
Dahlan masih terjaga diluar kamar Bara. Merasa sudah aman Ia segera masuk dan melihat Bara sudah bisa duduk di ranjang tempat tidurnya.
” Apa kamu ketiduran di luar sana?, saya kan minta tolong belikan ponsel?” Dahlan mengeluarkan ponselnya.
Ia tidak marah walpun Bara memarahinya, karena Dahlan bahagia.” Ponselnya sudah ada nomor dan anda tinggal mengunakannya!. Kata Dahlan sopan.
Bara menatapnya. " Terimakasih” Dahlan hanya mengangguk dan berniat keluar lagi. ” Tunggu!” Bara menghentikan langkahnya ” Ia tuan?” Jawab Dahlan.
” Apa Gea baik-baik saja?” Dahlan menatapnya ” Jika anda tau mereka sudah menikah gimana reaksinya?" Batin Dahlan. ” Saya tidak tau tuan seharian penuh saya disini!" Jawab Dahlan.
" Benar juga yang dia bilang" Gumamnya. Dahlan segera pamit keluar lagi.
*******
Semua tamu sudah pulang, Aksan dan Gea mengantarkan tamu lainnya sampai ke depan rumah.
"Lebih baik kalian ke kamar istrhat, Gea terlihat lelah sekali!" Ejek Sarah menggodanya.
Gea melotot tajam ke arah Sarah. Sarah makin senang melihatnya. " Tuan Aksan, lihat matanya itu tandanya ia ingin cepat-cepat ke kamar!" kata Sarah sembari mengejeknya. Gea tambah melotot seperti ingin menerkamnya hidup ².
Sarah buru-buru pergi meninggalkan mereka berdua.
Aksan melihat ke arahnya. " Sarah benar, ayo sayang kita istirahat" Ajaknya. Gea melihat tajam ke arah Sarah. Sarah menahan tawanya melihat Gea marah.
Aksan membawa istrinya untuk istrhat. Ketika pintu kamarnya dibuka Gea takjub melihat isi kamarnya.
” Ai" Gea melongo dan menutup mulutnya tidak percaya jika poto keluarganya di pajang besar di dalam kamarnya. ” Apa kamu suka sayang?” Gea mengangguk sambil tersenyum senang. Aksan segera menutup kamarnya lalu mulai membuka pakaiannya.
” Ai kamu mau apa?” Gea menutup wajahnya. Aksan menoleh ke arahnya dan tersenyum melihat tingkah Gea begitu lucu. ” Aku buka baju” jawab Aksan santai.
Gea masih dengan posisinya menutup wajahnya berdiri membekuk. Aksan mulai mendekatkan wajahnya dan membuka tangan yang menutupi wajah Gea. " Sayang aku sekarang suamimu, apa aku salah membukanya di depan istriku sendiri!” Gea menelan ludahnya, wajahnya langsung merah.
" Ai aku ingin ganti dulu" Gea cepat-cepat menghindar agar Aksan tidak melihat jika dirinya merasa malu.
Aksan terseyum sambil menggelengkan kepalanya. " Dia itu masih malu-malu" Aksan melepaskan pakaiannya dan menggantinya.
__ADS_1
Gea menarik napasnya memegangi jantungnya yang berdegup kencang.
Gea membuka lemarinya pakaiannya sudah tertata rapi, ” Sayang apa kamu suka sama pakaiannya?” Tiba-tiba Aksan bicara di belakangnya. Gea melotot terkejut. Aksan memeluknya dari belakang.
Gea makin gusar Aksan benar-benar beda. ” Harusnya aku senang karena dia sekarang suamiku, lalu kenapa aku menahan diri" Batin Gea sembari diam.
Aksan mengecup lehernya, Gea melotot. Lalu ia membalikkan tubuhnya istrinya dan posisi mereka berhadapan.
Aksan mengangkat wajahnya lalu menciumnya dengan lembut. Gea masih diam kaku.
Tangannya mulai membuka kebayanya. Gea makin gusar buluk kuduk nya berdiri. Mereka melepaskan ciumannya. Sama-sama mengatur napasnya.
" Ai" Gea menatap wajahnya. Aksan masih memandanginya wajah Gea, mereka begitu dekat. " Aku tidak akan meminta hak ku sekarang sayang, aku akan menuggunya sampai kamu siap!” Ucap Aksan. Dihatinya Aksan ingin sekali melakukannya namun ia tidak ingin memaksanya.
Aksan memeluk istrinya, ” Tetap di sampingku sayang” Gea mendengar detak jantungnya berdegup kencang. Gea mendongak melihatnya. " Aku tau kamu pasti menginginkannya sekarang" Batin Gea. " Ai" Gea menarik napasnya.
Aksan melihatnya " Aku sekarang ini istrimu, dan aku siap" Aksan senang mendengarnya.
Aksan mencium bibirnya dengan lembut, Gea membalasnya, makin dalam. Lagi-lagi napasnya mereka hampir habis.
Perlahan Aksan membukakan pakaiannya lalu ia menggendong istrinya ke tempat tidur. Mereka mempersatukan tubuhnya. Awalnya Gea mengeluarkan suara merdunya, namun di tengah-tengah Aksan merasa aneh dan terkejut mengetahui jika Gea masih virgin. Aksan mendengar rintihan Gea kesakitan dan bercucuran keringat.
Aksan ta henti-hentinya menciumi istrinya dan memberikan tanda kepemilikan di sekujur tubuhnya.
Hari menjelang sore sepasang sejoli tidak ada tanda-tanda keluar kamar. Bahkan para asisten tidak berani untuk mengetuk pintunya. Sarah yang tau ia hanya senyum-senyum sendiri. " Pasti Aksan senang mengetahui jika Gea belum pernah disentuh!. Gumamnya.
Bagi Aksan itu bukan hal pertama baginya, ia sering melakukan hubungan **** dengan wanita-wanita cantik dan semuanya rata-rata tidak virgin. Untuk pertama kalinya Aksan menemukan wanita yang sampai sekarang menjaga kesuciannya dan itupun adalah istrinya. Aksan tambah mencintai istrinya.
Ritualnya selesai, Gea terlelap tidur di bawah selimut, Aksan menatap wajahnya dengan lekat melihat di seprai ada bercak darah, bahkan dikaki putihnya ada darah yang mengering.
Aksan dibuat gila sama istrinya, " Siap-siap jika dia bangun aku akan memakannya lagi. Gumamnya sambil tersenyum. Aksan merebahkan tubuhnya di sampingnya.
Aksan mengecup bibirnya lagi ” Aku sangat cinta dan sayang kamu istriku" Aksan segera bangun dan mengambil ponselnya.
Aksan melotot melihatnya pesan dari Sarah...
__ADS_1
💌..
" Selamat ia tuan, jika anda berhasil menaklukkan Gea di atas ranjang anda pasti akan menemukan surga..
Aksan tersenyum tipis ” Jadi dia tau semuanya" Aksan memotret istrinya yang terlelap tidur dan hanya wajahnya yang terlihat lalu ia kirimkan poto itu sama Sarah.
Sarah yang sedang dikamar tamu mendengar suara pesan masuk langsung membukanya matanya hampir keluar.
Aksan menuggu balasannya... Tidak lama pesan masuk.
💌.......
" Gimana bisa anda menaklukkan singa seperti Gea tuan?"
Aksan tertawa terbahak-bahak lalu menutup mulutnya dengan bantal, takut Gea bangun dan mengetahuinya jika dirinya sedang pamer kepada sahabatnya.
Sarah tertawa terpingkal-pingkal membaca chat nya.
Malam pun tiba....
Aksan melihat istrinya masih terlelap tidur seperti bayi yang kenyang habis minum susu. Ia pun segera menyuruh asistennya untuk membawa makanan ke dalam kamar.
Tidak lama asistennya datang dan masuk, tampa rasa malu Aksan menyuruh pelayanannya menaruhnya di samping meja dekat Gea tidur. Pelayan itu merasa malu dan menahan tawanya melihat bos-nya sedang baring di tempat tidur.
Gea yang sadar membuka matanya perlahan, melihat Risma membawa nampan Ia terkejut dan langsung bangun. Dia lupa jika tidak memakai pakaian sehelai pun. Gea buru-buru menarik selimut ketika melihat tubuhnya yang polos terlihat sama Risma.
Gea melihat ke arah Aksan. Namun expresi Aksan santai malahan Aksan langsung mencium bibir istrinya di depan Risma. ” Pasti kamu lapar tadi tenaganya habis kekuras" Gea benar-benar malu dibuatnya ia menutup wajahnya dengan selimut.
Risma segera pergi dari kamarnya dan menutup pintunya.
Aksan menarik selimutnya. ” Sayang apa kamu malu?” Gea mengangguk. Aksan mengangkat wajahnya. ” Ayo kita makan habis itu kita mandi bersama!. Ejeknya. Wajahnya langsung pucat. " Hahahaha” Aksan tertawa geli melihat Gea seperti itu.
" Baru kali ini aku mendapatkan kebahagiaan dari kamu sayang” Batinnya lirih. Aksan mengambilkan makanan lalu menyuapi istrinya dengan pelan.
Gea menatap suaminya yang sedang memberinya makan. " Ai kamu juga makan!” Aksan mengangguk ia pun makan bersama.
__ADS_1
******
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