Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 8


__ADS_3

Melihat wajah Bara yang judes Gea merasa takut, Gea memilih untuk minta maaf.


"Tuan maafkan saya, saya akan berusaha lagi untuk mencari perhatian tuan Aksan, saya janji". Gea memohon.


” Oke, saya beri kamu kesempatan nanti malam, kalau gagal kamu harus bayar dengan uang?". Gea menelan ludahnya merasa takut.


Gea mengangguk tanda setuju, Ia keluar dari ruangannya lalu pergi ke kantin disana ia makan sendiri. Gea membuka sosial media dan mencari nama Aksan Sjuman matanya terbuka lebar followers nya banyak sekali.


Gea mengikutinya lalu ia melihat foto²nya, Gea melihat ada foto perempuan yang sangat cantik yang sedang duduk di tengah di sampingnya ada Bara dan juga Aksan.


Siapa wanita ini dia ini cantik sekali. Gumamnya. Di fotonya tertera namanya.


Karisa nama yang tidak asing. Gea melihat sosial medianya. Ternyata dia seorang model juga.


Gea terus melihat fotonya dan memberikan love di postingan Aksan, ia juga mengikutinya.


Tidak di sangka² Aksan memfollow dirinya juga. Wow kebetulan sekali. Gea merasa senang.


Gea langsung DM Aksan.


( Terimakasih tuan Aksan?).


( Sama-sama nona Gea). Gea sangat senang karena Aksan meresponsnya. Gea melihat di ponselnya masih ada foto Rendy, ia menghapus semuanya.


Bagiku kamu masa lalu, semoga kalian bahagia. Gumamnya.


" Hmmm" Gea menoleh.


" Pak Adam?". Gea hendak berdiri.


" Duduk saja, saya gak lama ko" Adam duduk di depannya. Gea duduk kembali ke kursinya.


" Saya melihat anda mengikuti tuan Aksan di sosial media?". Gea mengangguk.


" Nanti malam ada pesta ulang tahun nona Karisa, anda harus terus mendekati tuan Aksan agar tuan Aksan tidak bisa mendekati nona karisa, apa anda bisa melakukan itu?".


” Apa hubungan mereka tuan?" Adam tidak menjawabnya.


" Tugas anda hanya menuruti semua perintah tuan Bara bukan?" Gea tidak bertanya lagi langsung diam.


" Sebaiknya anda ke salon, karena pestanya akan di mulai jam 6 sore ini".


" Tapi saya tidak pegang uang Pak?".


" Mari ikut saya" Adam mengajak Gea pergi dari kantin. Mereka pergi ke butik memilih pakaian yang paling bagus, setelah dari butik Adam mengantar Gea ke salon..


Tidak terasa hari sudah sore, Gea sudah berubah bukan seperti yang dulu lagi.

__ADS_1


Bara membeli cincin untuk Karisa ia segera pergi ke gedung dimana ulang tahun Karisa di rayakan.


Gea bersama Adam segera pergi, Gea dan adam berpisah di depan loby, Gea menuggu Aksan datang disana. Semua mata melihatnya.


Tidak lama seseorang menegurnya.


" Nona Gea anda di sini juga?" Aksan menyapanya. Gea hanya tersenyum kecil, di hatinya merasa malu karena ia harus mendekati pria itu duluan.


" Tuan Aksan, senang melihat anda disini?" Gea pura-pura tidak tau kalau Aksan juga ada di gedung itu.


" Anda sangat cantik nona, apa anda di undang juga sama Karisa?". Gea langsung ingat dan berpikir.


" Apa!, ini pesta ulang taun?, jadi saya di kerjain sama teman, saya tidak mengenal nona Karisa tuan, sepertinya saya salah gedung. Gea berniat untuk pergi.


Ayo tuan tahan saya, saya mohon!. Gea memohon di hatinya sembari pura-pura jalan keluar gedung.


" Nona Gea" Aksan memanggilnya. Gea sangat senang sekali dihatinya.


" Iya?". Gea menoleh ke arahnya. Aksan mendekatinya.


" Gimana kalau anda temani saya saja, apa anda bersedia?”.


Gea pura-pura berpikir.


” Tidak lama ko hanya 1 jam?”.


Memang ini yang saya mau tuan Aksan, terimakasih berkat anda saya tidak jadi bayar hutang.


