Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 53


__ADS_3

Keluar dari kamar mandi Bara langsung melihat isi pesannya dan wajahnya langsung sumringah. " Sudah kuduga itu kamu!. ucapnya


Bara meraih kunci mobilnya dan menuruni tangga kebawah. Iya ambil poto dan langsung ke arah pintu. Ketika pintu nya kebuka Karisa sudah ada dihadapannya. " Pagi sayangku" Karisa langsung ingin menciumnya namun Bara mencegahnya dengan tangan " Risa stop, aku sedang tidak ingin di cium. mendengar Bara bicara seperti itu hati Karisa sakit. Bara terang-terangan menolaknya.


Sabar Risa sebentar lagi kamu akan jadi nyonya Bara. gumam Karisa. " Sayang kita sarapan bersama yu. ajak Karisa. " Tidak aku buru-buru, sebaiknya kamu keluar karena pintunya akan aku kunci. lagi-lagi Bara bicara ketus. " Kamu kenapa sih jadi berubah gini. kamu nyakitin hati aku tau!. ucap Karisa kesal karena Bara bersikap dingin.


Bara merasa kasian terhadapnya " Maaf Sa, tapi aku buru-buru lain kali ya, aku janji!. ucap Bara seraya menenangkan Karisa agar tidak menangis. Bara langsung mengunci pintunya lalu pergi mengendarai mobilnya. Karisa menatapnya dengan tatapan tajam. " Awas kamu Bara!. ucap Karisa


******


Gea berharap lagi ketika iya membuka laptopnya ada email masuk dan benar dugaannya kalau ada email masuk namun bukan email dari si peneror melainkan email baru dan isinya membuat matanya terbelalak.


Gea segera mematikan laptopnya lagi lalu ia bersiap pergi, di depan lift bersamaan asisten keluar" Aku mau pergi dulu. ucapnya seraya terburu-buru melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift.


Asisten nya langsung mengirimkan pesan kepada Aksan kalau Gea meninggalkan apartemen dan terburu-buru. Aksan kebetulan lagi ada pemotretan pagi itu yang menerima pesannya adalah Dahlan.

__ADS_1


Dahlan segera menghampiri Aksan lalu membisikkan sesuatu, Aksan langsung menunda pemotretannya dan langsung pergi dari lokasi. " Dahlan kamu sudah menaruh GPS kan di ponselnya?" tanya Aksan seraya masuk ke mobil. " Sudah tuan muda. Dahlan langsung melacak keberadaan Gea.


Gea turun di sebuah cafe tidak jauh dari Apartemennya. Gea langsung masuk kedalam Gea merasa deg-degan dan penasaran. langkahnya mulai pelan matanya mulai memperhatikan orang ² yang sedang duduk di cafe namun tidak ada tanda yang di maksud, Gea mulai duduk di meja paling pojok. Lalu Gea memesan minuman, tidak lama seseorang datang " Hmmmm" mendengar suara seseorang Gea lalu berbalik dan melihatnya langsung, matanya langsung melotot. Tuan. lirihnya dalam hati.


Bara membalas menatapnya. " Sedang apa kamu di sini Diana?" tanya Bara membuat Gea mengalihkan pandangannya. Gea menghela nafasnya. Syukurlah bukan dia orangnya. ucap di hatinya " Saya sedang menuggu seseorang!. anda sendiri sedang apa di sini. Tanya Gea balik. Bara langsung duduk tampa ijin lebih dulu " Kebetulan juga saya ada janji dengan klien saya di sini. ucap Bara.


Gea merasa tidak nyaman Bara memperhatikan wajah nya trus. " E, maaf ne saya main duduk aja. kata Bara. " Tidak apa-apa ko. jawab Gea masih dengan mengalihkan pandangannya.


Bara masih memandangi wajah Gea dengan jarak dekat. " Kalau saya boleh tau, sudah berapa lama anda mengenal Aksan. tanyanya. Gea langsung melihat ke arahnya. " Sekitar 1 tahunan. jawab Gea. Bara langsung diam. " Dimana kalian bertemu?" Gea langsung diam. Kenapa dia malah banyak tanya sih. gumamnya.


