
Bara menatap wajah Gea. Gea yang sadar hal itu langsung pamit keluar.
" Tunggu" Ujar Bara menghentikan langkahnya.
" Iya tuan". Ujar Gea seraya membalikkan badannya.
" Terimakasih tadi kamu sudah bantu saya, dan yah siang ini kita akan pergi ke restoran untuk makan siang " Ujarnya.
Gea hanya mengangguk sambil jalan ke luar. Gea sudah tau tadi dia mendengar percakapan mereka. Dasar wanita aneh. Gumam Bara sambil melihat Gea pergi.
Di Tempat lain Aksan baru sadar kalau Bara sudah ada di rumahnya. Jadi Bara udah ada di rumahnya. Aksan cepat-cepat mandi dan bersiap.
Di perjalanan menuju ke rumah Bara. Aksan mendapat pesan dari Karisa, matanya terbelalak melihatnya isi pesannya.
" Apa-apaan dia ini!" Ujarnya sambil meminggirkan mobilnya terlebih dahulu.
Aksan menghubungi Karisa, namun tidak ada jawaban. Aksan memutarkan mobilnya, ia tidak jadi kerumah Bara.
Di restoran Karisa sudah datang lebih dulu.
__ADS_1
Gea memakai pakaian bekas ibunya dulu yang sederhana namun pas di tubuhnya. Bara sudah rapi dan siap pergi. Mendengar langkah kaki turun Gea cepat-cepat keluar.
" Ayo" Ajak Bara tampa menoleh ke arah Gea. Gea hanya mengangguk sambil jalan di belakangnya.
Mereka pergi ke restoran. Sampai di restoran Bara jalan lebih dulu, Gea menghela napasnya sambil jalan pelan-pelan.
" Bara!" Panggi Karisa seraya melambaikan tangannya. Bara mengangguk sambil jalan menghampirinya. Karisa melihat Gea di belakang Bara hanya tersenyum senang.
"Bahkan dia malu jalan sama wanita licik itu ". Batin Karisa.
Karisa langsung memeluk bara da mencium pipinya.
" Kamu memang terbaik Bara!". Ucapnya. Bara senang Karisa bersikap manis lagi ke padanya.
Karisa terus mengalihkan perhatian Bara dan cerita masa lalunya, Gea merasa tidak nyaman di sana. Tidak lama Aksan datang dan membawa bunga berikut cincin. Aksan jalannya mulai pelan melihat Gea ada di sana juga. Aksan senang dan bersemangat, dia lupa kalau di sana ada Karisa juga.
" Hai Gea". Aksan menyapa Gea terlebih dahulu, membuat Karisa dan Bara menoleh. Gea hanya tersenyum tipis sambil mengangguk.
" Hai" Jawab Gea dengan suara pelan
__ADS_1
" Kamu cantik sekali!". Puji Aksan seraya duduk di samping Gea. Karisa langsung kesal mendengar Aksan memuji Gea bukan dirinya.
Bara langsung melihat ke arah Gea.
" Oiya Sa, ini pesanan mu. hai Bar?!". Aksan menyapa Bara lalu ia meletakkan bunga dan cincinnya di meja. Tidak ada jawaban dari Bara. Aksan pokus lagi sama Gea.
" Ayang kamu lupa?, bukan seperti ini caranya?". Ujar Karisa. Deg Aksan langsung ingat. Aksan mendekati Karisa lalu bicara pelan.
" Maaf Sa aku tidak bisa!" Bisik Aksan. Bara mendengarnya. Karisa langsung marah dan emosi.
" Oke kalau kamu gak mau aku akan bilang sama Bara kalau ini semua kamu yang minta!". Karisa hendak bicara namun Aksan langsung mengambil bunganya dan langsung jongkok.
" Ini untuk kamu, dan maukah kamu jadi istriku!". Ujar Aksan. Bara dan Gea terkejut mendengarnya. Semua pengunjung meneriakinya.
" Terima, terima, terima" Suara mulai rame dari pengunjung restoran. Gea melihat Bara merasa sedih. Bara hanya diam membisu melihat wanita yang di cintai nya di lamar sahabatnya.
Aksan terpaksa melakukan ini demi Bara agak dia bisa dekat dengan Gea lagi. Karisa langsung melihat ke arah Bara.
" Bar, menurutmu, apa aku harus menerimanya?". Bara tidak menjawabnya dia masih diam membisu hatinya sangat sakit. Karisa tidak ingin berlama-lama membuat Aksan menuggu dia langsung menjawabnya.
__ADS_1
" Ya aku mau!". Jawab Karisa. Dari kejauhan Mia merekamnya dan langsung memberikan ke wartawan. Aksan menarik napas panjangnya sambil menatap wajah Bara.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih