Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 51


__ADS_3

Karisa mendatangkan seseorang untuk membantu merias dirinya. Mendengar ramai di bawah Bara segera turun. ada 4 orang yang sedang membantu Karisa bersiap.


Melihat Bara turun kebawah Karisa memberikan isyarat kepada asisten yang membantunya agar pergi. Bara segera mengambil kunci mobilnya. " Kamu mau kemana?. tanya Karisa serius. " Aku mau kerumah papa!. jawab Bara hendak pergi. Karisa langsung menarik tangannya. " Sayang aku ingin kamu temani aku ke pesta ulang tahun malam ini!. pinta Karisa.


" Maaf Sa, aku tidak bisa, sebaiknya kamu ajak Mia. jawab Bara seraya melangkahkan kakinya keluar. Karisa mengejarnya " Bara kalau kamu tidak ikut Aksan akan merasa senang melihat aku sendiri datang. mendengar nama Aksan di sebut. Bara langsung berhenti. " Oke Aku bersiap dulu. jawabnya lalu Bara segera naik ke kamarnya.


Karisa tersenyum manis. Bara² mendengar nama Aksan kamu terlihat panik sekali, aku tau kamu pasti cemburu!. gumam Karisa.


Di tempat lainnya..


Gea di bantu untuk bersiap sama Raras asisten pribadinya. Gea hampir selesai berdandan. Bel berbunyi, Raras pamit dan segera membukakan pintunya. Melihat siapa yang datang. " Tuan muda!. ucap Raras lalu membungkuk. " Apa Nona sudah siap?" tanyanya. Mendengar suara Aksan Gea segera keluar. " Ai" Panggil nya lirihnya.


Aksan langsung tersenyum lebar melihat Gea menghampirinya. " Kamu sangat cantik. puji Aksan. Gea merasa senang dipuji nya." Kamu juga sangat tampan. puji Balik Gea. Aksan mencubit hidungnya." Ayo kita pergi" ajak Aksan iya membuka lengannya agar Gea menggandeng tangannya. Gea langsung memasukan lengannya dan mereka langsung pergi.



Dahlan langsung menatap Gea yang sedang mengandeng Aksan.


Dahlan belum sadar kalau Aksan memperhatikan dirinya Aksan seperti singa yang ingin memangsanya.


Aksan langsung menatapnya dengan tatapan membunuh. Dahlan sadar dan langsung menundukan pandangannya. Ketika ingin membukakan pintu mobilnya Aksan bicara, " Hari ini kou ku ampuni kalau sekali lagi akan ku habisi!!. kata Aksan ketus. Dahlan langsung mengangguk sambil menahan tawanya.


Terserah anda tuan muda. gumamnya sambil menutup pintunya dan segera melajukan mobilnya.


" Ai, sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Gea penasaran. Aksan menggenggam tangan Gea. " Nanti juga kamu tau " Jawab tangan satunya mencubit hidungnya. Apa dia akan marah kalau aku menciumnya. gumam Aksan sambil memegangi wajahnya. " Ai malu ada Dahlan. bisik Gea. Aksan langsung cemberut iya ingin bermesraan dengan Gea. Sabar Aksan sebentar lagi kamu akan memilikinya. gumam di hati Aksan. Dahlan yang tau gelagat Aksan menahan tawanya iya tau bosnya dulu seperti apa terhadap wanita. Nona memang berbeda tidak seperti wanita lainnya yang sangat muda memberikan tubuhnya untuk laki-laki. gumam Dahlan kagum.


Sampai di hotel bintang lima...


" Ai, kamu jangan jauh-jauh dariku yah. pinta Aksan. Gea mengangguk sambil tersenyum mengejek. Aksan ingin sekali mengigit nya terlalu gemas dibuatnya. Mereka melangkahkan kakinya masuk ke gedung tersebut.


" Sayang, aku ingin bicara dulu sama Dahlan kamu disini dulu. kata Aksan sambil tersenyum dan iya melangkahkan kakinya menuju ke Dahlan namun langkahnya merasa berat meninggalkan Gea sendiri di pesta tersebut. Gea melihat Aksan sedang bicara.


