
Aksan sendiri cuek melihat Karisa dingin kepadanya. Aksan mencoba mencairkan suasana sama Karisa, dengan dia menawarkan makanan atau minuman kesukaannya tapi Karisa jual mahal ia tetap menginginkan Aksan minta maaf.
Pemotretannya selesai Karisa ingin langsung pulang Aksan sedikit lari untuk mengejarnya.
" Sa, tunggu!" Karisa terus jalan tidak mendengarkan panggilan Aksan, ia masih tetap Aksan harus minta maaf dan mau jadi pacarnya.
" Sa, aku gak bisa memenuhi syarat itu, aku sayang sama kamu hanya sebagai kaka kepada adiknya. Karisa tidak menjawabnya ia terus jalan ke arah parkiran.
Aksan pun berusaha lagi mengejarnya.
" Sa, apa kita tidak bisa seperti dulu lagi?". Karisa diam lalu melihat ke arahnya.
" Apa susahnya sih kamu jadi pacar aku?, kita bisa memulainya dari nol?, lagi pula Bara sudah menikah tidak mungkin kan dia mau jadi pacar aku!'. Karisa masih tetap sama pendiriannya.
" Bukan masalah itu Sa, tapi itu menyangkut hati, aku tidak pernah memiliki rasa sama kamu!".
" Cukup Aksan!, kamu sudah melukai hati dan perasaan saya!" Karisa segera menutup pintu mobilnya dengan keras.
Aksan hanya diam melihat kepergian Karisa di depan matanya. Karisa merasa kesal sudah berhari-hari Aksan tetap dengan pendiriannya.
Kali ini aku tidak akan kalah Aksan, udah waktunya kamu harus jadi milik saya. Gumam Karisa.
__ADS_1
Aksan segera naik ke mobilnya lalu ia pergi juga dari kantornya. Di jalan Karisa berharap Aksan mengejarnya, ia melihat mobilnya sudah ada tempat di belakangnya.
Karisa belok ke Cafe berharap Aksan mengikutinya juga seperti dulu kalau dia marah, ia masuk ke cafe dan langsung memesan minum, Karisa menengok ke belakang mobil Aksan tidak kunjung juga masuk.
Mungkin macet makanya dia tidak masuk juga. Karisa duduk di pojokan cafe sembari menikmati angin
Sudah hampir 30 menit mobilnya tidak masuk juga , minumannya hampir habis, Karisa sedih lagi padahal harapan dia begitu besar kepada Aksan.
Kamu sudah berubah Aksan bukan seperti Aksan yang dulu lagi. Karisa menangis di hatinya.
Bara merasa bosan dengan urusan pekerjaannya, ia ada ide dan langsung pulang kerumah.
Seperti kemarin Bara tidak bilang lagi sama Adam mau kemana. Di loby Bara dan Karisa lagi-lagi berpapasan, kali ini Karisa melihatnya.
Di rumah Bara tidak melihat Gea di bawa untuk menyambutnya. Tumben dia tidak menyambut saya pulang. Bara baru sadar kalau ini masih jam 2 siang.
Bara mencari Gea..
" Nona keluar tuan, kalau tidak salah nona di jemput tuan Aksan"
" Apa!, kenapa dia tidak bilang kalau mau pergi!". Bara hendak menghubunginya namun ia urungkan.
__ADS_1
Kalau dia nanya aku harus jawab apa, sial!. Bara menutup lagi teleponnya lalu ia pergi ke kamarnya.
Di Cafe.
Aksan curhat soal Karisa kepadanya. Gea mendengarkan keluh kesahnya.
" Udah ceritanya?". Aksan tersenyum tipis.
" Ayo dimakan makanannya keburu dingin" Gea malah menyuruh Aksan untuk makan.
" Perempuan memang seperti itu, kalau lagi emosi dia akan bersikap dingin tapi hatinya tidak, ia ingin sekali diperjuangkan!".
" Oiya, apa kamu juga kaya gitu?".
" Saya?" Nunjuknya sendiri. Aksan mengangguk.
" Iya lah, masa gak mau sih, siapa yang yang gak mau di perjuangkan!".
" Kalau begitu kamu siap-siap yah, karena saya akan memperjuangkan kamu".
" Hahahaha" Gea malah tertawa mendengarnya. Dia tidak tau kalau Aksan berkata serius.
__ADS_1
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏🙏