
Hampir satu jam Gea mencari maps itu tapi tidak ketemu juga. Di kantor Bara memperhatikan Gea di ponselnya, dia menaruh CCTV di kamarnya. Bara memperhatikan penampilan baru Gea. hatinya kagum namun iya tepis jauh².
Bara tersenyum melihat Gea kelelahan mencari barangnya. Bara sangat menikmatinya melihat pemandangan tersebut. Merasa udah cukup Bara menghubungi Gea.
~~ Iya tuan?. Dengan suara lemas Gea menjawabnya.
~~ Ternyata maps coklatnya udah ketemu di meja saya.
~~ Apa?, kenapa anda baru ngabarin saya tuan. Bara malah menutup teleponnya.
Gea makin kesal di buatnya, ia memaki Bara di telepon. Bara tidak bisa mendengarnya dengan jelas namun ia tau Gea sedang memaki dirinya.
Gea keluar dari kamar Bara, lalu pergi ke kamarnya. Dasar aneh, bisa-bisanya dia baru ngabarin setelah satu jam. Terdengar suara ketukan pintu. Gea membuka pintunya.
" Nona, ada kiriman bunga untuk anda". Ujar Susi.
" Saya?". Gea keluar dan matanya langsung bersinar melihat bunga lili yang sangat indah di depannya.
" Anda tanda tangan di sini nona" Pinta kurirnya. Gea segera tanda tangan lalu melihat siapa yang mengirimnya.
" Aksan" Gea sangat senang lalu membawanya ke deket kolam, dia memandangi bunga itu.
Ponselnya berdering...
__ADS_1
~~ Ya halo?.
~~ Apa kamu suka bunga nya?.
~~ Suka banget, terimakasih.
~~ Sama-sama.
Mereka ngobrol cukup lama di telepon.
Karisa menghubungi Aksan namun kali ini teleponnya sibuk.
" Apa-apaan ini, tadi tidak aktif, sekarang sibuk, ini tidak bisa di diamkan lagi". Karisa langsung bergegas mengambil tas nya dan langsung pergi.
Karisa mencari Aksan di flat nya namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Aksan di sana.
Karisa terus menghubungi Aksan, kali ini teleponnya terhubung. Tidak di angkat juga. Karisa mulai habis kesabarannya. Dia langsung memotret dirinya yang sedang berdiri di balkon flatnya Aksan.
Lalu ia kirim ke Aksan.
Awalnya Aksan malas membuka pesannya, namun ia sangat terkejut melihat pesan ancaman dari Karisa soal keinginannya mau bunuh diri. Aksan cepat-cepat menghubunginya.
Karisa tersenyum dihatinya ia tidak angkat telponnya dia tetap berdiri di pinggir balkon sampai Aksan menemuinya.
__ADS_1
Aksan masih belum bisa menghubungi Karisa. " Sial!!". Umpatnya sembari ke arah mobil Aksan cepat-cepat pergi ke flatnya.
Bara pulang cepat dari kantornya, dia langsung pulang kerumahnya.
Sampai dirumah. Bara melihat banyak bunga lili, dia lalu berpikir. Bunganya kan masih di dalam mobil belum dia keluarin, tapi kenapa di kolam renang banyak sekali bunga lili.
" Susi!'. Panggilnya. Mba Susi langsung menghampiri Bara.
" Iya tuan?".
" Sus, dari mana bunga² itu!".
" Dari tuan Aksan tuan, untuk nona". Wajah Bara langsung berubah seketika.
" Buang bunga itu semuanya, lalu gantikan sama yang saya bawa di dalam mobil". Mba Susi langsung mengangguk dan segera pergi. Bara segera pergi ke kamar Gea
Tampa mengetuk pintunya Bara main masuk saja ke dalam Kamar Gea.
" Ahhhh" Teriaknya Gea. Bara cepat-cepat menutup lagi pintu kamarnya.
Jantung Bara Dag Dig Dug melihat Gea hanya mengunakan handuk tadi. Gea cepat-cepat masuk lagi ke kamar mandi.
Bara mengurungkan niatnya untuk masuk lagi ke kamar Gea. Dia langsung pergi ke kamarnya sembari menenangkan pikirannya.
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