
Gea merasa sedih melihat Bara tidak sadarkan diri didepan matanya. ” Tuan, tuan, sadarlah saya mohon!. Gea berusaha untuk membangunkan Bara namun tidak ada tanda-tanda Bara bangun.
Gea berusaha melepaskan talinya dari tangannya, namun tangannya malah sakit dan lecet. " Anda sudah menolong saya tuan!.. lirihnya. Gea menitihkan air matanya.
Karisa melihat ke arah belakang hatinya merasa aneh melihat Bara tergeletak begitu, " kepalanya mengeluarkan darah, apa dia baik-baik aja” Batin Karisa.. Karisa merasa cemas dengan Bara. " Sayang ayo pergi sebelum ada yang curiga kepada kita ” Pak Rey menarik tangannya.
Sepanjang jalan Karisa masih saja diam kepikiran gimana keadaan Bara. Melihat Pak Rey hendak membuang ponsel Bara Karisa segera mengambilnya "Ponsel Bara biar aku yang membuangnya nanti” pinta Karisa. Pak Rey terdiam melihat ponselnya direbut. Karisa segera memasukkan ponselnya ke dalam tas.
" Apa ini, kenapa aku kepikiran dengan Bara terus” Gumam karisa.
Mereka meninggalkan tempat itu dengan menggunakan mobil Bara.
” Aku perhatikan dari tadi kenapa kamu diam terus?” Pak Rey membuyarkan lamunannya. Karisa melihat ke arahnya ” Tidak, hanya saja setiap aku ingin membunuh wanita itu dia selalu selamat, dulu Aksan sekarang Bara!. Jawabnya.
” Kalau kamu mau aku bisa aja menyuruh anak buah ku untuk menghabisi sekarang juga!. Karisa melotot mendengarnya " Benar juga apa yang di bilang Rey, tapi siapa yang akan merawat Bara. Gumam Karisa. " Tidak perlu sekarang! aku ingin lihat dia besok. Karisa menghentikan gerakan Pak Rey yang hendak menghubungi anak buahnya.
" Oke kalau itu mau mu sayang”.
Paginya..
__ADS_1
Gea membuka matanya dan melihat cahaya. Pria itu membuka pintu. Ia hanya memberikan minum dan roti bekasnya lalu keluar lagi. Gea melihat Bara masih dengan posisinya. ” Tuan bangun, tuan ” panggilnya lirih. Kali ini Bara bergerak tubuhnya mulai bergeser Bara mendengar suara Gea memanggilnya.
Perlahan Bara membuka matanya. Bara melihat wajah Gea sembab habis menangis. Bara mengerakkan tangannya ke arah Gea. tubuhnya masih belum bergerak. ” Tuan, bangun saya mohon!. Bara berusaha mengeratkan tubuhnya perlahan ia bangun. ” Gea" Suaranya terdengar pelan. Gea masih menangis gak tega melihatnya.
Tiba-tiba Pria suruhan Karisa masuk. Gea gemetar melihatnya takut menyakiti Bara lagi. Melihat Pria itu mendekati Bara Gea segera bicara " Pak saya ingin buang air ” Mendengar Gea ingin buang air pria itu tidak jadi mendekati Bara. Pria itu melepaskan rantai di kakinya . Bara mendengarnya namun tubuhnya masih belum bisa digerakkan.
” Jangan coba-coba kabur!!, kalau sampai kabur maka aku akan langsung membunuhmu !!. Ancamnya. Gea hanya mengangguk padahal Gea hanya mengalihkan pria itu agar tidak mendekati Bara. ” Semoga tuan tidak bergerak dulu!. Gumam di hatinya.
Rencana Gea berhasil pria itu tidak jadi mendekatinya, ” Saya janji tidak akan kabur, ijinkan saya merawatnya pak, saya mohon!..Gea memohon kepada pria itu sampai dia berlutut. " Jika dia pulih aku siap dipasung lagi!. Gea berlutut dihadapannya. Pria itu berpikir sebentar. ” Sana!! " Pria itu lalu pergi. Gea segera menghampiri Bara.
” Tuan" Gea segera bantu Bara dan memiringkan kepalanya. Gea memegangi kepadanya ada darah mengering di bagian belakang kepala Bara. " Tuan, anda harus kuat!. Gea menguatkan Bara agar bisa tahan dengan rasa sakitnya. Bara tersenyum senang melihat Gea masih mencemaskan nya.
Gea mengambil minum lalu ia memberikan kepada Bara. ” Tuan harus kuat!, Gea terus menyemangati Bara. Gea menyuapinya. " Saya lebih memilih sakit seperti ini ketimbang sehat.. karena saya bisa dekat dengan kamu seperti ini, dari pada saya sehat jauh dari kamu !. Mendengar Bara bicara seperti itu Gea makin sedih.
Gea menutup mulutnya dengan jari. ” Tuan harus sehat, tuan harus tetap hidup!. Gea yang ta tahan menangis lagi. Bara merasa lemah di hadapannya. Bara berusaha untuk bangkit dan berhasil langsung memeluknya. Gea hanya diam membekuk. Terdengar suara tangisnya. Gea hanya diam.
” Tuan kenapa anda bisa ketempat ini?" Bara melepaskan pelukannya. Bara menatap wajahnya mata mereka bertemu. Gea cepat-cepat mengalihkan pandangannya ia terbawa suasana. Gea beringsut menjaga jarak dengan Bara. ” Aku sudah tunangan, dan mau menikah” batinnya. Bara mengerti posisinya. ” Saya tidak sengaja kemarin melihat Karisa dijalan dan saya mengikutinya sampai kesini!..
” Apa kamu tau siapa pria yang memukul ku dari belakang?” Bara masih merasakan sakit di kepalanya. ” Pak Rey tuan, dia dibalik ini semua!. Mendengar nama Pak Rey darah Bara membara. ” Dia itu bukan hanya penghianat tapi dia seorang iblis!!. Bara mengepalkan tangannya.
__ADS_1
” Tuan apa anda tau kita di sekap dimana?” Bara mengangguk. " Kita di tengah-tengah hutan, agak jauh dari jalan raya, tapi aku meninggalkan mobil di pinggir sana. Bara baru ingat dan mencoba mencarinya di sakunya tapi gak ada. " Pak Rey sudah mengambilnya tuan, dan juga ponsel anda!. Bara melongo mendengarnya.
” Kita harus keluar dari sini Gea, sebelum iblis itu kembali ketempat ini!. Pinta Bara. ” Tapi gimana dengan luka anda tuan?" Gea masih menghawatirkan kondisinya. ” Kamu tenang aja aku kuat, kamu harus keluar dari sini, 2 hari lagi kamu akan menikah!. Gea menuduhkan kepalanya. ” Anda masih memikirkan itu tuan padahal anda sedang terluka. batin Gea.
” Gimana caranya nya tuan?" Bara membisikkan sesuatu ke kupingnya, Gea hanya mengangguk. ” Ini kesempatan kita, jika ini gagal, kita ambil cara kedua kamu harus tetap keluar jangan pedulikan saya, kamu janji!. Pinta Bara. Gea mulai berkaca-kaca. ” Aku ingin anda juga selamat tuan!. lirihnya. Bara memegangi wajah Gea. ” Jika saya tiada, tidak ada satu orang pun yang akan merasa kehilangan saya Gea.. maka dari itu kamu harus tetap hidup, seseorang sudah menunggu mu. Gea makin sedih mendengarnya.
Di tempat lainnya...
Dahlan masih memantau rumah pak Ripan berharap Pak Ripan melakukan kesalahan dan dia bisa membawanya untuk menemui Gea.
Pak polisi mendatangi rumah Aksan untuk mengintrogasi nya lagi.
" Selamat pagi tuan Aksan?. Aksan menyapa balik polisi lalu mempersilahkan untuk masuk ke rumahnya. Mereka lalu duduk di ruang tengah.
” Apa hari ini anda bisa menceritakan kira-kira anda mencurigai siapa tuan?" tanya Pak polisi. Aksan menceritakan semuanya soal pamannya dan juga mantan pacarnya. Polisi mencatat keterangan Aksan. Hampir 1 jam polisi itu pamit.
Polisi itu pergi, Sarah datang kerumah Aksan. " Tuan Aksan, apa ada kabar soal Gea?” Tanyanya. Aksan menggelengkan kepalanya. ” Aku ingin pergi mencarinya!. Aksan ingin naik ke mobil. ” Tuan apa saya boleh ikut?” Pinta Sarah. Aksan mengangguk.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1