Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 80


__ADS_3

Hari menjelang sore Aksan masih masih mencari-cari Gea dan menghubungi anak buahnya. Ponselnya berdering. Aksan segera mengangkatnya.


” lan, sudah ada perkembangan soal Gea?”.. Aksan


” Tuan muda sebaiknya anda pulang dulu, ada yang ingin saya sampaikan kepada anda!” Dahlan.


” Ada apa?, apa tidak bisa di telpon?” Aksan.


” Tuan, disini ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda!” Dahlan.


Aksan segera menutup teleponnya, Sampai dirumah Aksan melihat mobil Bara langsung menghampirinya. ” Aku berharap Gea sudah kembali. gumam Aksan.


Melihat Aksan datang Bara segera bicara. ” Kamu itu sangat ceroboh Aksan, kenapa kamu malah membiarkan dia bebas, bukannya dia harusnya di penjara!!," Bara bicara sambil menatapnya.


Aksan diam membekuk ” Kamu pikir pamannya akan diam aja menerima hartanya di ambil ali sama Gea, Kamu salah!!, dia itu seperti iblis!!. Bara merasa kecewa dengan sikap Aksan yang menganggapnya sepele.


Aksan mengepalkan tangannya, ” Aku akan menghajarnya sekarang ini juga!!. Aksan berniat untuk pergi lagi, ” Kamu pikir dengan kekerasan dia akan bicara!!. Ucapan Bara menghentikan langkahnya. Aksan melihat lagi kearah Bara.


” Kamu tau kan dia bahkan tega membunuh abangnya demi harta itu!, aku pikir dengan memberikan bukti itu kepadamu kamu akan bertindak malah membuatnya menyakiti Gea!. Aksan baru ingat dengan pamannya Gea, kenapa dia tidak mencurigainya.

__ADS_1


Bara segera pergi ” Tunggu! ” Aksan menghentikan langkah Bara. ” Aku minta maaf, aku akan cari Gea sampai ketemu!. Bara segera pergi meninggalkan rumah Aksan tampa menjawab maafnya.


Bara mengendarai mobilnya. ” Sedang apa dia sekarang?, apa dia sedang membutuhkanku, apa dia lagi menangis!. Bara jadi sedih jika mengingat Gea.


Di perjalanan Bara berpapasan dengan Karisa, ia melihat Karisa dan dua pria di dalam mobil.


Bara merasa ada yang aneh, lalu ia mengikutinya dari belakang berharap kecurigaannya salah.


Dahlan dan anak buahnya yang lain masih mengikuti Pak Ripan dan anak perempuannya. " Pasang mata kalian baik-baik kalau ada yang mencurigakan kalian harus lapor ke saya ingat itu!. Pesan Dahlan kepada anak buahnya.


Di satu sisi Aksan masih menerima kabar dari pihak polisi perkembangan kasusnya. Aksan tidak tinggal diam hanya mengandalkan polisi ia menyewa detektif untuk mencari Gea.


Di tempat yang gelap dan sumpek Gea bangun dari pingsannya. Tangannya di rantai dan juga kakinya di pasung. Gea baru sadar jika dirinya diculik. " Tolong!" Teriaknya dalam hati mulutnya di perban. Gea mulai menitihkan air matanya.


” Apa lo terkejut!!.. Karisa mulai mendekatinya. ” Gua benar-benar benci sama lo Gea!, lo ambil Aksan dari gua dan juga Bara!!. Karisa meluapkan emosinya sembari menekan mulut Gea. ” Cieeh” karisa meludahi wajah Gea sembari menghempaskan wajahnya. Gea menahan rasa sakitnya.


Ia mulai menangis kesakitan. Karisa tersenyum senang melihat Gea menderita. ” lo itu ibarat duri buat gua, jadi gua harus membuang duri itu.. jika tidak maka durinya akan mengenai Gua. lo paham kan maksud gua!!” Gea masih diam membeku.


Karisa menarik napasnya dan segera berdiri. Tidak lama Karisa menepuk tangannya dua kali. Dua pria muncul di balik pintu lalu menghampirinya. ” kalian nikmati saja tubuhnya setelah itu buang jasadnya ke jurang!!. kedua Pria itu tersenyum senang mendengar perintah bosnya. " Baik Bos!. Mendengar perkataan Karisa Gea pasrah jika memang itu sudah takdirnya.

__ADS_1


Ketika Karisa hendak meninggalkan tempat itu. Bara berdiri di depannya membuat Karisa terkejut sekaligus memundurkan tubuhnya kebelakang. ” Bara " Lirihnya. Gea melihat Bara, harapan untuk hidup mulai bangkit lagi. Belum sempat Bara bicara tiba-tiba dari belakang seseorang memukul kepala Bara . Bara jatuh seketika. " Tuan!!. Gea mengeluarkan suara dan memanggilnya.


Karisa masih berdiri tidak bergeming melihat Bara roboh di depannya. Bahkan kepalanya menyentuh kakinya.


Karisa menutup mulutnya niatnya ia tidak ingin menyakiti Bara. Karisa segera berjongkok dan menaruh kepalanya dipangkuannya, ” Bara maafkan aku, aku tidak berniat seperti ini!. Karisa menangis. " Kamu jangan bodoh menangisi pria seperti itu!. Dia sudah membuat mu malu di muka umum, apa kamu lupa?”. Karisa langsung diam Mendengar suara pria yang sudah memukul Bara. Gea melotot melihat siapa yang sudah memukul Bara. " Seret pria ini dan ikat dengan gadis pembawa sial itu!!. Perintahnya.


Bara segera di seret sama anak buahnya, Karisa ditariknya untuk bangun. " Pak Rey" Gea tidak percaya Pak Rey sekongkol dengan Karisa. ” Kamu itu ceroboh banget sayang!, jika aku tadi telat sedikit saja kamu akan di tangkap polisi!!. Mendengar perkataan Pak Rey Karisa menghampus air matanya.


Pak Rey memeluk Karisa dan mengusap wajahnya.


" Sayang bukannya kamu mau balas dendam, harusnya kamu menyiksanya terlebih dahulu, sehingga dia sendiri tidak kuat untuk hidup!!. Mendengar ide Pak Rey Karisa mengurungkan niatnya untuk membunuh Gea hari ini.


Gea sedih melihat Bara diseret-seret dan di letakan tidak jauh darinya. ” Tuan bangun, tuan, tuan!. Gea terus memanggilnya agar Bara sadar. " Risa aku mohon lepaskan tuan, jangan menyiksanya!. Gea memohon kepada Karisa.


Namun usahanya untuk membujuk Karisa gagal.


Pak Rey menghampiri Gea. " Hai Gea kita ketemu lagi ” Pak Rey mencengkeram wajah Gea . ” Gara-gara kamu aku kehilangan rumah tripani, bahkan aku jatuh miskin karena ulah mu!. Gea makin sedih gara-gara dirinya Bara jadi korban. " Pak Rey saya mohon lepaskan tuan!, dia tidak salah!. Sekarang Gea memohon kepada Pak Rey. Pak Rey malah tersenyum licik dan segera berdiri.


" Tinggalkan mereka berdua!, kalian jaga di depan, dan ingat jangan sampai mereka kabur. Pak Rey memerintahkan anak buahnya. Sebelum pergi Pak Rey mengambil ponsel Bara dan kunci mobil. Karisa yang sedih melihat Bara hanya patuh kepada pak Rey.

__ADS_1


******


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗


__ADS_2