Ini pesta siapa mewah sekali. gumam Gea sambil melihat- lihat sekelilingnya. Matanya menangkap sosok pria yang tidak ingin dilihatnya. Bara dan Karisa masuk ke pesta tersebut mereka saling bergandengan tangan.


Gea menghela nafasnya masih terasa sakit dihatinya melihat mereka berdua.


Bara mencarinya, Dari awal masuk iya langsung mencari Gea. Ketika Bara melihat ke arah kiri iya langsung tertuju kepada Gea yang sedang menatapnya juga. "Gea" lirihnya sambil melepaskan tangannya dari Karisa. Karisa sibuk dengan penampilannya dan memperhatikan para tamu lainnya.


Cukup lama mereka saling memandang, Gea buru² membuang mukanya dan langsung melihat ke arah Aksan. Aksan sesekali melihat ke arahnya. Bara mulai melangkahkan kakinya menuju ke Gea. Namun langkah Aksan lebih cepat iya segera membawa Gea menjauhinya.


" Kamu tidak apa-apa Ai. tanya Aksan " Aku baik² aja. jawab Gea jujur seraya memeluknya sebentar.


Aksan melihat ke arah belakang dan iya melihat Bara sedang berdiri mematung. Aksan mulai kesal, selama ini iya selalu menang soal wanita tapi kali ini iya merasa takut Gea di ambilnya.


Apa ini karma, dulu aku sangat mudah mendapatkan wanita, sekarang aku benar-benar tidak ingin kehilangan Gea. gumam Aksan cemas.


Bara melihatnya dari kejauhan.

__ADS_1


" Ai, kamu masuk kesana dulu, ada sesuatu di rambutmu sebaiknya kamu urai iya rambutnya. pinta Aksan. Gea menurutinya dan langsung masuk keruangan tersebut. Aksan meminta Dahlan menjaga pintunya dan iya langsung menemui para tamunya.


Tuan muda, ada terlihat seperti takut Nona akan di ambil seseorang, anda tenang saja tuan, saya pastikan nona tidak akan di ambil siapapun. kata Dahlan sambil melihat Aksan.


Dari jauh Karisa melihat Aksan sedang berbincang-bincang dan iya melihat Aksan sendiri. hatinya sangat senang. Bahkan dia tidak membawa wanitanya, atau dia belum move-on. gumam Karisa seraya menghampirinya.


Karisa menepuk pundak Aksan, Aksan langsung melihatnya. " Hai, lama tidak bertemu aku dengar kamu ada pekerjaan diluar negeri ya?" tanya Karisa. " Ya seperti itu lah" jawab Aksa sambil melihat ke arah Dahlan. " Aku dengar ini ulang tahun Diana apa kamu mengenalnya juga?" tanyanya lagi. Aksan senang Karisa belum tau Diana itu siapa.


Aksan meninggalkan Karisa gituh aja.


Karisa berdecak kesal dirinya dia abaikan Aksan begitu saja.


Terdengar MC berbicara dan langsung menyambut pesta ulang tahun tersebut. " Para tamu yang sudah hadir terimakasih sudah berkenan untuk datang di pesta ulang tahun Diana. sebentar lagi dia akan keluar. kita sambut Diana. ucap MC sambil bertepuk tangan.


Mendengar Nama Diana di panggil Gea tertegun. ponselnya berdering.


Aksan menghubunginya.


Gea .. " Ai apa ini?"


Aksan.. " Apa kamu suka dengan kejutannya?"


Gea.. " Jadi ini pesta ulang tahun untuk aku.


Aksan.. " Ya, kamu cepat keluar"


Gea keluar dari ruangan tersebut. Gea sangat Cantik seperti Putri raja. iya merasa terharu mendapatkan pesta semegah ini dan live di tv. Gea merasa bahagia di istimewa kan oleh seseorang.



