Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 70


__ADS_3

Gea bangun dari tidurnya Iya membuka jendela kamarnya melihatnya ke luar. Matanya menangkap sosok yang ada dipikirannya. Mata mereka bertemu. " Tuan" Panggilnya lirih. Gea cepat-cepat keluar. Melihat Gea keluar Bara cepat-cepat pergi.


" Ge, ada apa?" tanya Sarah cemas melihat Gea tergesa-gesah keluar rumah. " Kalau aku kasih tau Sarah iya akan ngadu sama Aksan!. Batin Gea. " Tidak apa-apa, tadi aku lihat ada burung jatuh!. Jawab Gea sambil melihat ke arah dimana Bara berdiri.


" O, kupikir kenapa!. Sarah segera masuk lagi ke dalam rumah. Gea penasaran iya melangkahkan kakinya menuju ke arah dimana Bara berdiri tadi. Benar saja Bara masih ada di sana dan pakaiannya terlihat sedikit di balik pohon. " Tuan!. Panggilnya lirih. Bara hendak pergi. " Tuan tunggu!. Gea segera menghampirinya. Bara masih membelakangi Gea. " Tuan pagi-pagi udah disini ngapain!. Tanyanya.


Bara masih berdiri membeku. Gea ingin menyetuhnya tapi iya urungkan. " Tuan, terimakasih anda sudah mempermudah proses perceraian kita!. Posisi Bara masih tetap membelakangi Gea. " Tuan" Gea berjalan dan sekarang ada di hadapannya. Gea melihat Bara seperti kurang tidur dan penampilannya sangat lusuh.


Bara menatapnya juga. " Aku hanya ingin memastikan kalau kamu bahagia!. Bara mulai melangkahkan kakinya pergi. Hati Gea sakit kembali. " Tuan jaga diri anda baik-baik. Bara terus aja jalan tampa menoleh lagi.


" Tuan!. Gea masih berdiri melihat Bara pergi.


******


Dahlan senang melihat pesan yang dikirim orang suruhannya, " Ini kabar baik untuk tuan muda. Gumamnya.


Dahlan segera menemui Aksan.


" Tuan, saya dapat kabar soal si peneror itu!. " Ucap Dahlan. Aksan menghentikan pekerjaannya lalu menatap tajam. " Siapa?" Tanya Aksan. " Jena tuan, anaknya pak Ripan!. Mendengar nama Jena seperti tidak asing di kuping Aksan " Jena, seperti tidak asing" Kata Aksan. " Jena sepupunya nona Gea tuan!.


Aksan terdiam sejenak " Buat dia cerita gimna pun caranya!. Kata Aksan. " Dahlan menganguk lalu pamit pergi.


Dahlan menghubungi orang suruhannya mencari tau soal Jena. Dahlan langsung mendapatkan informasi soal Jena. " Ini bagus malah lebih mudah!. Dahlan segera pergi ke alamat yang di berikan suruhannya.

__ADS_1


Sampai di apartemen Dahlan menuggunya disana. Beberapa jam kemudian Jena terlihat keluar dengan seorang pria.


Dahlan mengikutinya dari belakang, Jena sampai di sebuah restoran disana iya memesan makanan. Dahlan segera menghampiri pelayan dan membisikkan sesuatu.


Jena dan pria itu terlihat bahagia, Pria itu pergi ke toilet Dahlan mengikutinya dan langsung menutup pintu toilet. " Kamu siapa?" Tanya pria itu kaget. " Aku hanya ingin mengajak mu untuk kerja sama?" Ucap Dahlan.


" Aku tidak mau!. Jawab pria itu. Dahlan langsung mengeluarkan sesuatu dari sakunya. " Kamu tau ini?" Dahlan mengeluarkan kunci mobil " Memangnya pekerjaan apa yang harus saya lakukan!. Dahlan tersenyum mengejek. Giliran mobil aja dia langsung mau. Batin Dahlan.


" Sangat mudah!" Dahlan bicara panjang lebar tentang rencananya. Pria itu langsung setuju. " Awas kalau sampai macam-macam hidupmu tidak akan pernah tenang!. Ancam Dahlan serius.


Dahlan segera keluar dari restoran itu dan menuggunya di mobil. Setelah selesai makan, Jena dan pria itu keluar dari restoran. Mereka lalu balik ke apartemennya. Dahlan mengikuti mereka.


Jena dan pria itu masuk ke kamarnya, " Sayang, apa kamu kenal dengan tunangan Aksan?" Tanya Pria itu sembari melihat majalah. " Tumben kamu tanya dia, jangan bilang kamu tertarik dengan Gea!. Jawab Jena. " Tidak aku hanya tanya aja!. kata Pria itu. " Dia itu kaka sepupuku, dulu dia itu dianggap sebagai keberuntungan di keluarga kami, orangtuanya sangat kaya raya, tapi sayang dia harus kehilangan keluarganya. Jena mulai kepancing.


" Apa?, Ko bisa? " Tanya pria lagi. " Bisalah papaku itu hebat, makanya kamu jangan macem-macem sama aku!!, papa sangat bersih mengerjakannya , kamu tau, malam sebelum mereka meninggal, papa membuat suf beracun dan mereka lambat-laun mati kehabisan oksigen. Dari luar tidak terlihat di racun. lalu papa membuat seolah-olah mereka bunuh diri. Jena bicara terlihat santai.


" Dan parahnya lagi, papa bisa mengambil harta Gea dengan mudah memindahkannya. Pria itu terdiam. " itu kamu berkata jujur atau ngarang cerita?" . Jena segera berdiri. " Lihat aku, apa aku sedang bercanda!. Jawab Jena.?


Jena yang tersadar dengan ucapannya tadi cepat-cepat iya mengalihkan membicarannya. " Sayang, lupakan ucapan tadi, ayo kita senang² Jena mengajak pacarnya ke kamar.


******


Sarah memperhatikan Gea dari tadi pagi lebih banyak diamnya tidak biasanya Gea seperti itu. " Ge, kamu kenapa?" Tanya Sarah. Gea masih diam, " Gea kamu dengar gak sih!. Gea tersadar " Ya Sar!. Sarah mendekatinya lalu duduk di sampingnya. " Kalau ada apa-apa lo cerita sama gua!. Gea menatap Sarah " Ini soal tuan Sar!. Gea cerita kejadian tadi pagi.

__ADS_1


Sarah mendengarnya ikutan sedih. Sarah punya ide agar Gea tidak sedih lagi " Gimana kalau hari ini kita jalan-jalan, udah lama kita gak nonton!. ayo lah " Sarah berusaha membujuknya. Gea akhirnya setuju.


Sebelum mereka pergi, Sarah memberi tau Aksan kalau mereka akan pergi .


Gea dan Sarah naik Taksi mereka pergi ke bioskop tepat dulu mereka suka nonton. mereka terlihat bahagia dan senang sambil tertawa-tawa berjalan kaki mengitari mall itu.


Tidak sengaja Sarah dan Gea bertemu dengan Rendi di eskalator. Rendy menatap keduanya. " Gea!. Panggilnya lirih. Sarah membuang mukanya mendengar Rendy hanya menyapa Gea. Gea memegangi tangan Sarah.


Rendy segera menyusul mereka, Gea dan Sarah mempercepat langkahnya agar terhindar dari Rendy mereka ingin sembunyi tapi terlambat karena Rendy meraih tangan Gea mencekramnya dengan erat.


" Rendy lepas sakit!!. Gea berusaha melepaskan tangannya tapi tenaganya kalah dengan Rendi. " Lo gak denger Gea kesakitan!!. Teriak Sarah. " Lo diam wanita licik!" Sarah langsung bungkam mendengar Rendy memakinya.


Gea menamparnya " prakk" Rendy memegangi pipinya langsung. " Pukul!!, pukul lagi Ge, jika itu membuat mu bisa memaafkan aku!. Rendy menatap Gea, dengan suara terengah-engah Rendy bicara lagi sembari melihat ke arah Sarah. " Kenapa kamu jalan dengan wanita ular seperti dia itu!!, dia itu bukan manusia tapi iblis!!. Gea hendak menamparnya lagi. Namun tangannya dihentikan Sarah.


" Kamu siapa!, beraninya menilai sahabat ku ini hah!!. dia memang pernah melakukan kesalahan bukan berarti kamu berhak menghakiminya!!. Gea merasa kesal dengan sikap Rendy kepada Sarah. Gea menepisnya tangannya. Sarah merasa terharu dengan ucapan Gea barusan. " Ayo Sar, tidak penting berlama-lama dengan pria picik seperti dia ini!!. Gea meraih tangan Sarah dan pergi. " Gea," Rendy berusaha mengejarnya lagi.


Rendy menghadang keduanya. " Gea, gua minta maaf!. Gea dan Sarah terdiam. " Ge, kamu bisa maafin Sarah, kenapa ke aku gak. aku mohon maafkan aku!. Gea melihat matanya.


" Saya akan memaafkan, tapi kamu harus lebih dulu minta maaf kepada Sarah!. pinta Gea. Rendy diam tidak menjawab. Gea yang kesal segera ingin pergi. " Tunggu, oke!, gua minta maaf Sarah!. Rendy seperti tidak iklaz mengucapkannya " Ge udahlah" ujar Sarah menghentikan Gea yang hendak bicara lagi. Rendy mendekat lagi. " Aku ingin dengar langsung dari mulutmu, apa kamu memaafkan aku?" Rendy berharap agar Gea memaafkannya. Gea melihat ke arah Sarah. Sarah mengangguk . " Iya, aku maafin kamu!. Jawab Gea.. Rendy terlihat bahagia. " Terimakasih" ujarnya lirih.


" Sebenci itukah kamu Ren" Batin Sarah sedih. Gea dan Sarah hendak pergi. " Kalian mau kemana?" Mendengar pertanyaan Rendy Gea menjawabnya. " Kami mau nonton film" Gea dan Sarah segera jalan. Rendy mengikutinya dari belakang.


******

__ADS_1


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2