Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 56


__ADS_3

Bara menghentikan mobilnya di pinggir jalan dekat pintu masuk utama gedung apartemen Gea. Iya segera turun dan langsung pergi ke loby Bara menghampiri sekuriti. "Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya sekuriti " Saya ingin bertemu dengan nona Diana. ucap Bara. Sekuriti itu berpikir nama Diana kan banyak iya tidak langsung menjawabnya. Tiba-tiba seorang pria datang " Cepat ² telepon ambulance tunangan Pak Aksan pingsan di depan pintu kamarnya. ucap staf kebersihan.


Mendengar nama tunangan Aksan Bara langsung bertanya. " Dimana dia. tanyanya panik. Staf keamanan langsung mengajak Bara dan langsung melihat Gea sedang di gotong seseorang. " Bawa ke mobilku saja!. pinta Bara. Gea segera membawanya ke rumah sakit bersama satpam yang mengemudikan mobilnya.


Wajah Gea sangat pucat, dan tubuhnya lemas. Bara merasa sedih melihatnya. " Gea bangun.. Gea ini aku. ayo bangun Ge. Bara berusaha membangunkan Gea. Bara menggenggam tangannya dan melihat tangannya bekas luka. Sampai dirumah sakit Gea digendong Bara dan langsung menemui dokter. Bara di bantu suster untuk meletakan Gea di tempat tidur dan membawanya langsung ke ruangan UGD.


Bara terlihat cemas melihat Gea tidak sadar². Pak satpam menemui Bara. " Tuan ini kunci mobilnya. ucapnya seraya memberikan kuncinya. Bara memberikan uang di sakunya " Untuk naik taksi pak. kata Bara " Terimakasih pak" ucapnya lalu pergi.


******


Di mobil. " Tuan, nona terlihat pucat tadi pagi, Iya tidak tidur semalaman menjaga anda, bahkan saat anda muntah Nona membantu anda. ucap Dahlan. Jadi benar kalau malam itu Gea merawat ku, itu bukan mimpi. batin Aksan.


Sampai di apartemen Aksan segera turun dan langsung menemui Gea.


Aksan menekan tombol bel, tidak ada yang membukanya. kebetulan asistennya datang. " Tuan muda. sapa asistennya. " Cepat buka pintunya!. ucap Aksan. Asisten itu langsung membukakan pintunya.


" Ai kamu dimana!. panggil Aksan. Tidak ada jawaban. Aksan mulai mencari keberadaan Gea di kamarnya tidak ada. Aksan mengecek kamar mandinya kosong balkon tidak ada. " Dimana dia. ucapnya.


Aksan menghubungi ponsel Gea. Hanya terdengar suara operator. Nomornya tidak aktif. Aksan langsung cemas. "Tuan muda!. ucap Dahlan sedikit mengatur napasnya . " Kamu habis lari. tanya Aksan. " Bukan tuan, tapi nona tidak ada disini kata staf keamanan nona di bawa ke rumah sakit tadi iya pingsan!. Aksan melotot. " Apa!. dibawa kerumah sakit mana dia?. tanya Aksan. " Saya belum nanya tuan, tadi saya menghubungi anda nomor anda sibuk. sebaiknya kita susul kesana. ucap Dahlan. Aksan dan Dahlan segera turun ke bawah.

__ADS_1


Sebelum pergi Aksan menemui satpam yang mengantarkan Gea kee rumah sakit. " Pak di bawa ke rumah sakit mana tunangan saya?" tanya Aksan hawatir. " Ke rumah sakit UD tuan, dan pria itu yang membawanya!. Mendengar nama Pria Aksan terkejut. " Pria.. siapa dia?. tanyanya lagi. satpam itu menceritakan semuanya dan ciri-cirinya sama Aksan. " Sialan Bara!". ucap Aksan seraya mengepalkan tangannya dan langsung pergi.


Gea mulai siuman, " Dimana ini!.. Lirihnya matanya langsung melotot melihat Bara ada di hadapannya. " Tuan" Lirihnya. " Tadi kamu pingsan aku yang membawamu kesini. Kamu baik-baik aja kan!. Tanya Bara hawatir.


