
Pagi-pagi Gea bangun membuat membuat sarapan, setelah membuat sarapan Gea mandi, melihat suaminya sudah bangun. Aksan mencium istrinya dulu lalu mandi.
Keluar dari kamar mandi Aksan langsung bersiap. " Ai aku pergi yah?" Gea ingin pamit. " Sayang, aku juga ikut, aku ingin menemanimu disana!”. Gea seneng Aksan mau menemaninya. " Oke ayo kita pergi".
Di pengadilan....
Sebelum memasuki persidangan Gea dan Aksan menuggu di luar, disana mereka melihat Bara berserta Adam dan adiknya. Gea menatapnya begitu juga dengan Bara. Aksan melihatnya hatinya panas melihat Gea dan Bara saling menatap.
" Hmmmm" Aksan pura-pura batuk agar perhatian istrinya tertuju padanya. Gea segera memberikan air minum kepadanya. " Ini di minum Ai" Ucap Gea. " Hai Ge, senang bisa berjumpa dengan mu lagi!" Sapa Adam. " Hai kak Adam, apa kabar?" jawab Gea. " Aku baik, E, iya aku mau undang kamu nanti di hari pernikahan aku dan Tere!" Adam mengeluarkan undangan pernikahannya.
" Wah selamat ia kak!!" Gea seneng akhirnya Adam menemukan jodohnya. Beri dan Bara tidak menghampiri Gea dan juga Aksan. Aksan merasa tidak suka sama Adam dari dulu, makannya mereka tidak tegur sapa.
__ADS_1
" Aku kesana dulu yah!" Kata Adam lalu pergi. Aksan ingin sekali memukulnya. " Kamu tidak perlu datang kesana, aku tidak suka sama dia!" Mendengar suaminya kesel Gea sadar kalau hubungan mereka tidak baik. Gea tidak menjawabnya memilih untuk diam.
Persidangan pun di buka, Gea dan Bara bersaksi untuk memberikan keterangan yang menimpanya. Karisa yang di dakwah kali ini tidak bisa bernapas lega seperti dulu lagi, kejahatannya sudah sangat diluar batas dan bukti-buktinya akurat.
Sebelum dijatuhkan hukuman tiba-tiba Karisa membuat pengakuan yang bikin semuanya terkejut. ” Bara, sebelumnya aku minta maaf, aku ingin memberi tau kamu soal kematian papa Baras!”. Semuanya menuggunya kelanjutan ucapan Karisa. " Sebenarnya papa Baras tidak serangan jantung, melainkan di racun oleh Rey, dan dia juga yang sudah merencanakan semuanya!!". Bara dan juga Beri terkejut. ” Apa maksud kamu Risa!!" Bara mulai emosi namun Beri segera mencegahnya.
Gea di samping Aksan mendengarkan pengakuannya juga kaget.
Bara hanya diam membekuk mendengar pengakuan Karisa barusan.
Gea tau gimana rasanya di posisinya, ia pun hanya bisa diam. Setelah Karisa. Giliran Pak Ripan di adili, namun ia tidak ada rasa penyesalan sedikit pun kepada Gea atas perbuatannya ia terang-terangan mengaku sudah menghabis kedua orangtuanya.
__ADS_1
Gea berusaha tegar dan sudah menerimanya sejak awal.
Pak Rey di hukum seumur hidup tanpa ada jaminan untuk bebas. sedangkan Jena hanya dihukum 2 tahun penjara.
Selesai jadi saksi Gea dan Aksan hendak pergi. " Gea tunggu!". Gea dan Aksan menoleh. Bara mendekatinya. ” Ini, sejak dulu aku ingin memberikan langsung kepadamu, ini sertifikasi asli rumahmu yang Rey curi dulu!" Gea menerimanya.
Bara hendak pergi. " Tuan!" Gea menghentikan langkahnya. ” Terima kasih, semoga tuan selalu bahagia!" Bara langsung pergi tampa menoleh lagi ke arah Gea. " Ayo sayang " Ajak Aksan sembari memeluknya dan pergi.
Tamat......
Terima kasih 🙏 sudah mau mampir dan baca tulisan aku, dan mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang. semoga kalian selalu sehat dan bahagia.🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1