
Sampai di rumah. Gea membantu Dahlan membawa Aksan turun dan masuk ke rumahnya. Iya dibantu beberapa orang untuk membawanya masuk ke dalam kamar. Dahlan membantu tuannya untuk mengangti pakaian dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Setelah Dahlan selesai lalu Gea masuk ke kamar. matanya melotot melihat isi kamarnya Aksan. " Air.. Air.. " Lirihnya Aksan. Aksan merasa haus dan iya meminta minum. Gea mendekatinya lalu iya memberikan air. " Ai ini airnya diminum yah. ucapnya seraya mendekatkan air minum itu kepadanya. Mendengar panggilan Ai. Aksan langsung membanting gelas itu sampai pecah. Gea kaget dan memundurkan tubuhnya. " Pergi.. pergi sanah. bukannya kamu mau menemuinya lagi kan, dan kamu ingin kembali lagi padanya??. ucap Aksan kesal setengah sadar.
Gea terdiam menatap Aksan yang sedang marah. " Ai kamu salah paham. Aksan langsung muntah di tempat tidur. Gea buru-buru membantu Aksan dan memijat lehernya agar semuanya keluar. Gea membersihkan wajahnya dengan tisu. Aksan mulai tidur lagi. Dahlan segera masuk dan berniat membantunya. Tapi Gea mencegahnya. " Kamu istrhat sana, biar Aksan saya yang jaga. pinta Gea. Dahlan mengangguk dan langsung pergi.
Gea ingat ketika dirinya sakit Aksan yang menjaganya dia yang selalu menyemangati dirinya untuk hidup. Gea sabar sambil membersihkan pecahan gelasnya.
Selesai membersihkan Gea mendekatinya perlahan Gea melihat wajahnya. " Aku sangat beruntung di cintai kamu. dulu aku berharap tuan Bara yang mencintaiku seperti dia mencintai Karisa, tapi itu tidak aku dapatkan dari nya, terimakasih sudah tulus mencintaiku Ai. Gea bicara sambil memperhatikan wajah Aksan yang terlelap tidur. Gea melihat hampir jam 3 pagi.
Gea memutuskan untuk menemaninya sampai pagi. Rasa ngatuk mulai berasa, Gea menguap dan iya pun tidak kuat menahan rasa kantuknya lalu iya tidur dan merebahkan tubuhnya di bawa tempat tidur Aksan.
Cahaya mulai masuk kedalam kamarnya dan mata Gea merasa silau dengan cahaya matahari iya pun langsung ke bangun dan melihat pukul 9 pagi. Gea melihat ke arah tempat tidur disana Aksan masih terlelap tidur. Gea pergi ke kamar mandi lalu iya membasuh mukanya dan keluar kamar Gea membuatkan bubur untuk Aksan di dapur. Gea mengingat lagi dimana Bara waktu itu membuat bubur untuk karisa dan Gea berharap dibuatkan juga kalau dirinya sakit tapi harapannya musnah mengingat kembali kejadian di pelabuhan itu.
Dahlan menghampiri Gea. " Nona ada yang bisa saya bantu" ucap Dahlan menawarkan bantuan. Gea langsung sadar dari lamunannya. " Tidak Dahlan ini hampir selesai, tolong berikan ini kepadanya. ucap Gea seraya mematikan kompor nya.. " Aku pulang dulu. Gea mulai merasa tidak enak badan wajahnya terlihat pucat. " Nona tunggu biar saya yang antar. ucap Dahlan. " Tidak usah, Aksan butuh kamu aku bisa naik taksi. Gea lalu pergi dari rumah Aksan.
Beberapa jam kemudian Aksan bangun dan merasakan kepalanya sakit. Iya melihat di sekitarnya. Aksan mulai ingat kejadian semalam. Aksan mencarinya dan iya tidak menemukan Gea. " Mungkin itu hanya mimpi, mana mungkin dia datang dan merawatku, dia hanya cinta kepadanya!. ucap Aksan kesal.
Aksan segera mandi, dan iya langsung keluar dari kamar, " Tuan muda ini sarapannya. ucap Dahlan. Aksan tidak peduli dengan sarapannya iya berniat pergi. " Tuan tunggu?. Dahlan berusaha mengejarnya. Aksan segera masuk kedalam mobil dan langsung pergi. Dahlan hanya bisa menghela nafasnya.
Gea merasa badannya mengingil dan mengeluarkan keringet dingin, Gea buru-buru mempercepat langkahnya agar segera sampai di kamarnya. Keluar dari lift padangan nya mulai gelap dan kepalanya pusing. Sekuat tenaga Gea melangkahkan kakinya namun tangannya tidak ada pegangan hanya ada dingding saja dan Gea langsung jatuh di depan pintu apartemennya tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Dahlan yang ingat dengan Gea langsung menghubungi tuannya namun ponselnya tidak di angkat dan tidak lama Dahlan naik ke atas dan melihat ponsel Aksan tertinggal di tempat tidur.
*******
Pagi-pagi sekali Bara ke rumah utamanya. Sampai dirumahnya Bara segera turun dan langsung masuk keruangan kerja ayahnya dulu. Bara mencari berkas yang diinginkannya namun berkas itu tidak ada.
Bara merogoh ponselnya menghubungi Pak Rey. Tut..... tut..... suara sabungan telpon.
" Halo, tuan muda.. Pak Rey.
" Halo Pak Rey bisa bertemu hari ini. Bara.
" Tentu tuan muda. Pak Rey.
" Baik tuan. Pak Rey.
Bara menutup telponnya, dan langsung turun ke bawah, " Kak, tumben kesini?" tanya Bella. Bara tidak menjawabnya malah langsung pergi dari rumah itu. Bella mendengus kesal.
Sampai di kantor Bara langsung keruangannya. " Selamat pagi pa " Sapa Tere. Bara mengangguk dan langsung masuk keruangannya. tidak lama Tere masuk. " Pak diluar ada Pak Rey. ucap Tere sopan. " Hmmm. jawab Bara. Pak Rey melangkahkan kakinya masuk. " Duduklah" ucap Bara seraya memainkan pulpennya.
" Ada yang bisa saya bantu tuan muda. ucap Pak Rey sopan. " Pak, aku ingin meminta berkas rumah Gea. dan aku ingin membalikkan nama pemiliknya menjadi nama wanita yang aku sayangi. ucapnya.
__ADS_1
Pak Rey terdiam sejenak.
" Baik tuan muda saya akan mengubahnya. jawab Pak Rey. " Dimana Pak Rey simpan berkas itu?" tanyanya lagi. "Dirumah utama tuan. jawabnya
" Aku ingin mengambilnya nanti kesana. Anda simpan dimana berkas itu. tanya Bara. " Saya lupa manaruhnya dimana, biar saya ambilkan dan memberikannya langsung kepada anda tuan. Bara lalu berdiri. " Baiklah, aku ingin berkas itu sore ada dimeja ku. kata Bara. Pak Rey terdiam. " Baik tuan muda saya permisi. Pamit pak Rey. " Tunggu Pak Rey. Bara menghentikan langkahnya. " Aku ingin Pak Rey mencari informasi soal kematian istriku. pinta Bara.
Pak Rey tidak langsung menjawab. " Tuan muda kenapa anda ingin mencari taunya sekarang?. bukannya dulu nona meninggal karena bunuh diri?. kata Pak Rey. Bara segera duduk lagi di kursinya dan memandangi wajah Pak Rey. " Itu asumsi polisi kan, jasadnya saja belum di temukan. Kata Bara. " Baik tuan muda, saya permisi. ucap Pak Rey lalu ya keluar dari ruangan Bara.
Bara melihat ponselnya dan memutar lagi Vidio nya. iya pun tertawa. " Aku merindukanmu istriku. Menekankan kata istri. Bara menyederkan kepalanya di kursi. Dan memejamkan matanya. Wajah Gea terbayang Bara membuka matanya dan langsung pergi dari kantornya.
******
Hari makin sore Dahlan langsung menemui Aksan di Bar. Iya mencarinya ditempat yang biasa Aksan kunjungi. Dahlan tau Aksan akan minum-minum disana. Dahlan melihat Aksan di temanin beberapa perempuan di Bar tersebut.
Dahlan mendekatinya dan mencoba mengusir perempuan² itu " Tuan muda,. panggilnya, namun Aksan tidak peduli iya malah melarang perempuan itu pergi. " Tuan saya ingin bicara soal nona. ucapnya lagi. Aksan langsung menatapnya dengan tatapan tajam. " Hmm, kamu mau bilang kalau Gea balik lagi dengan Bara, dan dia meninggalkan ku!. ucap Aksan ketus.
Dahlan mengambil botol yang ingin di berikan lagi kepada Aksan oleh perempuan yang di sampingnya. " Tuan dengarkan saya dulu, sebelum anda menyesalinya!. ucap Dahlan serius. Aksan mengusir perempuan yang menemaninya dengan jentikan jari. perempuan itu semuanya keluar.
" Tuan, Nona tidak kembali lagi dengan tuan Bara. Dahlan menceritakan semuanya yang dia dengar waktu Gea menceritakan di mobil kepada Aksan ketika Aksan mabuk berat. Aksan langsung melihat ke arah Dahlan. iya segera berdiri. " Kenapa kamu tidak cerita dari tadi hah!!. teriak Aksan marah seraya memegangi kerah jas Dahlan. Dahlan hanya diam tidak menjawab. Percuma iya menjawabnya akan tetap salah di mata Aksan.
******
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗🤗🤗