Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 63


__ADS_3

Di perjalanan menuju pulang Gea sudah tidak bisa menahan sedihnya iya menangis memegangi dadanya yang terasa sesak. Gea bingung di posisinya seperti ini.


Aksan masuk ke dalam kamar Gea. Di ikuti Dahlan. Ponsel dan pakaiannya masih utuh, Gea tidak membawa barang-barangnya. Aksan merasa sedih melihat kamar bekasnya.


Hatinya sangat hancur. Sifat arogannya sudah tidak ada lagi dirinya. Dahlan tidak bisa berbuat banyak untuk mencegahnya


Dahlan langsung bicara " Tuan anda harusnya memperjuangkan Nona, kalau tuan seperti ini gimana nona mau yakin kalau tuan benar-benar mencintainya. Aksan terdiam. " Tuan, ini kesempatan anda untuk mendapatkan nona, kesempatan ini tidak datang dua kali!. Dahlan masih berusaha agar Aksan mengurungkan niatnya.


Aksan langsung menatapnya dengan tatapan tajam. Dahlan langsung berhenti tidak bicara lagi. " Tinggalkan aku sendiri!. ucap Aksan. Dahlan mengangguk dan pamit pergi.


Dahlan yang ingin keluar rumah tiba-tiba melihat Aksan turun mengikutinya. " Lan kita susul Gea!. ucapnya. Dahlan langsung senang " Baik tuan muda. Dahlan dan Aksan hendak naik mobil. Tidak lama mobil datang. Aksan dan Dahlan melihat ke arah mobil itu.


Aksan mengepalkan tangannya melihat seseorang yang datang. " Apa dia mau menghinaku Karena Gea sudah memilihnya. Batin Aksan. " Mau apa lagi kamu kesini??. tanya Aksan langsung. " Di mana Gea??. tanyanya. Aksan dan Dahlan saling melihat. " Aksan, dia masih istriku kembalikan dia kepadaku!!. Kata Bara. Aksan bingung dan berpikir bukannya Gea menemuinya tapi kenapa Bara malah mencarinya.


" Bukannya tadi dia menemuimu!?. Tanya Aksan. " Udah lah Aksan Gua tau lo bohong kan!. Gea pasti ada di dalam!. kata Bara. " Gea Keluar, Gea ini aku, aku tau kamu dibawah tekanan Aksan. Bara berteriak memanggil nama Gea. " Kecilkan suaramu itu Bara!!. Gea tidak ada dirumah, tadi dia menemuimu kan!!. Bara tidak percaya iya pun langsung masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa.


Aksan dan Dahlan mengejarnya dan menghalanginya. " Dia tidak ada di rumah!!. ucap Aksan jujur. Bara langsung menatapnya." Kalau lo gak percaya lo boleh cek tapi lo Jangan berisik!!. Kata Aksan. Bara segera mencarinya di lantai dua dan semua ruangannya.


" Tuan muda, itu tandanya Nona tidak kembali lagi dengan tuan Bara!. Ucap Dahlan. Aksan langsung diam. " Jadi dia tidak memilihnya. Batin Aksan. Bara menuruni tangga langsung menghampiri Aksan. " Lo sembunyikan dimana dia Aksan!!. Aksan malah tersenyum mengejek. " Gua salah besar sudah menyuruhnya untuk menemui lo, ternyata dia gak memilih lo!. Jawab Aksan membuat Bara hilang kendali dan langsung memukulnya. " Brukk " Dahlan segera menarik tangan Bara dan menjauhkannya dari Aksan.


" Tuan, anda bisa saya laporkan sudah menyerang bos saya dirumahnya!!. Ancam Dahlan serius. Bara melepaskan tubuhnya dari Dahlan. " Awas kamu Aksan!!. Ancam Bara lalu pergi. Sudut bibirnya mengeluarkan darah Aksan hanya mengusapnya dengan tangan. " Lan, cari Gea ayo!. ajak Aksan.


" Ai maaf, aku memang Pria bodoh yang sudah melepaskan wanita sebaik kamu, mulai sekarang aku tidak akan melepaskan kamu lagi aku janji!. Batin Aksan sembari melihat ke arah jalan.


Dahlan meliirik ke arahnya. " Tuan muda memang ceroboh!. Batin Dahlan. Aksan dan Dahlan sampai malam diluar rumah mencari Gea namun belum juga mereka temukan. Hampir jam 2 malam Dahlan memutuskan untuk pulang.


" Tuan, saya antarakan anda dulu, anda istrhat saja, saya akan melanjutkan mencarinya!. kata Dahlan. " Kamu siapa beraninya memerintah!!, saya akan tetap mencarinya sampai Gea ketemu!. Jawab Aksan.


Hari menjelang siang, Aksan dan Dahlan masih keliling kota mencari Gea tapi hasilnya nihil.


Aksan melihat Dahlan menguap terus matanya merah. " Kita kerumah dulu, aku lupa tidak membawa ponsel. kata Aksan. Dahlan mengecek ponselnya juga mati. Mereka memutuskan untuk pulang.


Aksan gak bisa memaksakan diri karena mereka butuh istrhat kalau mereka paksakan takutnya bahaya.


Sampai dirumahnya Aksan dan Dahlan turun mereka masuk kedalam rumah. Matanya melotot melihat sosok yang sedang menghampirinya. " Apa ini mimpi?. Batin Aksan. Gea yang terlihat panik menghampirinya dan langsung memeluknya. " Ai kamu kemana aja, aku menunggumu dari semalam! aku pikir kamu pergi. Ucap Gea sembari memeluknya. Aksan yang senang langsung membalas memeluknya. " jantung ini. Batin Gea. Gea merasakan hal yang aneh, yang pernah iya rasakan dulu sama Bara.


Mereka cukup lama berpelukan sehingga mereka mengabaikannya orang ² disana termasuk Dahlan.


" Apa mereka tidak melihat ada saya disini. Batin Dahlan.


" Jadi ini bukan mimpi!. Gumam Aksan. Dahlan merasa lega melihat Gea balik lagi kerumah. " Aku pikir akan kehilangan kamu selamanya Ai, aku berusaha untuk melupakan kamu tapi hati ini tidak bisa.!. Aksan masih mendekapnya kedalam pelukannya.

__ADS_1


" Apa ini rasanya di cintai, selama ini aku yang selalu mencintai namun tidak ada yang seperti Aksan, dari sikap dan perhatiannya. Gumam Gea.


" Ai lepasin, kamu tidak lihat apa. semua orang melihat ke arah kita. Bisik Gea pelan.


" Aku tidak peduli sama mereka, aku sangat bahagia bisa memelukmu seperti ini!. Ujarnya lirih. Gea membiarkan Aksan memeluknya sampai dia merasa tenang.


Gea berpikir gimana caranya agar Aksan mau melepaskan pelukannya. Gea pun langsung bicara lagi. " Ai aku lapar!. Mendengar itu Aksan langsung melepaskan pelukannya.


" Kamu mau makan apa?, biar aku menyuruh mereka untuk menyiapkan makanannya untuk kita!. Ucap Aksan sembari meraup wajah Gea dengan kedua tangannya.


" Gimana mau bicara, kamu lihat tanganmu itu,!. jawab Gea. Aksan segera melepaskan tangannya. " Maaf" lirihnya.


" Kalian dengar!, Nona ingin makan buatkan makanan seenak mungkin. kata Aksan memerintah. Semuanya langsung mengangguk dan pergi.


" Tuan muda memang aneh, tadi melo banget, sekarang seperti macan. gumam Dahlan sedikit mengeluarkan suara tawanya.


Aksan melihat ke arah belakang. " Kamu istrhat sana!. kata Aksan kepada Dahlan. Dahlan langsung terdiam.


" Baik tuan muda!. Jawab Dahlan lalu iya pergi ke kebelakang.


Semua asisten melayani Aksan dan Gea. Aksan mengambilkan makanan untuknya. " Sayang kamu mau ini" Tanya Aksan. Gea hanya tersenyum melihat Aksan begitu perhatian terhadapnya.