Adam menyeringai melihat Gea. Tuan tidak salah pilih, nona Gea memang pintar. Batinnya.


Di pesta Gea melihat orang-orangnya berkelas, melihat gaun yang di pakainya pasti mahal-mahal. Melihat Gea bengong Aksan menegurnya.


" Apa anda mau minum nona?" Gea mengangguk. Aksan mengambilkan minuman untuk Gea. Di sebrang sana Bara melihatnya tersenyum senang.


Aksan memberikan minumnya.


" Terimakasih" Gea langsung meneguknya, Matanya melotot lidahnya merasa aneh.


" Ih, gak enak banget minumannya!" Gea tidak sadar nanda bicaranya sangat tinggi. Aksan melihatnya. Gea terseyum ke arah Aksan merasa malu.


" Maafkan saya tuan, memang minuman ini gak enak!”. Aksan malah ketawa kecil.


" Memangnya kamu belum pernah mencoba minuman ini?". Gea menggelengkan kepalanya.


Aksan tertawa lagi merasa gadis didepannya itu sangat lucu.


" Kenapa anda tertawa memangnya ada yang lucu?".

__ADS_1


Aksan lagi-lagi tertawa, suaranya lumayan terdengar oleh Karisa dan juga Bara.


Karisa yang baru keluar dari kamar hotel segera menghampiri Bara.


" Hai Bar?" Karisa menyampa Bara mereka saling berpelukan.


" Selamat ulang tahun" Bara mengucapkan selamat sama Karisa.


" Terimakasih, ngomong² siapa wanita yang bersama Aksan?". Raut wajah Karisa terlihat kesal..


" Oh dia!, " Belum selesai Bara bicara Karisa segera pergi menghampiri Aksan.


Langkah Karisa mulai pelan melihat Aksan tertawa puas dengan Gea. Karisa di bakar api cemburu.


" Aksan!" panggilannya sembari mendekati Aksan. Aksan berhenti tertawanya.


" Risa, selamat ulang tahun" Aksan memberikan selamat.


" Perempuan ******!, ngapain kamu dekat dengan Aksan hah!!". Gea melotot mendengarnya.


" Risa!, kecilkan suaramu itu!". Aksan mencoba menenangkan Karisa. Karisa menepis tangannya.


Bara dan Adam menghampiri Karisa, pestanya belum di mulai.


"Jangan coba-coba kamu merebut pacar aku hah!!". Bara terkejut mendengarnya. Jadi mereka sudah resmi pacaran di belakang ku. Bara merasa sakit hati mendengarnya.


" Cukup Risa!, kamu salah paham". Aksan memegangi tangan Karisa yang hendak menampar Gea .


"Aku selama ini hanya anggap kamu sebagai adik tidak lebih dari itu, dan hanya Bara yang tulus mencintai kamu". Kata-kata Aksan sekaligus membuat Karisa hancur dan kaget


Bara tidak bergeming mengetahui rahasianya sudah di bongkar Aksan. Karisa menghampiri Bara.


" Apa benar yang di katakan Aksan!, jawab!!". Bara masih diam.


" Bara jawab?, itu tidak benar kan??". Karisa terus memaksa agar Bara menjawabnya.


Semua tamu melihatnya. Bara masih mematung. Melihat Bara diam Karisa langsung kesal.


" Kamu kan tau cintaku untuk siapa?". Mendengar penghinaan Karisa emosi Bara memuncak.


” Ya, memang benar aku pernah bilang sama Aksan kalau aku cinta sama kamu, tapi itu hanya bercanda, karena aku sudah menikah dengan Gea!!'.


Semuanya melotot, Gea menjatuhkan tasnya, Aksan dan Adam bengong, rencananya tidak seperti itu. Aksan melihat ke arah Gea. Bara yang marah langsung pergi, Adam mengajak Gea juga pergi dari gedung itu.


Aksan mengela napasnya. Karisa hanya berdiri mematung menatap semua tamu melihat ke arahnya. Karisa meninggalkan pesta ulang tahunnya.


Di jalan Bara tidak bicara apa-apa hanya diam, ia membuang cincin yang tadi dibelinya.

__ADS_1


Gea sangat takut melihat kemaran Bara.


Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih


__ADS_2