Gea mengangukkan kepalanya. " Kamu mau makan, aku belikan dulu. ucap Bara lalu pergi keluar. Gea ingin melarangnya namun Bara keburu pergi. Gea ingat dengan Aksan iya pun bangun dari tidurnya dan mencari ponselnya dan tasnya. Gea merasa lemas dan iya pun baring lagi di tempat tidur dengan tangan di infus.


Tidak lama Bara masuk, Iya membawakan bubur untuknya. Bara membukakan makanannya dan langsung memberikan kepadanya. " Aku bisa sendiri. tolak Gea yang melihat Bara ingin menyuapinya. Bara segera memberikan makanannya. Gea bingung tangan kanannya di inpus dan dia tidak mungkin makan mengunakan tangan kiri. Gea terdiam sejenak sambil berpikir gimana caranya. Bara meraih makanannya. " Jangan keras kepala!. Bara segera menyendok nya dan langsung memberikan ke mulut Gea.


Gea ingat kejadian dulu, dimana dia ingin sekali di nyuapin Bara dan makan dari tangannya seperti dia nyuapin Karisa. Gea langsung buang jauh-jauh pikiran itu. Aksan, iya Aksan dia pria baik dan sayang kepadaku. batin Gea.


Tidak sadar makanan itu habis, " Apa kamu masih lapar?. tanyanya lagi. Gea menggelengkan kepalanya. " Tidak terima kasih. Jawabnya. Lalu Bara duduk di sofa kamarnya. " Tuan, apa aku boleh minta tolong!?. ucap Gea. Bara mengangguk. " Ponselnya gak ada aku ingin menghubungi Aksan. pinta Gea. Bara langsung diam. " Aku juga tidak membawa ponsel, ponselku tertinggal di mobil. jawab Bara. Gea langsung diam.


Sampai dirumah sakit. Aksan buru-buru turun dan di ikuti Dahlan dari belakang. " Tuan muda, biar saya saja yang menanyakannya. ucap Dahlan mendahului Aksan.


Aksan terlihat gusar dan iya tidak tenang. " Tuan, tidak ada nama nona Diana atau nona Gea dirumah sakit ini. pasien yang baru masuk sangat banyak. ucap Dahlan sambil melihat. " Sial!!, Bara kamu bawa kemana Gea hah!!. ucap Aksan marah iya pun langsung menghubungi Bara. Tidak ada jawaban.


" Aku akan mencarinya setiap ruangan ini, aku tidak peduli!!. ucap Aksan Seraya melangkahkan kakinya masuk dan berniat masuk setiap ruangan rumah sakit yang begitu besar. " Tuan saya mohon anda jangan seperti ini, anda bisa bermasalah tuan. Ucap Dahlan sambil menenangkan tuannya. Aksan langsung memegangi kerah kemeja Dahlan. " Lalu aku harus diam hah!!, sedangkan Gea sekarang sedang sama Bara!!. ucap Aksan marah.


Dahlan langsung menenangkan Aksan. " Tuan, saya tau anda cemas, anda jangan seperti ini, anda harus tenang dan berpikir jernih jangan gegabah tuan. pinta Dahlan. Aksan langsung melepaskan tangannya dari Dahlan.

__ADS_1


" Tuan tenang, saya janji secepatnya akan mendapatkan informasi soal nona. ucap Dahlan lalu iya pergi. Aksan langsung diam dan segera pergi ke kantin rumah sakit.


Dahlan mencoba menghubungi seseorang dan meminta bantuannya.


Bara ingat kalau ada janji dengan Pak Rey ,Iya pun langsung berdiri dari duduknya. " Aku keluar sebentar, kalau ada apa-apa kamu bisa minta tolong nanti sama suster yang akan menjagamu dulu. ucap Bara lalu iya pamit keluar.


Di parkiran mobil sebelum iya masuk ke mobil Bara mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Iya menghubungi Pak Rey.


" Halo, Tuan muda saya sudah ada di depan kantor anda. Pak Rey


" Saya sedang tidak di kantor, sebaiknya berkas itu titipkan saja sama Tere. Bara


" Baik taun muda. Pak Rey.


Bara segera menutupnya teleponnya tidak lama ponselnya berdering. Namun iya malah tersenyum dan mematikan ponselnya.


****


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE 🤗🤗🤗 terimakasih

__ADS_1


__ADS_2