" Aku bisa sendiri kalau aku mau. udah kamu dulu yang makan, aku ambilkan yah. Kata Gea. Aksan langsung nurut.


Gea pergi ke kamarnya.


Tidak lama Aksan menghampiri Gea di kamarnya. " Kemarin kamu kemana saja?, tanya Aksan ingin tau. Gea menoleh kearah Aksan " Aku menemui Bara, setelah itu aku pergi ke makam mami dan papi. habis itu aku pulang. Jawab Gea.


Aksan masih menatapnya. Aksan meraih tangan Gea. " Aku akan memperjuangkan kamu sampai darah penghabisan!. kata Aksan serius. Gea pun tertawa terbahak-bahak mendengar Aksan bicara seperti itu.


" Lebay kamu Ai. Jawab Gea sembari tertawa. Aksan langsung mencium bibirnya. Gea langsung diam mendapati serangan dadakan dari Aksan. Aksan langsung memeluknya dengan erat jantungnya berdegup kencang.


" Apa dia akan marah!. Batin Aksan. Ini hal pertama Aksan menciumnya.


" Apa kamu marah?. Tanya Aksan pelan.


Gea melepaskan pelukannya. " Tidak" jawabnya gugup. Aksan merasa lega mendengarnya. " Manisnya melebihi coklat" bisik nya. Wajah Gea langsung merah mendengarnya.


Giliran Aksan yang tertawa terbahak-bahak melihat wajah Gea seperti tomat.


__ADS_1



Karisa mulai bangkit lagi. " Aku harus balas dia!!, lihat saja kamu Bara. Ucapnya masih di tempat tidur. Karisa mengambil ponselnya dan melihat dirinya sendiri.



Mia menghampiri Karisa di kamarnya.


" Nona kotrak kerja anda sama perusahaan ini di batalkan secara sepihak oleh pihak perusahaannya!. Ujar Mia.



Karisa langsung melotot. " Apa!!, mana bisa seperti itu!. Jawab Karisa seraya berdiri dari tempat tidurnya. Karisa langsung melihat isi email-nya " Tidak hanya ini, anda juga di putus oleh agensi modeling yang diluar negeri. bahkan poster anda sudah di ganti. ujar Mia. Karisa melotot tidak percaya karirnya benar-benar hancur.



" Bara!!.... Gara-gara dia.. karirku hancur, susah paya aku bisa berdiri di kakiku sendiri!!. ucapnya sambil menangis. " Nona anda sabar ya!. Kata Mia berusaha menenangkan Karisa yang nangis histeris.



Tidak lama Bel Apartemennya bunyi.


Mia membukakan pintunya. Mia terkejut melihat siapa yang datang. " Selamat sore nona, saya dari pihak polisi ingin bertemu dengan nona Karisa. Ucap dua orang polisi. " Silahkan masuk pak, saya akan panggilkan nona terlebih dahulu. Jawab Mia.



Mia merasa deg-degan. " Non, ada dua polisi di depan!. kata Mia. Karisa melotot " Sebaiknya anda temuin dulu mereka!. " Aku tidak mau di penjara Mia, aku gak mau!. ujarnya sambil menangis. " Tapi anda tetap harus menemuinya Nona!. Ucap Mia,



Karisa berusaha untuk tenang. Dengan mata bengkak sehabis nangis iya keluar dari kamarnya dan menemui kedua polisi. " Saya Karisa ada apa yah pak?" Tanya Karisa. " Nona, anda harus ikut kami, anda akan di minta keterangan soal nona Gea!. Jawab pak polisi.



Tubuhnya langsung gemetar, Mia disampingnya menguatkan Karisa. " Ayo Nona, anda hanya di minta keterangan saja, lagi pula nona belum terbukti bersalah karena tidak ada bukti!. Bisik Mia.


Akhirnya Karisa dan Mia mengikuti polisi untuk pergi ke kantornya.



\*\*\*\*\*

__ADS_1


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2