Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 74


__ADS_3

Gea bangun dari tidurnya dan mengingat kejadian semalam. lalu dia melamun di tempat tidurnya. Sarah yang baru keluar dari kamar mandi melihat Gea bengong segera mendekatinya. " Hmmm ²" Gea tersadar dan langsung bangun.


" Cieee yang sebentar lagi mau nikah, aku bahagia lihatnya!. Ejek Sarah. Gea hanya tersenyum langsung pergi ke kamar mandi. Sarah tertawa geli melihatnya Gea masih malu-malu.


Sarah menyalakan telivisi dan melihat acaranya, benar saja acara Gea dan Aksan jadi trending topik di mana-mana Aksan dan Gea di bahas di TV. Bel rumah berbunyi.


Sarah segera turun dari kamarnya untuk membukakan pintu. " Dengan Nona Sarah?. ucap pria di depan pintu. " Iya saya sendiri!. Pria itu mengeluarkan kunci mobil. " Ini hadiah untuk anda nona, dari tuan Aksan!. sembari memberikan kunci mobil. Sarah melotot terkejut mendengar nya. " Ini serius mas, mobil BMW itu untuk aku!!. Pria itu mengangguk. " Saya permisi nona, dan ini surat²nya. pria itu pamit lalu pergi. " Terimakasih mas!.


Sarah menghambur ke mobilnya dan segera masuk. " Semoga ini bukan mimpi indah!. Ucapnya sambil menyalakan mobilnya. " Ah aku senang banget punya mobil. tuan Aksan memang baik. teriaknya di dalam mobil.


Di tempat lainnya..


Aksan sudah di kantor.


Ponselnya berdering.


" Iya" Aksan..


" Tuan muda terima kasih mobilnya!" Sarah.


" Sama-sama, tapi kamu harus ingat tidak boleh ada seseorang yang menyakiti Gea!. Aksan.


" Baik tuan muda.. Sarah.


Dahlan mendengarnya dan menuggu Aksan selesai telepon. " Tuan, saya ingin menemui pak Ripan apa anda mau ikut!. Aksan berpikir sejenak.


" Oke saya ikut. saya ingin lihat gimana wajahnya nanti ketika dia tau anaknya sendiri yang membocorkan rahasianya!!. Dahlan setuju. " Gimana soal rumah nona tuan!. tuan Bara memberikan kepada saya untuk nona. " Aku akan memberikannya sebagai hadia pernikahan!. jawab Aksan.


" Dan iya, saya ingin pesta pernikahan yang megah dan paling bagus di kota ini!. Kata Aksan. Dahlan mengangguk.


Di rumah Gea....


Gea melihat ada mobil baru dan di dalamnya ada Sarah yang terlihat senang. " Sar, ngapin didalam situ?" Tanya Gea. Sarah segera keluar. " Kamu tau ini mobil siapa?" tanyanya. Gea menggelengkan kepalanya. " Ini mobilku dari tuan muda!. jawaban sembari memeluk Gea.

__ADS_1


Gea ikut senang melihat Sarah bahagia. " Oia Ge, hari jadi gak bantu Bella?" Tanyanya. Gea baru ingat juga dengan Bella. " Oke, aku hubungi Bella dulu yah!. Jawab Gea.


Gea menghubungi Bella.


" Iya kak Gea?" Bella.


" Gimna soal Dion?" Gea.


" Sudah diurus sama ka Beri kak, selamat yah kak, sebentar lagi kakak menikah!. Bella.


Gea mendengar suara Bella sedih.


" Terimakasih, kamu baik-baik aja kan?" Gea


" Sebenarnya aku sedih kakak gak bisa rujuk lagi dengan ka Bara, tapi aku bahagia melihat kakak bahagia. Bella.


" Maafin Kakak yah!. Gea


" Kenapa kakak harus minta maaf, kakak gak salah ko. Oia kak aku ada kelas hari ini, dosen udah datang, daah kakak. Bella.


Gea menggelengkan kepalanya.. " Aku harus bangkit Sarah, dan aku harus jebloskan orang yang sudah membunuh kedua orang tua ku!!. Sarah menepuk pundaknya. " Betul, aku akan selalu ada di belakang mu Ge.


Di tempat lainnya..