Bara menyodorkan sebuah poto. Gea hampir menitihkan air matanya melihat poto dirinya dan ibu ayahnya. Bara melihat reaksinya langsung senang. Gea ingin sekali mengambil poto itu namun iya ingat dengan Bara yang ingin menghabisi nyawanya. " Poto gadis itu memang sangat mirip dengan ku, apa dia kekasih anda tuan?" tanya Gea pura-pura dan ingin mendengarkan jawaban darinya.


" Kasian sekali anda tuan, tapi bukannya sekarang anda mau menikah??" ucap Gea ketus. Bara langsung melihat ke arahnya lagi.


" Tuan muda, seperti nya nona tidak sendiri, itu tuan Bara!. Ucap Dahlan sambil berjalan ke arah Gea yang sedang ngobrol. Aksan langsung kesal mendengar Nama Bara. " Kurang ajar!!. mau apa lagi dia sih!!. ucap Aksan seraya mempercepat langkah kakinya.

__ADS_1


Aksan langsung duduk di samping Gea dan mencium pipinya. " Sayang kamu disini. ujarnya sambil menggandeng pinggang Gea. Aksan merasa cemburu melihat Gea ngobrol dengan Bara. Gea terkejut melihat Aksan tiba-tiba ada di sampingnya dan mencium pipinya.


Bara mengeratkan rahangnya dan matanya langsung merah menahan emosi. Dahlan melihat tatapan Bara seperti ingin menonjok tuanya. " Tuan Bara, kalau tunangan anda melihat kalian berdua seperti ini apa dia tidak marah??. Tanya Aksan seraya memainkan rambut Gea.


Bara tidak langsung menjawabnya iya masih kesal dengan kalakuan Aksan " Kenapa harus marah!, kami tidak sengaja bertemu. betul kan nona Diana " ucap Bara. " Iya Ai kami tidak sengaja bertemu. jawab Gea.


" ngomong ² siapa nama orang tuamu tadi aku lupa?. tanya Bara. Aksan terdiam. Apa!. perasaan tadi dia tidak nanya nama mami dan papi. batin Gea. " Dini. Gebi. ucap Aksan dan Gea barengan. Aksan dan Gea langsung saling memandang. Dahlan yang tau gelagat Bara iya segera bicara. " Maksud tuan dan nona, Namanya Geby, pangilan sayangnya Dini. Mendengar Dahlan membantunya lagi Aksan langsung tersenyum.


Namun wajah Bara terlihat senang dimata Dahlan. " O, seperti itu jauh banget ya dari nama aslinya. Tadi berapa lama kalian kenal saya lupa lagi ne. ucap Bara


" Kami kenal sudah hampir 2 tahun. Karena selama ini kami merahasiakannya dari publik. dan baru ini Diana mau memperlihatkan dirinya. jawab Aksan beda dengan jawaban Gea. Bara langsung tersenyum. " Ko beda dengan jawaban Nona Diana tadi. tanya Bara dengan nanda mengejek.


Aksan langsung diam. Kalau dia udah tau ngapain tadi nanya?, Sial dia mau menjebak ku!. Batin Aksan. Sepertinya ada yang tidak beres. batin Dahlan . Gea memandangi Bara. Dahlan takut tuanya salah lagi iya pun langsung bicara. " Tuan, ini sudah waktu anda pergi. kata Dahlan sambil menatapnya. Aksan langsung mengerti. " Sayang ayo kita pergi!. Ajak Aksan seraya menggenggam tangan Gea. " Kami permisi" Ucap Gea lalu mereka meninggalkan Bara.


Bara langsung tersenyum lebar walpun tadi hatinya sempat terbakar api cemburu namun iya sudah mendapatkan jawabannya. " Aksan ² kamu pikir aku bodoh!, Aku akan membawamu kembali Gea. kata Bara seraya berdiri lalu meninggalkan cafe itu.

__ADS_1


***********


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih maaf baru up lagi 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2