
Gea masih memikirkan soal Bara tidur di kamarnya. Sudahlah lupakan saja, lagi pula dia tidak menyentuh ku. Gea bergegas keluar dari kamarnya lalu membantu Susi di dapur.
Bara turun dari tangga langsung duduk di kursi meja makan. Gea mengambilkan maknanya ke piring lalu mereka sarapan.
Tidak ada obrolan di antara mereka. " Tuan, maaf saya mengangguk sarapan anda, tapi saya harus ijin pulang kampung tuan anak saya sakit". Mendengar kesedihan Susi Gea merasa sedih.
" Lalu di sini siapa nanti yang masak?".
" Biar saya aja, saya bisa ko masak". Saut Gea. Susi terseyum penuh mendengarnya.
" Oke, kalau gitu saya ijinkan kamu". Kata Bara. Susi langsung pamit ke belakang. Gea menatapnya dari jauh. Bara melirik istrinya yang sedang melihat ke arah Susi.
" Hmmmmm". Bara membuyarkan lamunan Gea. Gea langsung ambil air putih lalu memberikannya kepada Bara.
" Memangnya saya minta minum?”. Gea langsung menarik kembali Gelasnya dan melanjutkan sarapannya.
" Kamu yakin bisa mengurus semuanya?". Gea langsung mengangguk.
" Oke, saya ingin kamu setiap jam makan siang hantarkan makanan ke kantor saya, dan makanannya harus enak".
" Uhuk... Uhuk.. Gea langsung batuk mendengarnya. Belum juga jawab Bara langsung berdiri dan bergegas pergi.
Gea hanya menarik nafasnya. Ia ingat dengan ucapan Bara barusan. Gea cepat-cepat lari.
__ADS_1
" Tuan, tunggu!". Bara mendengarnya namun ya pura-pura jalan terus ke arah mobil. Gea menghalangi jalannya.
" Mulai kapan saya harus antar makan siang anda?". Bara berpikir sebentar.
" Hari ini!, minggir!". Gea segera memberikan jalannya untuk Bara jalan ke arah mobilnya. Gea mendengus kesal.
" Hahahaha, hari yang menyenangkan untuk ku . Ujar Bara sembari duduk di kursi belakang.
Gea masuk dengan lemas sembari membuang napasnya panjangnya.
Di tempat lain, Aksan memandangi foto Gea di ponselnya hatinya sepi dan sedih. Ia ingin sekali menghubungi Gea namun ia takut.
Di kantor Bara tersenyum merekah Ia tidak dingin seperti dulu lagi. Para stafnya pada heran melihat perubahan Bara pagi itu.
" Pagi". Adam melongo mendengarnya. Syukurlah tuan sudah banyak berubah akhir-akhir ini.
Sebelum Susi pulang kampung Gea mencatat semua makanan kesukaan Bara, dan yang tidak disukainya..
" Terimakasih Mba, dan hati-hati di jalan".
" Sama-sama nona".
Gea memutar otaknya dan langsung menuju ke dapur menghafalkan semua bumbu dan letaknya di mana.
__ADS_1
Bara tidak sabar melihat Jam menunjukan pukul siang nanti. Sembari menunggu Bara membuka ponselnya. Matanya terbuka lebar melihat Vidio yang di posting di statusnya Mia asistennya Karisa. Karisa mau bunuh diri. Bara langsung menghubungi Karisa.
" Tut.. Tut.. Tidak ada jawaban. Bara cepat-cepat keluar dari ruangan.
"Tuan, apa anda butuh sesuatu?". Tanya Adam.
Bara langsung cabut dari kantornya tanpa menjawab pertanyaan dari Adam.
Sampai di flat Karisa. Bara menekan terus Bel nya. Pintunya kebuka. Bara langsung memeluknya.
" Kamu tidak apa-apa?" Karisa terkejut melihat Bara yang tiba-tiba memeluknya. Karisa membalas memeluknya sembari menyuruh Mia pake isyarat untuk merekamnya tampa sepengatahuan Bara.
" Aku tidak apa-apa, memangnya aku Kenapa?". Tanya Karisa. Bara melepaskan pelukannya.
" Kamu jangan lakukan itu lagi Sa, aku tidak bisa kehilanganmu". Karisa senang mendengarnya..
Karisa menganguk lalu menarik tangan Bara untuk masuk ke dalam flatnya.
" Aku tidak akan melakukan itu lagi, tapi kamu harus janji kamu harus jadi Bara yang dulu, yang selalu ada untuk aku?.
Bara langsung mengangguk tampa berpikir dulu. Karisa langsung tersenyum lebar.
********
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