingkan aku lagi dengan Gea!!. Pak Ripan mengangkat tangannya tinggi dan mendaratkan di pipinya lagi. Satu tamparan lagi di pipinya lagi. Jena tidak bisa lagi menahan amarahnya. Jena bangkit dan hampir teriak mengusir ayahnya, namun Pak Ripan memutarkan suaranya yang sedang bongkar aip ayahnya.


" Ini yang bikin saya marah!!, apa kamu punya otak sebelum bicara tuh di cerna dulu!!. Jena langsung melongo, memutar otaknya berusaha mengingat-ingat kembali. " Kamu tau karena suara ini ayah harus mengembalikan semua hartanya sama anak sialan itu!!. dalam 3 hari ini kalau ayah tidak mengembalikan maka aya akan di penjara. Nadanya suaranya mulai pelan.


Jena masih diam sambil memegangi pipinya, dia baru ingat kalau dia bicara itu kepada pacarnya saja!. " Apa dia penghianat!!. gumam Jena kesal.


Pak Ripan duduk lemas di sofa nya ambil memegangi kepalanya dan menundukkan wajahnya. Yang tadinya Jena emosi mulai simpatik sama ayahnya, gara-gara dirinyalah ayahnya harus menyerahkan hartanya itu. " Maaf yah" Ujarnya lirih. " Terlambat, kita akan jatuh miskin, perusahaan ayah akan ganti pemiliknya..


" Ayah aku ada ide!. Jena membisikkan sesuatu kepadanya. Pak Ripan langsung melihat kearah putrinya.


" Gimana?, apa ayah setuju?". Tanya Jena, Jena melupakan rasa panas di pipi akibat tamparan ayahnya tadi. " Ini salahku, aku harus menerimanya. Batin Sarah menahan sakit di pipinya.

__ADS_1


Pak Ripan memeluknya. " Ayah minta maaf tadi menampar mu!. Mendengar ayahnya minta maaf Jena Langsung luluh lagi hatinya. " Iya ayah gak apa-apa, Ayah aku harus menemui seseorang!, ayah disini dulu!. " Tapi nak pipimu merah?" Jena memegangi tangan ayahnya yang sedang di pipinya, Jena menggenggamnya lalu menggenggamnya. " Ini akan hilang dengan sendirinya, nanti aku kompres pake air dingin yah, aku janji sama ayah, kita akan baik-baik saja!. Kata-kata Jena membuatnya ayahnya merasa tenang.


Jena segera ke dapur dan mengompres pipinya, setelah reda, Jena meraih tasnya dan keluar apartemen, Jena berusaha menghubungi pacarnya namun teleponnya tiba-tiba gak aktif. " Awas kamu Dafa!?. ujarnya sembari pokus mengemudi.


Jena bertanya kepada teman-temannya dan sodarinya, namun keberadaannya tidak ditemukan!. Jena mulai emosi dan menghubungi seseorang.


" Yah Nona".. Orang asing.


" Ada kerjaan bagus untuk mu!. Jena.


Jena menceritakan panjang lebar kepada orang asing itu!.


Jena segera menutup teleponnya lalu melajukan lagi mencari pacarnya.


******

__ADS_1


Di butik..


Gea terlihat anggun dan cantik!. Aksan sampai tidak menurunkan pandangan terus menerus ke arahnya. " Apa ini cocok untu


__ADS_2