Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 48


__ADS_3

Mami papi sebentar lagi Gea akan menyusul kalian Gea sudah tidak sanggup lagi menahan rasa pedih di hati ini. Gumam Gea di hatinya dan iya pasrah kalau dirinya akan tenggelam iya tidak ingin hidup lagi pikirannya hanya ingin menyusulnya orang tuanya dan terlepas dari sakit hatinya.


Di tempat lainnya..


" Gimana Bara apa kamu setuju dengan rencana ku ini?" Bara tidak langsung bilang iya. " Ini gila Risa, aku tidak mungkin nyakitin hati Gea lagi. Kata Bara. Karisa merasa emosi mendengar Bara masih peduli sama Gea.


Karisa memegangi wajah Bara, " Aku tau kamu masih cinta kan sama aku, buktinya paswod ponselmu masih yang dulu, lalu tadi kamu perhatian sama aku!. Karisa berusaha membuat Bara agar bisa balik lagi kepadanya.


Karisa memeluknya. " Bara ini kesempatan kita, kalau kita tidak buat pengumuman maka karirku akan hancur, aku akan di cap sebagai prakor, apa kamu tega Bara. lirihnya sambil berderai air mata.


Bara tidak tega melihat Karisa nangis. " Baik Risa aku mau, tapi aku ingin ijin kepada Gea. ucap Bara sambil menenangkan Karisa. Karisa tersenyum licik. Kamu tidak akan bertemu dengan dia Bara, karena dia sudah mati. gumam Karisa.


Bara dan Karisa keluar dari ruangan, Adam melihatnya geram.


Di pelabuhan...


Aksan terlihat panik, tidak lama Aksan dan awak kapal melihat seseorang ngambang di atas air, mereka mendekatinya. Mata Aksan dan Dahlan melotot melihat Gea terapung di air.


" Gea. cepat² tolong dia. teriak Aksan panik. Tampa Aba² Aksan segera terjun kedalam air dan langsung mendekati ke arah Gea. iya menariknya ke kapal. " Tuan muda" teriak Dahlan. Dahlan segera membantu Aksan dan Gea naik ke atas kapal.


Di atas kapal Gea tidak sadarkan dirinya, Aksan mau tidak mau memberikan nafas buatan. " Ge, apa yang terjadi?" Aksan masih berusaha agar Gea sadar. " Cepat panggilkan helikopter, Gea kehabisan oksigen!. Ucap Aksan sambil memegangi tangan Gea.


Dahlan segera menelepon seseorang. Aksan masih berusaha agar Gea sadar, ambilkan pakaian hangat untuknya. Dahlan melepaskan jasnya dan langsung di pakaikan ke Gea.


Aksan merasa sedih melihat bibir nya sudah kehitaman " Ge siapa yang melakukan ini kepadamu, aku akan membuat orang-orang itu menyesal!. Ucap Aksan sambil mengeratkan pelukannya.


Tidak lama helikopter datang dan langsung membawa Gea ke rumah sakit. Aksan masih mendekap tubuhnya dengan erat. di rumah sakit Gea segera di bawa ke ruangan IGD. Aksan dengan pakaian basahnya terlihat sedih.


Dokter datang. " Dok, saya ingin anda selamatin dia, gimana pun caranya!!' ucap Aksan dengan wajah dingin. Dokter hanya mengangguk dan langsung masuk keruangan IGD.


Dahlan segera membawakan pakaian untuk Aksan ganti. " Tuan muda, sebaiknya anda ganti pakaian anda dulu, agar anda tidak masuk angin. kata Dahlan sopan.


Aksan langsung menatap tajam " Cari tau siapa dalangnya semua ini??" kata Aksan kepada Dahlan. Dahlan langsung mengangguk. Aksan mengambil pakaiannya lalu iya ganti. Dahlan menatapnya. Tuan, baru kali ini saya melihat anda seperti ini. kata Dahlan sambil melihat kepergian Aksan.


...******...


Bara dan Karisa datang ke rumahnya " Sebaiknya kamu tunggu di mobil. ucap Bara segera turun dan langsung masuk kerumah.


Bara mulai mencari keberadaan Gea. iya naik ke atas dan langsung ke kamar Tidak ada juga.

__ADS_1


" Ge.. Gea" panggilnya seraya membuka kamar mandi namun tidak ada. Bara segera turun mengecek ke kamar bawah tidak ada juga. Apa dia goes. ucap di hatinya. Bara meraih ponselnya dan melihat ponselnya mati. iya segera menekan tombol nya dan ponselnya menyala.


Bara menghubungi Gea. namun ponselnya tidak aktif.


Di mobil Karisa terlihat bahagia dan asiek sambil mendengarkan musik.


Karisa segera menghubungi orang kepercayaan nya.


Orang asing... " Halo nona, korban sudah kami bawa.


Karisa.. " Bagus, aku ingin kalian buat seolah-olah itu kecelakaan.


Orang asing.. " Siap nona, gimana pembayarannya.


Karisa.. " Saya ingin berita itu segera tercium oleh polisi, setelah itu saya bayar full.


Orang asing.. " Siap nona.


Karisa merasa senang dan langsung memeluk ponselnya. Akan aku buat Aksan menyesali sudah mencampakkan aku. gumam Karisa licik.


Karisa pura-pura masuk ingin ke kamar mandi. melihat Bara yang cemas iya segera menghampirinya. " Ada apa?" tanyanya. Bara masih berusaha menghubungi Gea. " Nomornya tidak aktif!. jawabnya.


Karisa berusaha mendekatinya " Bara, aku pikir Gea akan menerimanya setelah kita umumkan ini terlebih dahulu, sebelum Vidio itu nyebar. Karisa mencoba menghasut Bara. Ada benarnya juga yang di bilang Karisa, selama ini Gea selalu mendengarkan perkataanku. gumam di hatinya. " Bar, ini hanya di depan media, demi karirku!. ucap Karisa sambil menyenderkan kepalanya di dada Bara.


...*****...


Tidak lama dokter keluar. " Dok gimana?" tanya Aksan. Dokter tersebut menghela nafasnya. " Tuan, sepertinya Pasien tidak ingin hidup lagi semangat hidup pun tidak ada. jawab dokternya. Aksan langsung mencekram pakaian dokter tersebut. " Apa maksud mu dokter??" Dahlan mencoba mencegahnya namun Aksan sangat kuat dan iya tetap memegangi pakaian dokter itu.


" Tuan tolong jangan seperti ini, ini bukan keinginan saya, melainkan keinginan pasien. jawab dokter terbata-bata. " Tuan muda sebaiknya dengarkan dulu dokternya" saut Dahlan sopan. Perlahan tangan Aksan mulai longgar. Dokter tersebut membenarkan pakaiannya. " Hanya seseorang yang bisa membuat nya semangat lagi untuk hidup tuan. saya permisi dulu. ucap dokter lalu iya Pergi.


Dahlan segera bicara dengan dokter tersebut agar masalahnya tidak besar. Aksan langsung masuk ke ruangannya, iya melihat Gea terbaring lemah dan tangannya di inpus. Aksan merasa sedih melihat orang yang dicintainya terbaring lemah ta berdaya.


Aksan mulai mendekatinya perlahan iya menyentuh tangannya lalu iya genggam. " Ge, aku mohon jangan tinggalkan aku" lirihnya.


Dahlan menemui Aksan di ruang ICU, melihat bos-nya sedang sedih iya urungkan niatnya untuk bicara.


Di satu sisi, Karisa dan Bara membuat pengumuman ke media sebelum vidio itu tersebar luas. Mereka melakukan siaran langsung di TV malam itu juga " Selamat malam" Ucap Bara membuka suaranya. " Kami disini ingin memberitahukan soal kedekatan kami ke pada kalian. ucap Bara sambil melihat ke arah Karisa. Karisa tampak bahagia dan sangat cantik. Namun berbeda dengan Bara yang terlihat biasa.


Karisa berusaha mendekatinya " Ayo sayang" bisik Karisa di telinganya.

__ADS_1


Ketika Bara ingin bicara, salah satu wartawan bertanya " Bukannya anda sudah menikah tuan Bara?" Bara langsung diam. mic nya di ambil alih oleh Karisa. " Memang benar Bara sudah menikah, pernikahannya tidak bahagia. dan kami sejak dulu saling mencintai karena kesalahpahaman kami terpaksa harus putus. ucapnya sambil tersenyum manis.


Bara langsung geram, namun iya tahan takut media curiga.


" Lalu gimana istri anda tuan, apa dia setuju dengan rencana anda?" tanyanya lagi. Lagi ² Karisa yang bicara. " Bara dan istrinya sedang mengurus perceraian dan sebentar lagi mereka akan bercerai karena mereka tidak saling cinta . Bara sudah tidak tahan lagi. iya pun langsung pergi meninggalkan Karisa.


Karisa berusaha tenang dan melanjutkan perkataannya ke media.