Semua mata tertuju kepadanya. Aksan senang melihat Gea tampil sangat cantik. Iya lalu menghampirinya. menggenggam tangannya dan membawanya ke aula. Semua nya bertepuk tangan Aksan mengambil Mic tersebut " Kenalkan ini Diana, kekasihku" ucap Aksan bangga Seraya melihat ke arah Gea. Semuanya terkejut melihat Gea. Karisa hampir menjatuhkan gelas ditangannya.


Kenapa sangat mirip dengan Gea, jadi Aksan sudah memilki pacar Aksan tidak seperti ini kepadaku dulu kenapa dia lebih romantis kepada wanita itu ..gumam Karisa kesal.


Karisa langsung menghampiri Bara dan mendekatinya. " Diana mirip sekali dengan Gea. ucap Karisa kepada Bara. Bara menatapnya dengan tatapan kesal karena Diana dan Aksan jadi pusat perhatian.


Bara tidak menjawabnya iya terus menatap Gea.


Karisa kesal melihat Bara menatapnya terus menerus. Kenapa ulang tahunnya sama dengan Gea. gumam Bara.


Semuanya tepuk tangan dan lagu ulang tahun dinyanyikan oleh Aksan Seraya menatap Gea dengan tatapan kagum. " Selamat ulang tahun princess, di ulang tahun ini..aku ingin mengungkap isi hatiku. mendengar Aksan bicara seperti itu semua tamu iri. Sebagai kagum. Karisa mulai tidak nyaman melihat Aksan begitu romantis kepada Gea.


Sial, dulu Gea sekarang Diana. gumamnya sambil menatap tajam kearahnya Gea. Karisa berusaha mendekati Bara agar iya juga romantis seperti Aksan. Namun Bara hanya diam dengan raut wajah datar dan dingin.


" Ai, Maaf mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hatiku, tapi aku ingin semua orang tau kalau aku benar-benar mencintaimu segenap jiwaku.. Jika dulu cinta pertamamu menoreh luka maka izinkan aku sebagai cinta terakhirmu. dan terakhir kata, maukah kamu menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak-anakku?. ucap Aksan sambil berlutut dihadapan Gea sambil mengeluarkan cincin nya.


Semuanya tertegun melihatnya dan terharu mendengar kalimat yang diucapkan oleh Aksan. Gea ingin menangis namun iya tahan melihat kesungguhan Aksan melamarnya. Gea terdiam, dihatinya masih tersimpan cinta kepada Bara namun iya ingat dimana Aksan sudah menolongnya dan tulus mencintainya.

__ADS_1


Bara merasa sesak melihat Aksan melamar wanita yang mirip istrinya.


Andai kamu disini mungkin aku akan bahagia seperti Aksan saat ini. Bara segera pergi mengambil minuman dan tidak ingin mendengarkan jawaban dari Gea.


Gea melihatnya dari kejauhan, Dahlan nampak takut Gea menolaknya didepan orang banyak. Ayo Nona Terima tuan muda. gumam Dahlan tegang. Aksan langsung lemas melihat Gea tidak menatapnya melainkan menatap yang lain.


Gea menarik napasnya lalu iya menjawab.


" Ya, aku mau. lirihnya. Aksan langsung mengepalkan tangannya dan berkata " Yes" sambil tersenyum bahagia dengan jawaban Gea. lantas Aksan segera berdiri dan langsung memasukkan cincin di jarinya.


Semua tamu bertepuk tangan menyambut kebahagiaan Gea dan Aksan.


Hanya Karisa dan Bara yang terlihat biasa.


" Terimakasih" kata Aksan lalu memeluknya dengan erat


Sehabis memasangkan cincin. Gea dan Aksan diberi ucapan selamat dari para tamu. " Ai apa kamu bahagia?. Mendengar Aksan menanyakan itu Gea langsung menjawabnya " Ya, aku bahagia. jawabnya sambil tersenyum. Aksan memeluknya.


MC berbicara lagi. " Halo, untuk para tamu apa kalian ingin mengucapkan secara langsung ke Diana , yang mau bisa langsung naik ke atas panggung?. Ucap MC tersebut. Tiba-tiba Bara melambaikan tangannya dan semua mata melihatnya.


Karisa melotot melihat Bara ingin mengucapkan langsung kepada wanita yang benar-benar mirip dengan istrinya. Karisa segera mendekatinya namun Bara malah tidak mengajaknya hanya sendiri naik ke atas panggung.


Bara terus menatapnya. Aksan merasa gusar karena Gea mulai resah.


Bara di beri Mic tersebut. " Pertama-tama aku ucapkan selamat ulang tahun Diana. ucap Bara. Mendengar itu Gea terseyum kecil. " Apa aku boleh bertanya?" tanya Bara. Gea terdiam sejenak " Silahkan " jawab Gea masih dengan posisi di samping Aksan.


Dahlan langsung tegang melihat Bara sedang bertanya kepada Gea. " Apa orang tuamu tidak hadir di pesta ulang tahun mu?". Mendengar pertanyaan yang di berikan Bara Gea langsung gugup. jelas orang tuanya tidak ada mereka sudah meninggal.


Kenapa aku melupakannya, Gumam Aksan cemas. Sebelum menjawabnya Gea memainkan tangannya iya takut salah menjawab " Kenapa Nona Diana. apa beliau tidak hadir atau sudah..?" Bara tidak melanjutkan perkataannya Bara ingin membuat Gea ngaku. Wajah Gea terlihat cemas dan bingung. " Hmmm.. orang tuaku..." Ucap Gea menggantung. " Nak, ini papi dan mami mu sudah datang!. tiba-tiba seseorang bicara dari belakang para tamu. Aksan merasa lega mendengarnya. Ini pasti orang suruhan Dahlan. gumam Aksan seraya melihat ke arah Dahlan.


Gea mengkerut kan keningnya. Kedua orang tua bohongan itu langsung naik ke panggung dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Gea.


Bara sedikit kecewa melihatnya. Dia berpikir kalau Diana itu Gea.


" Tuan," Kata Gea. Mendengar suara itu dan memanggilnya dengan sebutan Tuan, Bara langsung melihat ke Gea. Pangilan itu. gumamnya. " Pertanyaan anda sudah di jawab langsung oleh kedua orangtuaku. ucap Gea.


Apa-apaan sih dia nanya yang tidak logis, gumam Karisa kesal. Gea terseyum ke arah Aksan." Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan sedikit puisi. kata Bara kecewa.


Bara mendekatinya perlahan Aksan benar-benar takut Gea akan terpengaruh. "Aku tak akan membiarkan rangkaian cinta ini putus, tak akan pernah aku biarkan sampai kapanpun. tidak akan pernah. kembalilah wahai kekasihku. Di cahaya ini seluruh tubuhku terbakar dan hatiku juga, kembalilah wahai kekasihku. Terdapat jarak dan kesendirian, ada dunia yang memisahkan kita, aku selalu menunggumu kembali. Ujarnya lirih.


Deg detak jantung Gea berdegup kencang merasakan kesedihan hati Bara. Aksan mempererat genggaman tangannya. Gea langsung sadar akan hal itu. " Terima kasih, puisi nya. bukannya anda memiliki tunangan bahkan saya dengar anda akan segera menikah. ucap Aksan kesal. mendengar Bara dan Karisa mau menikah hati Gea sakit kembali. " Tentu, kami akan membuat pesta lebih mewah dari ini iya kan sayang" saut Karisa seraya mengandeng Bara.


Bara masih menatap Gea, " Hai, aku Karisa tunangan Bara" Karisa memperkenalkan dirinya. " Ge.. Diana, aku Diana" jawab Gea gugup hampir keceplosan ngomong. " Selamat ulang tahun sekali lagi" ujar Bara seraya mengulurkan tangannya. Gea menatapnya juga. Aksan mengangguk tanda boleh Gea menerima uluran tangan Bara. " Terimakasih Tuan" ucapnya. Bara tidak melepaskan tangan Gea. Aksan menariknya dan langsung menarik tubuhnya ke dekapannya. " Terimakasih tuan Bara. ucap Aksan dengan tatapan tajam.


********


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2