
Di restoran. Tampa sengaja Gea menatap Bara dari jarak dekat. Bara sadar kalau Gea sedang menatapnya.
Bara menatap Gea yang sedang menatapnya juga. Gea segera mengalihkan pandangannya lalu iya hendak pergi. " Tunggu!" ucap Bara. Gea menghentikan langkahnya. masih dengan posisi membelakangi Bara.
" Kamu mau kemana?". Tanya Bara. Gea benar-benar gugup. " Apa kamu menyukai bunga ?. tanya Bara. Gea bingung kenapa Tiba-tiba Bara tanya soal itu.
" Saya?, " ucapnya sambil menundukkan wajahnya.
" Ya lalu siapa lagi!" tanya Bara.
Gea mengangguk. " Bunga mawar?" tanyanya lagi. Gea menggelengkan kepalanya.." Lalu?" tanyanya . Ada apa sih sebenarnya dengan manusia aneh ini. gumam Gea.
" Saya menyukai bunga lili tuan. ucap Gea.
" Oh, oke". Bara melanjutkan makannya lagi.
Gea hanya bengong. iya tidak mengerti dengan sikap Bara yang aneh kepadanya. Memang benar kan dia itu manusia aneh. kalau tidak aneh mana mungkin dia seperti itu. gerutu di hati Gea. Gea duduk lagi di kursi sembari memakan makanannya.
" Gak jadi pergi ke toilet?". Tanya Bara lagi. Deg, Gea lupa. Tadi demi menghindari Bara dia pura ² ke toilet.
Gea langsung berdiri dan pergi. Bara tertawa-tawa melihat Gea bersikap seperti itu.
...******...
Di jalan, Bara berhenti di toko bunga, dia turun lebih dulu lalu tidak lama ia keluar membawa bunga lili.
Melihat Bara membawa bunga Gea senang. " Ini, sebagai rasa terimakasih atas bantuan kamu tadi". Deg, Gea langsung sedih mendengar alasan Bara memberikan bunga itu cuma untuk berterima kasih. Gea hanya diam sembari memegangi bunganya.
Kenapa wajahnya langsung sedih, apa aku salah bicara?. Gumam Bara.
__ADS_1
Sampai dirumahnya.
Gea melihat buket bunga mawar yang sangat indah. lalu iya baca tanda ucapannya. Gea terseyum tipis lalu masuk kedalam rumah.
Bara hanya memperhatikan Gea. Katanya dia tidak menyukainya mawar lalu apa itu.. diterimanya dan di simpan!. ucap di hati Bara.
" Kata kamu tadi tidak suka bunga mawar, lalu apa itu?. kenapa malah kamu terima dan membawanya masuk??" tanya Bara kesal.
" Tuan tidak baik menolak pemberian seseorang, walaupun kita tidak menyukainya, setidaknya jangan membuat hatinya sedih" Jawab Gea.
Bara langsung pergi ke kamarnya. Gea hanya melihatnya sekilas lalu iya pergi ke kamarnya juga.
Bara merasa kesal, dengan Aksan yang mengirimkan banyak bunga untuk Gea.
Aku tampan, kaya, tapi kenapa Aksan selalu mendapatkan apa yang dia mau?. Bara masih bertanya-tanya kurang apa dirinya itu.
...*******...
Iya cepat-cepat turun perutnya merasa lapar mencium aroma masakan Gea . Gea melihat Bara yang sedang menuruni tangga.
" Tuan, makan malam sudah siap. Gea menyiapkan nasi goreng spesial dan susu jahe merah hangat. Dia benar-benar bisa mengerti apa yang aku butuhkan. ucap Bara di hatinya. Bara memperhatikan Gea yang sedang melayaninya.
Mereka makan bersama, suasana hening tidak ada obrolan. selesai makan Gea hendak merapikan cucian kotornya. " Aku ingin kamu buang bunga itu, nanti aku gantikan dengan bunga lili. ujarnya sambil meneguk susu jahe nya.
Gea melihat ke arahnya. " Baik tuan " jawab Gea lalu membawa piring kotor ke belakang.
Gea menatap Bara yang sedang melamun di meja, " Nona Gea biar saya yang mencucinya". Pinta Susi. Gea mengangguk sembari cuci tangan.
Dia ini selalu menuruti kemauan ku. Bara bicara di hatinya. Beda dengan Karisa yang selalu membatah dan debat denganku.
__ADS_1
...*********...
Besoknya.
Gea sudah menyiapkan sarapan dimeja.
Bara menuruni tangga dan memakai pakaian yang sudah di siapkan olehnya.
Bara duduk di meja sembari melihat Gea yang sedang mengambil sarapan untuknya.
" Apa kamu tidak suka ke salon?". Tanya Bara. Deg Gea terkejut mendengarnya.
Apa aku kusam sampai dia bicara seperti itu. Gumam Gea.
Gea menghela nafasnya " Baik tuan!" jawab Gea. Bara lagi-lagi melihat ke arahnya dan melihat wajahnya.
Setelah sarapan Bara bergegas pergi ke kantor...
Gea lagi-lagi hanya bisa melambaikan tangannya ketika Bara sudah melajukan mobilnya.
" Hati² tuan" ujarnya sambil tersenyum manis. Gea bergegas pergi ke depan cermin. " Apa wajahku sudah kusam, sampai dia menyuruhku untuk ke salon.
Di kantor. Bara tidak bersikap dingin kali ini, iya sangat hangat tidak seperti biasanya.
Bara segera menekan tombol telepon yang langsung terhubung kepada sekertaris nya. " Tere pesankan bunga lili dan tolong hantarkan keruangan saya. ucap Bara.
" Baik pak " jawab Tere.
...*******...
__ADS_1
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTe terimakasih banyak🤗🤗🤗 Saya kasih dua Bab, semoga kalian suka