Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 58


__ADS_3

Bara menemui seseorang di cafe. " Saya ingin menjebak seseorang dan ingin membuat orang itu malu!. kata Bara kepada Pria tersebut" Baik tuan, saya akan lakukan sesuai keinginan anda!. jawab pria tersebut.


Bara memberikan amplop besar isinya uang banyak. " Sisa nya akan aku lunasi setelah rencana itu berhasil. Bara segera meninggalkan cafe itu dan pergi.


Aksan dan Gea memperlihatkan kemesraannya di depan Karisa. Karisa semakin panas dibuatnya bahkan iya ingin sekali pergi dari tempat itu namun Karisa tidak ingin kalah dengan Gea. " Diana kamu tau gak aku mantannya Aksan lo!. kata Karisa membuat keduanya melihat ke arahnya. Karisa berharap Gea cemburu. Namun expresi Gea datar tampa expresi. " Sial Kenapa dia gak nanya sih!!. batin Karisa kesal.


Gea menghela nafasnya sembari tersenyum lebar " Aku tau. Aksan sudah memberi tau semuanya kepada ku!, iya kan sayang?" tanya Gea kepada Aksan. " Betul banget sayang!, lagian itu hanya masa lalu dan seharusnya aku membuangnya jauh-jauh!. jawab Aksan sembari tersenyum.


" Sialan beraninya mereka!!. Batin Karisa. Makanannya datang pelayan itu langsung menyajikannya di meja. Aksan langsung melahapnya dengan Gea, Aksan begitu perhatian terhadap Gea bahkan Karisa belum pernah diperlakukan seperti itu dulu olehnya.


Selesai makan. Karisa Hendak pergi. Namun Gea ingat sesuatu. " Karisa tunggu. aku lupa memberitahu mu, kalau minggu depan kami akan menikah datang yah?" ucap Gea. Deg Karisa terkejut mendengar mereka akan menikah. " Minggu depan?, kalian yakin menikah secepat itu?!" tanyanya ketus " Yakinlah Diana ini wanita baik-baik dan pastinya dia tidak mudah tidur dengan pria lain!. kata Aksan sambil tersenyum mengejek ke arah Karisa.


Wajah Karisa langsung merah menahan amarah sambil memegangi tasnya, Karisa langsung pamit dan pergi meninggalkan restoran. Gea dan Aksan langsung tertawa.


" Sialan Kalian semua!!. Gua pikir gua duluan yang nikah dan membuat kamu menyesal Aksan Sjuman!!. teriak Karisa di dalam mobil sembari memukul setir mobil. " Bara harus cepat² nikahin Gua. harus itu. batin Karisa.


" Ai, apa aku sangat keterlaluan membuat dia se'kesal itu?. tanya Gea. " Tidak sayang dia memang harus diberi pelajaran sesekali. jawab Aksan. " Kamu itu memang baik, aku beruntung bisa mendapatkan kamu Ge. batin Aksan.


Aksan kali ini mengajak Gea kerumahnya. Penjagaannya di perketat dari sebelumnya. " Ai, kenapa kamu malah ajak aku kesini?" Tanya Gea. " Sebaiknya kamu disini dulu yah sayang, aku tidak mau kamu kenapa² sebentar lagi kita kan mau menikah!. Jawab Aksan lembut.


Raut wajah Gea berubah. Aksan sadar hal itu.

__ADS_1


" Kamu gak usah takut sayang, aku di kamar bawah sedangkan kamu di kamar atas!. ujar Aksan membuat hati Gea tenang.. Gea pun setuju dan langsung di bantu asistennya Aksan ke atas untuk istrhat.


" Aku tidak ingin kamu bertemu lagi dengan Bara Gea!. Batin Aksan sembari melihat Gea yang sedang menaiki tangga.


Sebelum keruangan kerjanya Dahlan mengumumkan kesemua asisten agar berkumpul di halaman belakang Dalam 5 menit semuanya harus berkumpul.


Aksan langsung menghampiri mereka di belakang di ikuti oleh Dahlan.


" Mulai hari ini kalian harus melayani dan menuruti kemauan calon istri saya!, dan juga kalian harus jaga dia seperti menjaga nyawa kalian sendiri. Saya tidak mau terjadi apa-apa sama calon istri saya!. Kalian paham!!, kalau terjadi apa-apa sama nona kalian, maka kalian akan saya hukum!. Kata Aksan membuat semuanya tertegun mendengarnya. " Baik tuan muda" jawabnya serentak.


Dahlan berdiri di belakang Aksan " Dahlan ikut saya!. ajak Aksan keruangannya. " Lan aku ingin menyebarkan undangan besok. Malam ini harus jadi undangannya dan pagi-pagi sudah harus di sebarkan" kata Aksan sambil duduk di kursi kerjanya. " Baik tuan muda, selamat ya tuan muda!. ucap Dahlan.