Dahlan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, " Tuan muda harus tau soal ini. Dahlan mau tidak mau harus bicara. Iya segera masuk keruangan ICU. " Maaf tuan muda, anda harus tau soal ini?" ucap Dahlan seraya memberikan ponselnya kepada Aksan.


Aksan langsung melihatnya, matanya langsung merah padam. " Apa karena ini kamu tidak ingin hidup?" kata Aksan sambil melihat ke arah Gea. " Tuan muda, sepertinya ada seseorang yang menjebak nona Gea dan berniat membunuhnya!. mendengar penjelasan dari Dahlan Aksan langsung melotot. " Apa??" Dahlan menceritakan sepengetahuan dia kepada Aksan. Aksan mendengarkan Dahlan lalu iya memutuskan " Aku ingin semua orang tidak tau soal ini dulu, sampai Gea pulih, dan aku ingin membawanya keluar negeri. kata Aksan seraya melihat Gea di. Dahlan langsung mengangguk. " Itu keputusan yang bagus tuan" ucap Dahlan.


...*****...


Bara sangat marah mendengar keterangan Karisa yang sudah asal bicara. Setelah selesai Karisa langsung menemui Bara. " Sayang" panggilnya langsung memeluknya. Bara menjauhi Karisa. " Apa-apaan ini Risa!!, kamu bilang hanya bicara seperti itu lalu apa tadi bawa² kami akan cerai segala. ucap Bara marah lalu iya pergi. " Sayang tunggu... sayang.. sayang... Karisa malah tertawa senang.


Semua keluarga besar merasa marah dan geram, Pak Baras langsung drop dan langsung di larikan ke rumah sakit. Rendy malah senang begitu juga dengan pak Ripan dan Jena.


Sarah sampai menjatuhkan buket bunga yang ingin di antaranya. " Ge, " lirihnya sambil merogoh ponselnya di dalam saku. Sarah berusaha menghubungi Gea namun tidak aktif.


Adam hanya mengepalkan tangannya dan langsung menemui Bara.


Sela dan Bella shok mendengar pengakuan Bara di TV. " Rasain kamu babu" ucap Sela dan Bella.


Di jalan Bara merasa tidak enak dengan Gea, Pasti dia sudah melihatnya. Bara memukuli stir mobilnya. Sampai di rumah Bara melihat mobil Adam sudah terparkir didepan gerbang. Bara lalu turun. Tiba-tiba Adam menghajarnya. " Buk " suara pukulan yang keras ke wajah Bara. " Gua pikir lo manusia ternyata lo hanya monster!!, nyesel gua sudah ngalah untuk lo dan memberikan Gea ke lo Bara. teriak Adam.


Bara segera berdiri. Ketika Bara ingin bicara polisi datang. " Apa anda suami Nona Gea!. tanya polisi. Bara langsung mengangguk. " Benar pak" Jawabnya lirih . polisi itu memberikan sekantong Barang bukti dan isinya dompet ktp dan barang lainnya. " Ada apa dengan istri saya pak?" tanyanya. " Kemungkinan istri anda telah meninggal!. Ucap pak polisi. mendengar itu Bara menjatuhkan barang² nya dan langsung lemas. Adam langsung shock dan iya langsung menitihkan air matanya.


" Gea..." teriaknya. Bara merasa terpukul dengan kabar itu. Polisi itu lalu pergi. Adam terduduk lemas dan tidak percaya. " Gua benci sama lo Bar!!. Adam langsung bangkit dan Pergi.


Bara masih terduduk lemas di atas pasir, iya melihat poto di dalam dompet istrinya. Aku tidak berniat untuk melakukan itu, aku tidak tau kalau hal seperti ini akan kamu lakukan, Tuhan!! tolong kembalikan istriku. teriaknya sambil menitihkan air matanya.


Tidak lama, Bara segera bangkit dan langsung ke kantor polisi untuk mencari tau soal kebenarannya.


Aksan dan Gea sudah terbang keluar negeri hanya Dahlan dan dokter yang tau soal itu.


Bara segera kelokasi kejadian, Bara mempercepat langkah kakinya disana sudah di tandai oleh pihak polisi. tiem SAR gabungan sedang mencari Gea di bawa air namun belum ada hasilnya.


" Apa istriku sudah ketemu?, apa sebenarnya yang terjadi??" tanya Bara. " Belum tuan, hanya sepatutnya saja yang kami temukan. Kami belum bisa memastikan kalau ini kecelakaan apa kesengajaan, atau bisa jadi bunuh diri. jawab polisi.

__ADS_1


...*******...


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih. yu biar tambah semangat coment jika suka 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2