Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 47


__ADS_3

Adam memendam amarah kepada Karisa yang sudah menghinanya.


Iya segera menemui Bara di ruangannya. sebelum masuk iya mengetuk pintunya.


Bara yang sedang pokus berkerja langsung melihat kearahnya.


" Bar, apa ada masalah, kenapa dia sampai menemuimu?" tanya Adam serius. Bara menghela nafasnya.


Bara menceritakan semuanya kepada Adam. Adam malah emosi mendengarnya. " Apa kou sudah gila!!, bawa wanita itu kerumah kalian?" ucap Adam emosi.


" Iya memang gua gila !!, gua terlalu percaya sama Karisa sampai² gua buta tidak bisa melihat kebenaranya. jawab Bara ta kalah tinggi nada bicaranya.


Adam merasa geram dengan sikap Bara yang tidak punya perasaan kepada Gea, " Apa cintamu hanya untuk wanita itu?" tanya Adam. Bara hanya diam malah iya pokus dengan laptopnya lagi. " Kalau tidak.. lepaskan dia Bar, dia berhak bahagia. ucap Adam lalu keluar dari ruangan kerja Bara.


Bara hanya menatap kepergian Adam dari ruangannya.


Tidak lama Karisa masuk tampa mengetuk pintu terlebih dahulu. " Nona anda" ucap Tere, Tere langsung membungkuk, tanda hormat kepada Bara. Bara memberikan isyarat agar membiarkan Karisa masuk keruangannya. Tere lalu pamit keluar dan menutup pintunya " Bara" Panggilnya.


Bara tetap diam di depan laptopnya. Karisa berusaha mendekatinya " Aku minta maaf sudah bohong, tapi aku terpaksa Bara. lirihnya.


Bara keluar dari ruangannya untuk menghindari Karisa, Karisa malah senang dan terseyum licik, Karisa ambil ponsel Bara. Aku tau kalau kamu masih cinta.. buktinya paswod ponselmu masih yang dulu. gumam Karisa senang. Karisa mengirimkan pesan kepada Gea. Setelah itu iya hapus lalu ponselnya iya matikan


Bara masuk lagi keruangannya iya melihat Karisa sedang asik baca majalah di sofa. lalu iya duduk dan pokus lagi bekerja. " Kalau tidak ada lagi yang penting sebaiknya kamu keluar, saya sibuk. ucap Bara dingin. Karisa tidak bergeming hanya duduk manis sambil tersenyum licik.


...********...


Dahlan menemui Aksan, " Tuan muda, nona Karisa memang tinggal beberapa hari disana" Dahlan melajukan ceritanya kepada Aksan. " Wanita itu memang sangat licik. ucap Aksan.


Dahlan hanya diam menuggu perintah selanjutnya. " Kamu harus tetap awasi wanita itu Jagan sampai menyentuh Gea. ucap Aksan. Dahlan mengangguk.


Aksan meraih ponselnya lalu menghubungi Gea.


Gea.. " Hallo selamat pagi teman"


Aksan.. " Pagi, kamu lagi ngapain?"


Gea .. " Aku sedang di jalan menuju ke arah pelabuhan"


Aksan .. " Pelabuhan?, ngapain?.


Gea.. " Aku mau menemui Bara.


Aksan .. " O, iya sudah kamu hati².


Aksan langsung diam hatinya merasa cemburu. " Dahlan siapkan mobil, aku ingin ke pelabuhan. batalkan mitiing siang ini.. ucapnya. Dahlan terdiam, " Apa kou mendengarnya?. tanya Aksan. Dahlan langsung bersiap untuk pergi. " Baik Tuan" Jawabnya.


Di perjalanan Aksan hanya diam. " Tuan muda, pelabuhan mana yang ingin anda tuju?" tanya Dahlan sopan. Aksan langsung diam. " Semua pelabuhan aku ingin kunjungi!. jawabnya. Dahlan mengerenyitkan keningnya. Tuan² pelabuhan di sini kan banyak. gumam Dahlan.


Di kantor..

__ADS_1


Karisa masih menuggu pesan dari seseorang, iya membuka kancing pakaian sedikit. Matanya melihat ke arah Bara.


Bara yang sedang pokus berkerja, mendengar Karisa ngeluh sakit. " Duh kepala ku sakit, Bara tolong aku. lirihnya sambil memegangi kepalanya. Bara langsung menghampirinya. " Kamu Kenapa?" tanya Bara hawatir. Karisa senang Bara masih peduli terhadapnya.


" Ayo kita ke dokter!" ucapnya sambil ingin membawa Karisa. " Tidak Bara aku hanya ingin di sini bersamamu" ucapnya sambil menatap Bara.


Karisa manarik tengkuk lehernya lalu menciumnya. " I love you" ucapnya sambil menciumnya lagi.


Tiba-tiba pintu ruangannya kebuka. para wartawan langsung mengambil gambar mereka yang sedang ciuman di sofa.


Bara langsung terkejut dan segera berdiri. " Apa-apaan ini kenapa kalian bisa masuk seenaknya!!" ucap Bara marah.


Karisa membenarkan pakaiannya wartawan mengabadikan momen tersebut. Bara segera menekan tombol hijau. " Tere segera keruangan saya!. ucapnya.


Tere langsung masuk dan melihat ada dua wartawan diruangan bosnya.


" Siapa yang udang wartawan kesini??" tanyanya. Tere gemetar " Maaf Pak bukannya bapak yang udang mereka. jawab Tere gugup.


" Nona Karisa apa hubungan anda dengan tuan Bara?" tanya salah satu wartawan. mendengar itu Bara makin kesal. " Kami saling mencintai" Jawab nya. mendengar itu Bara langsung merebut rekorder tersebut dan ingin membantingnya. " Bara jangan, aku bisa ko bikin mereka bungkam" ucap Karisa sambil memegangi tangan Bara.


Tere hanya diam. " Kalian ikut saya!" kata Karisa dengan cepat. kedua wartawan itu langsung patuh dan mengikutinya. Bara langsung teriak " Keluar!!" ucap Bara kepada Tere. Tere langsung buru-buru keluar.


Mendengar keributan di ruangan Bara, Adam segera mencari tau.


" Ada apa ?" tanya Adam kepada Tere. " Tadi saya lihat ada nona Karisa di dalam, dan ada wartawan juga. gak tau juga mereka lagi ngapain!. ucap Tere.


" Lalu.. apa Kalian?" tanya Adam mengangtung. " Gua dan Risa sedang ciuman. jawabnya lagi. Adam langsung mengusap wajahnya dengan gusar.


" Gimana perasaan Gea Bar!, kalau dia lihat Vidio itu di tv " ucap Adam. Bara langsung duduk tidak bicara apa-apa. karisa segera masuk. " Apa kou bisa tinggalkan kami?" saut Karisa ketus. Adam langsung menatapnya dengan tatapan tajam.


" Tinggalkan kami Berdua" ucap Bara kepada Adam, Karisa langsung tersenyum mengejek. Sana lo jauh² sebentar lagi lo akan di usir juga. gumam Karisa.


Dengan berat Adam keluar dari ruangan itu..


Di tempat lainnya...


Gea telah sampai di pelabuhan tersebut lalu iya di antar kesebuah kapal. " Apa suamiku ada di dalam?" tanya Gea. pria itu tidak menjawabnya.


Gea terus melangkahkan kakinya menuju ke kapal, setelah masuk tidak lama kapal itu jalan. Gea langsung melihat kebelakang pria itu tidak naik ke kapalnya.


Gea melangkahkan kakinya kedalam kapal dan terus ke dalamnya, disana hanya ada dua pria. " Tuan.. Tuan.. Panggilnya. kedua pria itu hanya diam dan terus melajukan kapalnya.


Apa tuan di dalam?. gumam Gea seraya maju kearah depan.


...******...


Dahlan menerima pesan dan langsung membukanya iya mendadak memberhentikan mobilnya. " Apa kou ingin mati!!" teriak Aksan dari belakang.


" Maaf tuan. Dahlan menepikan mobilnya kepinggir. " Tuan muda! , lihat ini. Dahlan memberikan Vidio itu kepada Aksan. Aksan melotot. iya langsung buru-buru menghubungi Gea.

__ADS_1


Tut...... tut...


Gea... " Halo"


Aksan... " Kamu dimana?.


Gea.. " Aku di dalam kapal"


Aksan.. " Kapal?, apa kamu bersama Bara?"


Gea... " Aku belum melihatnya!. Tut...tut. tiba-tiba terputus.


Aksan.. " Halo... Halo.. Aksan melihat ponselnya mati lalu iya mencoba menghubunginya lagi. hanya operator yang menjawabnya.


" Dahlan cepat lacak keberadaan singnal Gea. ucap Aksan. " Baik tuan. jawab Dahlan langsung menghubungi seseorang.


Di kapal...


Gea melotot " Anda mau apa dengan ponsel saya" tanyanya. pria itu malah membuang ponselnya kedalam air.


" Apa yang anda lakukan, siapa kalian??" tanya Gea mulai cemas melihat gelagat aneh kepada dua pria itu. " Sebaiknya anda nikmati saja nona, karena setelah ini anda tidak akan pernah melihat dunia lagi!" ucap pria tersebut.


Gea memundurkan tubuhnya kebelakang, " Ha-ha-ha " pria itu malah tertawa terbahak-bahak.


" Apa mau Kalian?" tanyanya lagi. " