Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 62


__ADS_3

Aksan ingin menyentuh wajah Gea yang sedang terlelap tidur. Rasanya gak sanggup kalau Gea pergi. " Aku harus apa Ai, agar kamu tetap bersamaku. apa aku harus rela in kamu dengan Bara!. Aksan masih duduk di samping ranjangnya dan menatap wajah Gea.


" Tuan muda, maaf saya harus melakukan ini agar anda tidak kehilangan nona. ucap Dahlan sembari pergi dari kamarnya Gea.


Karisa masih menangis meratapi nasibnya sendiri. Semuanya pergi meninggalnya. Mia yang peduli segera menghampirinya dan mengajaknya pulang namun Karisa masih saja menangis. " Nona ayo kita pulang ini hampir pagi. Ucap Mia. Karisa masih menangis.


Esoknya...


Gea membuka matanya melihat Aksan tidur dikamar nya, tangannya dipakai alas untuk bantal. Gea cepat-cepat bangun dan duduk melihat Aksan tidur di karpet.. " Aku akan melupakannya dan membuka hati ini untuk mu Ai. Batin Gea. Kedua asisten masuk. Gea mengarahkan telunjuk tangan ke arah mulutnya agar mereka tidak berisik. Keduanya langsung paham.


Gea mengambil selimut lalu iya berikan kepada Aksan dan menaruh kepalanya di atas bantal. Gea lalu bangun dan mandi setelah mandi iya pergi ke dapur. Untuk membuat sarapan khusus untuk Aksan.


Aksan kebangun dan langsung melihat tempat tidur kosong. " Ai. Aksan buru-buru berdiri dan panik. " Ai kamu dimana?, Aksan melihat ke kamar mandi kosong. " Gea kamu dimana?" panggilnya. Ketika Aksan membuka pintu Gea sudah berdiri didepannya sambil membawa nampan isinya makanan. Aksan menghela nafasnya. Gea segera masuk dan menaruh makanannya di atas meja " Aku pikir kamu!. ucapnya terputus. " Pikir apa?, aku pergi!. jawab Gea. Aksan tiba-tiba memberanikan diri untuk memeluk Gea duluan dari arah belakang tangannya melingkar di pinggang Gea . Gea terdiam sambil merasakan ketakutan di diri Aksan.


Gea tau hal seperti itu dulu pernah iya rasakan ketika Karisa kerumahnya dulu. Gea membalikkan tubuhnya sehingga mereka berhadapan langsung. Gea memegangi wajah Aksan. " I love you" Ucapnya seraya menatapnya. Aksan langsung terharu dan menarik tubuhnya ke dekapannya. " I love you to" Jawab Aksan.


Di tempat lain...


Mata Karisa bengkak dan tubuhnya lemas iya masih baring ditempat tidur dan masih mengeluarkan air mata. Karisa tidak sanggup menunjukan dirinya lagi di muka umum. Rasanya sakit dipermalukan dimuka umum seperti itu.


" Bara kamu jahat, kamu tega sama aku, kamu jahat!!. Karisa masih mengumpat sembari menangis.

__ADS_1


*****


Gea dan Aksan sarapan bersama. Aksan terus menatapnya. " Ai seandainya Bara tidak salah, apa kamu akan tetap melanjutkan pernikahan kita?. Tanya Aksan sambil mengunyah makanannya. Gea langsung melihatnya dan mengangguk. Aksan langsung tersenyum. " Aku harus memberitahu dia, aku tidak mau dia tau dari orang lain! . Batin Aksan.


Selesai makan Gea ingin membersihkan bekas makanannya. " Tunggu Ai. Kata Aksan menghentikan Gea. Aksan mengeluarkan ponselnya di dalam saku celana nya. " Kamu harus tau ini!, aku tidak akan melarang kamu dan mencegah kamu. Aksan memberikan ponselnya. Gea segera mengambilnya dan melihatnya. Tidak hanya itu Aksan juga menceritakan semuanya soal Bara yang sudah tau soal Gea masih hidup. Gea makin sedih melihat Aksan yang sudah berkata jujur.


Aksan melihat ekspresi wajah Gea. Aksan sudah siap kalau Gea pergi walaupun hatinya hancur. Aksan menundukkan kepalanya. " Aku ke kamar dulu, kamu boleh menentukan siapa yang kamu pilih. ujarnya sedih lalu keluar dari kamar Gea.


Aksan menutup pintunya dan duduk lemas. Iya akhirnya menangis tidak kuat lagi menahan beban di dadanya yang menumpuk dari semalam. Gea pun menangis dan bingung harus apa, posisinya saat ini benar-benar sangat sulit.


Tidak lama Aksan melihat Gea menuruni tangga dan bersiap pergi. Aksan sudah menduganya kalau ini akan terjadi. Ingin sekali Aksan mencegahnya namun Aksan tidak melakukannya.


Aksan tidak bisa menahan sedihnya iya pun menangis di balik pintu kamarnya. " Semoga kamu bahagia Ai. Batin Aksan.


**********


Bara berharap sekali kalau Gea melihatnya dan langsung datang kepadanya. " Ini sudah siang tapi Gea belum juga menemuiku. apa dia tidak nonton TV atau!. Bara masih bergulat dipikirkannya.


Bel rumah berbunyi. Bara langsung tersenyum lebar di hati kecilnya yakin kalau itu Gea. Bara segera turun dan langsung membukakan pintunya.


Bara tersenyum senang melihat Gea ada di hadapannya. tidak membuang-buang waktu lagi Bara segera memeluknya. " Aku yakin kamu kembali kepadaku!. Namun Gea masih mematung tidak membalas pelukannya.

__ADS_1


Di satu sisi Dahlan masih berusaha agar Aksan dan Gea bersatu. " Iya tidak ingin melihat bos-nya hancur garaΒ² dirinya sudah lalai. " Kalau aku lebih cepat dapatkan surat cerai itu, pasti tuan dan nona bisa menikah!. Batin Dahlan.


Bara ingin mengajak Gea masuk namun Gea tetap berdiri tegap di depan pintu. " Tuan!" lirihnya. Bara melihatnya lagi. " Ada apa? ayo masuk " ujarnya . Gea menelan ludahnya sendiri iya merasa sakit di posisinya saat ini. " Aku tidak bisa kembali kerumah ini, aku minta maaf selama ini udah salah paham sama anda. tapi sejak kejadian itu saya sadar, kalau yang tulus mencintai saya hanya Aksan tuan!. Mendengar ucapan Gea. Bara berkaca-kaca. Bara menggenggam tangan Gea. " Tidak, kamu jangan bicara seperti itu, saya mohon. Bara mengeluarkan ponselnya dan memutar video di ponselnya.


Bara menunjukan Vidio pengakuan Gea kalau Gea sangat mencintainya, vidio itu di ambil ketika Gea mengigau saat Gea tidur. Gea sudah melihatnya dan memberikan lagi ponselnya sama Bara.


Bara melihat Gea. Mata mereka bertemu. " Aku tau masih ada cinta di hatimu. Batin Bara. Gea segera mengalihkan pandangannya. " Tuan memang benar.. saya sangat mencintai anda, tapi itu dulu sebelum anda membawa wanita itu ke dalam rumah ini!. ucap Gea. " Kamu pasti bohong kan?. tanya Bara. Gea tidak menjawabnya.


" Jawab Gea?" Tanya Bara. " Tidak tuan, saya berkata jujur dan saya tidak bisa lagi balik kepada anda!. ucap Gea terpaksa. Gea lalu pergi buru-buru. Hatinya sakit berkeping-keping. Gea melihatnya lagi. " Tuan anda sudah terlambat!. Gea langsung pergi dari rumah Bara.


Bara berdiri mematung melihat kepergian Gea. Matanya berkaca-kaca batin Bara menangis mendengar Gea lebih memilih Aksan ketimbang dirinya. " Tidak Gea, aku tidak akan bisa melepaskan kamu begitu saja!, aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa bersatu dengan Aksan. Ucap Bara.


Dahlan yang baru datang mendengar para asisten bicara tentang kejadian tadi yang mereka dengar. Dahlan langsung menemui Bosnya. " Tuan muda, apa anda di dalam!. Ucap Dahlan sembari mengetuk pintunya. " Ya masuk lah!. ucap Aksan.


Dahlan langsung masuk dan melihat keadaan Aksan yang sangat buruk. " Tuan, Kenapa anda seperti ini?. Tanya Dahlan melihat Aksan begitu hancur. " Gea pergi, dia kembali lagi sama Bara. lirihnya. Dahlan hanya diam mendengarkan keluhannya.


" Lan, aku ingin menetap di luar negeri!. Kata Aksan. " Tuan, kenapa anda melo begini, dulu anda tidak seperti ini!. kata Dahlan. " Ini beda, aku juga gak tau! mungkin ini karma buatku. ucapnya. Dahlan tidak bicara lagi. " Baik tuan saya akan mengurusnya.


*******


Bersambung jika suka tolong bantu like vote πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2