Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 29


__ADS_3

Aksan menekan tombol bel nya. Susi membukakan pintunya.


" Nona nya ada mbak?”.


" Maaf tuan, nona dan tuan Bara pergi". Aksan mengerutkan keningnya.


" Pergi kemana mbak?".


" Maaf tuan, saya tidak tau". Aksan menghubungi Gea. Nomornya gak aktif lagi.


" Oke mba, saya tunggu di sini saja" Susi mempersilahkan Aksan untuk menuggunya di dalam.


Bara dan Gea sampai du tempat yang mereka datangi Bara langsung mengajak Gea ke hotel.


Di hotel Gea merasa takjub melihat pemandangan diluar teras kamarnya. Ia langsung keluar dan melihat isi kota disana. Indahnya. Gumam Gea senang.


Bara langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur ia merasa capek dan ingin tidur.


Sebelum tidur Bara memesan beberapa makanan untuk Gea dan dirinya.


Staf hotel datang dan mengantarkan makanan ke kamar mereka. Bara menaruhnya di meja.


Gea melihat Bara sibuk segera membantunya.


" Tuan, jalan-jalan yu?". Gea memberanikan diri ngajak Bara jalan.


" Memangnya kamu gak capek". Gea menggelengkan kepalanya.


" Oke, kamu ganti baju sana”.

__ADS_1


Gea sangat senang ia langsung pergi ke kamar mandi untuk ganti pakaian.


Melihat Bara sudah siap mereka keluar hotel sama-sama. Gea terus bertanya sama Bara.


Bara hendak naik mobil, " Tuan, gimana kalau kita jalan kaki?”. Bara terkejut mendengar permintaan Gea.


" Jalan kaki?".


" Iya, agar lebih seru gituh". Bara masih berpikir. Gea langsung menarik tangannya menjauh dari mobil yang disediakan oleh hotel.


Gea berhasil membawa Bara keluar dari hotel..


Baru kali ini Bara jalan kaki jauh. Gea terus bicara sampai-sampai mereka tidak sadar kalau sudah sampai di tujuan. Gea senang melihat laut.


Bahkan aku tidak sadar udah sampai aja di sini. Batin Bara. Gea melihat jetski disana.


" Tuan naik itu yu?".


" Terimakasih tuan". Gea tidak sadar sudah berani memeluknya.


Mereka main jetski disana.


Bara dan Gea teriak lepas mereka terlihat bahagia. Hari semakin larut mereka merasa puas dan senang. Gea dan Bara tidak henti-hentinya tersenyum.


Gea selalu membuatnya tersenyum senang. Bara tidak terpuruk lagi seperti dulu.


Mereka duduk di atas pasir.


Mereka tidurnya di atas pasir sambil menikmati sunset. Bara merasa plong rasanya.

__ADS_1


" Tuan, apa anda sudah tidak sedih?”. Bara melihatnya.


" Memangnya saya kenapa?". Gea tidak bertanya lagi ia takut membuat Bara teringat sama Karisa.


Keduanya sama-sama menikmati pemandangan di depan matanya.


Aksan hampir 4 jam menuggu hari makin larut. Ia menemui Susi di dapur.


" Mbak, apa mereka mengatakan sesuatu kemana mereka mau pergi?”.


" Tidak tuan" Susi berbohong sama Aksan.


" Ini nomor saya, kalau nona pulang tolong kabarin saya ya?". Susi mengangguk.


" Saya pulang dulu" Aksan pamit pulang. Susi mengantarnya sampai depan.


Tidak terasa Gea dan Bara tertidur di sana, hari makin gelap keduanya sama-sama tidur.


Mendengar suara gemuruh ombak Gea ke bangun melihat ke sampingnya.


" Tuan, ayo kita pulang, ini sudah malam”. Gea membangunkan Bara.


Bara segera bangkit melihat langit sudah sangat gelap.


Mereka jalan kaki ke hotel perutnya keroncongan merasa lapar.


" Tuan, apa anda mau coba makanan di sana?”. Unjuk Gea ke seberang jalan.


" Kamu yakin mau makan di sana?”.

__ADS_1


Gea mengangguk sambil memegangi perutnya. Bara langsung meraih tangannya dan nyebrang. Gea tertegun sejenak sambil melihat wajah Bara.



__ADS_2