Di klub malam Karisa sedang minum-minum dengan temannya seperti biasa " Risa, kamu sudah banyak minum sebaiknya kita pulang yu. ajak temannya. Namun Karisa enggan untuk pulang!. Tidak lama seorang pria menghampirinya. " Hai nona apa saya boleh bergabung dengan kalian?" ucapnya sambil menatap Karisa. Karisa dan temannya melihatnya. Matanya langsung melotot melihat pria itu sangat tampan dan berkarisma.


Lama kelamaan Nina merasa di kacangin oleh mereka berdua. Nina memutuskan untuk pulang duluan. Karisa tidak peduli dengan Nina yang mengajaknya pulang. iya terus ngobrol dengan Deril hingga larut malam. Tampa Karisa sadari Deril memasukkan obat ke minumannya. Malam semakin larut Tubuh Karisa terasa panas dan kepalanya mulai pusing.


Di tempat lainnya Bara menuggu kabar dari seseorang tidak lama ponselnya berdering. Bara tersenyum lebar dan langsung mengangkat teleponnya.


" Iya halo" Bara


" Tuan sasaran kita sudah masuk ke perangkap kita?" orang suruhan Bara.

__ADS_1


" Bagus!, persiapkan semuanya sebentar lagi aku kesana?. Bara.


" Baik tuan" orang suruhan Bara.


Bara menutup telponnya langsung bergegas pergi.


Gea tidak bisa tidur hingga tengah malam. Iya keluar kamar dan pergi ke teras, " Mam, sebentar lagi aku menikah dengan pria yang sangat baik kepadaku!, doakan Gea yah mam" Batin Gea sembari melihat ke atas langit.


Aksan yang hendak masuk ke kamar mendengar suara pintu atas kebuka. Segera melihatnya dan naik. Benar saja di atas iya melihat Gea sedang termenung. Aksan segera menghampirinya " Ai sedang apa kamu diluar? , yang ada nanti kamu masuk angin sayang. ucap Aksan yang begitu hawatir. Gea menoleh ke arah Aksan. " Aku tidak bisa tidur mungkin belum terbiasa!. jawab Gea sembari menghampiri Aksan dan langsung memeluknya. Aksan terkejut mendapati Gea memeluknya secara tiba-tiba. Tubuhnya merasa hangat, Aksan membalas pelukannya dengan erat. Desiran angin membuat keduanya merasakan nyaman satu sama lainnya.


Mereka berpelukan cukup lama, Gea merasa kesepian dua hari yang lalu Aksan cuek kepadanya membuat Gea sadar kalau Gea mulai tidak bisa jauh dengan Aksan. Gea mendongak menatap wajah Aksan. Gea memperlogar pelukannya " Terimakasih sudah baik, dan menjaga aku Ai !. Lirih Gea sembari memandangi wajah Aksan. Jantung Aksan berdegup kencang. Karena wajahnya dengan wajah Gea begitu dekat. Aksan tidak bergeming. Gea mendekatkan wajahnya ke arahnya dan mencium pipinya " Aku tidur dulu" Ucapnya seraya tersenyum manis Gea meninggalkan Aksan yang sedang mematung di teras.


Gea masuk ke kamar duluan, Aksan memegangi pipinya hatinya sangat bahagia bahkan rasa itu belum pernah iya rasakan sebelumnya. Aksan menatapnya sampai Gea menghilang. Saking senangnya Aksan senyum² sendiri.


Di sebuah hotel, Karisa sudah tidak sadar, disampingnya ada pria yang bernama Deril sedang menemaninya. Matanya mulai kebuka. " Aku dimana!. lirihnya seraya memegangi kepalanya. Tiba-tiba tubuhnya tambah panas dan Karisa sudah tidak bisa menahan hasratnya. " Bantu aku, aku sudah tidak kuat!. hardiknya langsung mencium bibir Deril. " Sayang sabar, sebelum kita melakukannya, aku ingin dengar dari mulut kamu sendiri. Apa kamu pernah melenyapkan seseorang!. tanya Deril sengaja memancingnya.


Karisa yang terlalu banyak minum dia tidak ingat apa-apa.


Karisa merasa sakit kalau harus menahannya lagi. " Ya aku pernah melakukan itu, tapi bukan aku sendiri, melainkan orang suruhan ku!. ucap Karisa sambil mencium Deril lagi. " Lalu Kenapa kamu ingin melenyapkan orang itu?" tanya Deril. " Karena dia menghalangi aku untuk membuat mantan ku balik lagi. dan aku yakin dia tidak ingin hidup karena aku udah menjebaknya!. Karisa membongkar rahasianya kepada Deril dan menceritakan semuanya tmpa iya sadari.


" Ayo Deril aku sudah tidak bisa menahannya!. ucap Karisa sambil mengerayangi tubuh Deril. Deril dengan senang hati meladeninya sampai Karisa puas. jelas Karisa seperti cacing kepanasan karena Deril memasukkan obat perangsang kepada Karisa dengan dosis tinggi.

__ADS_1


*********


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2