Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 91


__ADS_3

Aksan dan Dahlan balik keruangan Bara, namun di ruangannya tidak melihat Gea. " Bar, Gea dimana?" Tanya Aksan hawatir. Namun Bara tidak menjawabnya.


Aksan cepat-cepat keluar mencari istrinya.


" Sayang kamu dimana?" Aksan teriak memanggil istrinya sembari lari. Dahlan ikut mencarinya. " Gea, kamu dimana?" Aksan begitu panik mencari istrinya.


Dari kejauhan Gea melihat Aksan betapa paniknya mengetahui dirinya gak ada. " Ai maaf" Lirihnya dari kejauhan.


Aksan bertanya-tanya kepada pihak rumah sakit soal keberadaan istrinya.


Gea segera menghapus air matanya, lalu ia segera menghampiri Aksan


" Ai" Panggilnya lirih. Aksan melihat ke arah istrinya sedang berdiri di sampingnya , Aksan langsung menghambur memeluknya. " Aku pikir kamu pergi sayang, aku takut, sangat takut!" Aksan memeluknya dengan erat.


Gea membalas memeluknya. ”Ai, aku janji, aku tidak akan mengulanginya lagi, aku akan bilang kemana aku pergi" Ucapnya pelan. Aksan mencium semua wajahnya tampa rasa malu. Semuanya terkejut. Seseorang mengabadikan momen itu dan membagikannya di sosial media.


" Ai aku ingin pulang!" Pinta Gea. Aksan mengangguk lalu mengajaknya pulang.


” Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Gea tiba-tiba minta pulang?" Batin Aksan. Namun di hatinya kecilnya Aksan senang karena Gea jauh dengan Bara.


Dahlan merasa tenang melihat Aksan dan Gea.


Ia memutuskan untuk balik lagi ke kamar Bara dan mengeceknya.

__ADS_1


Dahlan tidak melihat Bara di di tempat tidurnya, " Mungkin di kamar mandi” Gumam Dahlan, karena ia mendengar suara air.


Dahlan menuggu hampir 20 menit, namun Bara tidak keluar juga. " Tuan Bara apa anda di dalam?” Dahlan berusaha mengetuk pintu sembari memanggilnya.


Dahlan membuka pintunya yang tidak di kunci. ” Tuan, tuan," Kamar mandi itu kosong. Dahlan segera keluar terkejut ditempat tidurnya ia melihat ada bekas infusnya yang masih menetes.


Dahlan segera keluar dan memberi tahu pihak rumah sakit jika Bara tidak ada di ruangannya.


Diperjalanan Gea memilih untuk tidur, namun ia tidak tidur melainkan untuk menghindari pertanyaan dari Aksan kepadanya. Gea masih teringat dengan wajah Bara yang sangat kecewa.


" Sayang udah sampai" Ia membuka matanya melihat Aksan sudah membukakan pintu mobilnya. Gea segera turun, mereka masuk ke dalam rumah.


" Ge, cepat banget!, gua pikir kalian akan pulang malam!" Tanya Sarah. Gea langsung naik ke kamarnya tampa menjawab pertanyaan Sarah. Aksan segera mengikutinya ke kamar.


Gea bangun dari tidurnya ” Ai" Aksan langsung tersenyum " Ia?" Jawabnya dengan pelan. Gea menatap wajahnya. ”Aku tadi sudah bilang sama tuan, kalau kita udah menikah!” Gea menceritakan semuanya. Aksan sebenarnya senang namun ia tidak boleh ego karena Gea sangat terpukul mendengar Bara bicara seperti itu.


Sebenarnya hati Aksan sakit jika Gea membicarakan soal Bara rasanya ingin marah dan teriak. Gea memeluknya sembari menangis. Dengan sabar Aksan menghiburnya.


Ketika Gea merasakan air mata Aksan yang jatuh ke wajahnya disitu ia sadar jika ucapannya sudah melukainya. Gea mendongak melihatnya, benar saja Aksan terlihat sedih. ” Sayang, aku minta maaf sudah membuat hatimu terluka” ujarnya lirih. Aksan hanya menggelengkan kepalanya. " Gak, siapa juga yang terluka" Kata Aksan sembari menenangkan hatinya. ” Aku sangat sayang dan cinta sama kamu Gea" Batin Aksan.


Gea merasa bersalah ia pun mencium suaminya makin dalam lebih dalam lagi. Aksan tidak bisa menahannya, ini pertama kalinya Gea memulainya lebih dulu.


Dan benar saja, setelah melakukan ritual suami istri mereka merasa lega, Aksan makin menyayangi istrinya. Gea langsung tertidur pulas sehabis melakukan kewajibannya. Aksan melepaskan tangannya lalu bangun, Ia membuka ponselnya banyak pesan masuk salah satunya pesan Dahlan.

__ADS_1


Aksan segera bangun lalu menghubungi Dahlan. Sabungan telpon terhubung. " Tut.....tut..."


Dahlan " Ia tuan?"


Aksan. ” Gimana bisa Bara pergi dengan keadaan seperti itu??"


Dahlan menceritakan kejadian tadi siang.


Aksan. " Kamu harus cari dia sampai dapat dan pastikan kondisinya baik-baik saja!"


Dahlan " Baik tuan!"


Di balik selimut Gea mendengarnya, " Aku harus pokus dengan suamiku, bukan mantanku, tuan udah dewasa bukan anak-anak lagi" Gumam Gea.


Gea pura-pura menguap, Aksan mendekatinya " Sayang apa kamu lapar?" Gea menggelengkan kepalanya. ” Aku sayang kamu AI" Kata-kata Gea membuat Aksan senang.


” Aku bahkan lebih, dan lebih, bahagia. sayang sama kamu istriku!" ucap Aksan seraya mencium keningnya. Gea terseyum lalu menyederkan kepalanya di dadanya Aksan. ” Aku janji akan jad istri yang baik untukmu” Aksan mengecup puncak kepalanya. " Terima kasih sayang" Ujarnya. " Gimana jika dia tau kalau Bara menghilang" Gumam Aksan.


" Ge, Bara menghilang dari rumah sakit?" Mendengar Aksan berkata jujur hati Gea tersentuh. ” Kenapa dia tidak terkejut?" Batin Aksan. ” Kamu akan mencarinya kan?” Aksan mengangguk.


Gea memeluk suaminya lagi.


Aksan benar-benar bingung dengan sikap Gea sekaligus membuat hatinya senang karena perhatiannya kepada Bara berkurang.

__ADS_1


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗🤗.


__ADS_2