Aksan dan Dahlan ke kantor tripani. kantor itu dulunya yang mendirikan adalah ayahnya Gea sampai perusahaan itu berkembang pesat dan dikenal.


" Tuan, di depan ada tuan Aksan ingin bertemu!. ucap sekertarisnya.


Pak Ripan terdiam " Ada apa dia menemuiku!. bilang aja aku sibuk!. Jawaban sambil memainkan ponselnya.


Sekretaris itu keluar. " Maaf tuan, bos saya sibuk, anda bisa kesini lagi besok kalau beliau tidak sibuk!. Mendengar itu Aksan segera maksa masuk di ikuti oleh Dahlan.


" Tuan!!, anda tidak bisa seenaknya masuk gitu aja!. Teriak sekertarisnya. Aksan melihat diruangannya tidak ada siapa-siapa hanya ada Pak Ripan duduk sedang memainkan ponselnya.

__ADS_1


" Anda sangat tidak sopan!!, main masuk keruangan saya gituh aja!!. Aksan malah tersenyum licik. Aksan duduk di kursi tampa disuruh duduk, Dahlan berdiri di sampingnya. " Panggilkan keamanan!!. teriak Pak Ripan kepada sekertarisnya.


" Coba aja kalau berani, saya akan beri tau mereka kalau anda seorang pembunuh!!. Pak Ripan melotot mendengarnya." Anda bukan hanya tidak sopan, anda sudah fitnah saya anak muda!!. Aksan masih tersenyum licik. Aksan meleparkan rekorder kehadapannya.


Pak Ripan mendengarkan suara anaknya dan melotot.


" Kamu keluar!. kepada sekertarisnya. Sekertaris itu lalu keluar.


Aksan menyilangkan kakinya sembari menyederkan kepalanya di kursi.


" Mau anda apa?!. apa anda mau memeras saya, anda pikir saya bodoh, hanya dengan anak saya biacara seperti itu anda merasa memang!!. Pak Ripan tidak gentir dengan Aksan.


" Anda lupa kalau di rumah tripani ada kamera tersembunyi!. Pak Ripan hampir tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya. ketika mendengar Aksan bicara seperti itu. " Apa!!, padahal saya udah rusak semuanya. gumamnya. Pak Ripan masih diam.


" Masih mau berkelit!!, saya bisa aja langsung memberikan bukti ini kepada polisi!!. Pak Ripan segera sujud. " Jangan saya mohon, saya tidak mau di penjara, anda ingin uang saya bisa berikan kepada anda dengan jumlah yang banyak!. tapi saya mohon maafkan saya!. ujarnya Lirih.


Aksan menarik napasnya lalu berdiri dan membenarkan jasnya. " Kemana hilangnya Pria sombong tadi !. Kenapa sekarang terlihat pengemis seperti ini!!. ejeknya. Tampa Aksan tau Pak Ripan mengepalkan tangannya dan menahan amarahnya.


" Saya hanya ingin anda mengembalikkan perusahaan ini kepada Gea di depan media dan secara hormat!!. kalau dalam dua hari ini anda tidak mengembalikannya jangan salahkan saya kalau polisi datang menangkap anda!!. Aksan segera pergi melewatinya Pak Ripan yang sedang sujud di bawah kakinya.


Dahlan sangat kagum dengan Aksan, dia tidak pernah melihat Aksan seperti itu. " Nona Gea sangat berpengaruh terhadapnya. Batin Dahlan.


Pak Ripan membanting semua barang dimeja. " Arggggggg!!" teriaknya kencang " Sialan Aksan!!. pasti gara-gara si Gea, awas kamu Gea!!. Ucapnya penuh dengan kebencian.


Pak Ripan ingat lagi dengan ucapan Jena anaknya.


" Anak sialan bisa² nya dia bicara seperti itu. Pak Ripan segera mengirimkan pesan kepada Jena.


Aksan terseyum sambil merebahkan tubuhnya di kursi belakang. " Kamu lihat tadi wajahnya?, awalnya terlihat sombong, ketika saya mengeluarkan jurus pamungkas wajahnya langsung pucat, sepertinya mau berdiri aja susah!!. Hahahha. Aksan sangat senang.


Dahlan jadi pendengar yang baik dan tersenyum.


******

__ADS_1


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2