
Gea nangis sesenggukan. ” Tolong, tolong ” Gea berusaha menangis agar terdengar sampai keluar dan rencananya berhasil. Kedua pria itu segera menghampirinya. ” Ada apa??” Gea masih pura-pura menangis. ” Tuan tidak bergerak sepertinya dia meninggal!” Jawab Gea.
Kedua pria itu mendekati Bara dan memeriksanya. " Sepertinya dia mati” Ucap salah satu temannya. ” Ayo kita buang mayatnya!. Kedua pria itu menaruh pistolnya di bawah. Keduanya hendak mengangkat tubuh Bara Gea mengarahkan pistolnya ke arah dua pria itu. " Jangan bergerak!. Perintah Gea sembari mengarahkan pistolnya.
Bara yang sedang pura-pura mati segera bangun. Kedua pria itu berjongkok. " Mundur!!. Teriak Gea dengan tubuh gemetar Karena memegangi pistol. Kedua penjahat itu saling melihat. Bara dengan langkah pelan mulai mengambil ali pistolnya. Kedua pria itu tertawa terbahak-bahak sambil berdiri.
Gea dan Bara terkejut. ” Kalian pikir kami bodoh!!, coba aja tembak kalau kalian bisa?, hahahaha" Kedua penjahat itu menyeringai. Bara melepaskan tembakannya dan benar peluru itu kosong. Gea dan Bara saling melihat.
Pria itu tiba-tiba menendang Bara dengan sepatu boot nya. Bara terjatuh ke lantai dengan suara keras. Bara merintih kesakitan dan tidak bergerak. Gea teriak melihatnya. "Tuan!” Gea membantunya untuk bangun. ” Maaf ” Lirihnya. Gea mengangguk sembari mengangkat kepalanya dan manaruhnya di pangkuannya.
Air mata Gea menetes ke wajah Bara " Tuan aku mohon bertahanlah, aku tidak mau tuan kenapa-kenapa!” Pria itu menendang tubuh Bara lagi di bagian kepadanya. Gea teriak histeris berusaha mencegahnya.
Tiba-tiba pria satunya menyeret Gea dengan menarik rambutnya. Gea meringis kesakitan, " Lepas!!, Tuan, tuan " teriaknya sembari berontak. Demi mendiamkan Gea pria itu menampar wajahnya sampai bibirnya berdarah. Mendengar Gea masih memanggil Bara. Di tampar nya lagi beberapa kali.
Bara yang mendengar jeritan Gea berusaha untuk bangun, namun kepalanya diinjak lagi, kepalanya tambah sakit dan mengeluarkan darah lagi. Bara memilih tidak bergerak.
Merasa puas pria itu mencengkeram mulut Gea " Gua pernah prihatin lo sebelumnya, jangan coba-coba kabur nona!!. Pria itu menghempaskan Gea hinga tergeletak di lantai dengan posisi telentang.
Gea merasa sakit di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Pria itu memandangi tubuhnya dan tersenyum licik. " Sayang banget Jika aku bunuh tampa mencobanya terlebih dahulu!. Pria itu menyeringai. Gea mendengarnya takut lalu berusaha memundurkan tubuhnya ke belakang.
Pria itu mulai membuka kancing bajunya. " Mau apa kamu!!. Teriak Gea. Pria satunya malah tertawa melihat ekspresi wajah Gea yang takut. " Tuan.., tolong!!. Gea berusaha teriak. Pria itu mulai mendekati Gea dengan telanjang dada.
Bara ditariknya agar Bara melihat langsung Gea diperkosa sama temannya.
Mengetahui Gea mau di perkosa. Bara merasa sakit dihatinya darahnya mendidih seketika kemarahannya tidak bisa di bendung lagi.
Perlahan pakaian Gea dirobeknya dari bagian atas. Gea berusaha menutupi tubuhnya mempertahankan pakaiannya sembari menangis meminta tolong.
" Sialan lo semua!!. Bara teriak sekuat tenaga dan membanting pria yang sedang memeganginya sampai jatuh ke lantai. Pria yang sudah menarik pakaian Gea melihat temannya jatuh menghentikan aksinya. Bara menghampirinya dan menghajarnya terus menerus. Gea menangis memegangi pakaian yang robek. " Habisi dia Tuan!! hajar dia tuan. Teriak Gea. Bara menghajar kedua pria itu tampa ampun.
Gea beringsut dari posisinya ke pojokan. Melihat keduanya tumbang Bara segera menghampiri Gea lalu memeluknya. ” Kamu tidak apa-apa?” Gea masih menangis. Bara mempererat pelukannya. Melihat pakaiannya yang robek Bara membuka kaosnya dan memakaikannya. ”Ayo kita kabur sebelum yang lainnya datang!. Bara menarik tangan Gea keluar dati gubuk itu.
Tampa mereka sadari mereka makin jauh kedalam hutan. Bara yang sudah tidak kuat dan hanya mengunakan kaos dalam Akhirnya tubuhnya jatuh. Gea melotot melihat darahnya masih menetes dari belakang kepalanya.
" Tuan!!, Gea menangis histeris. ” Jangan tinggalin aku, aku mohon!. Tolong!!. Gea teriak sekencangnya sembari memeluknya. Gea masih menangis meminta tolong.
Seseorang mendengar teriakkan Gea. 3 pria menghampirinya " Siapa kalian?" tanyanya. Mendengar ada seseorang Gea menoleh. " Pak tolong saya, tuan saya pingsan kepalanya masih mengeluarkan darah, kami diculik pak. Mendengar penjelasan Gea para pemburu itu segera memberi pertolongan pertama. " Kita angkat pria ini ke tenda" ucap salah satunya. Gea di bantu yang lainnya untuk jalan.
__ADS_1
*******
Hari menjelang sore. Ponsel Aksan berdering.
" Ia lan?" Aksan.
Mendengar perkataan Dahlan Aksan menghentikan mobilnya lalu memutar balikkan mobilnya. " Sialan!!. Teriak Aksan sembari memukul setir mobil. " Tuan ada apa?” Sarah mulai cemas melihat Aksan tiba-tiba marah setelah selesai menerima telepon. " Kamu tau di balik hilangnya Gea itu semua ulah Karisa!!. Kata Aksan kesal.
Sarah melongo mendengarnya, " Sialan cewe itu rupanya!. Gumam Sarah. Sampai di rumahnya polisi dan Dahlan menyambut Aksan. ” Kenapa tidak kalian tangkap aja perempuan sialan itu!!. teriaknya sambil marah-marah.
” Tuan anda jangan gegabah, jika kami menangkapnya sekarang kemungkinan besar nona tidak akan ketemu. Ucap pak polisi. " Polisi benar tuan, kita harus hati-hati sama wanita licik itu!. Saut Dahlan.
” Setelah kami menerima laporan dari anda, kami menyadap rumah Pak Ripan dan apartemennya nona Karisa. kami mendengar percakapannya dengan tuan Rey dan juga pal Ripan.
Aksan mendengar perkataan polisi yang sedang menjelaskan semuanya. " Kita akan pantau kemana mereka pergi dari sana kita tau nona disekap dimana. Kata petugas polisi.
Sarah mendengarnya merasa sedih.
" Pak ada laporan kalau pagi ini mereka janjian akan pergi" Saut petugas lainnya. Mendengar perkataan polisi Aksan langsung bicara " Saya ikut kalian!. Petugas polisi mengangguk tanda setuju.
__ADS_1
*****
Bersambung. Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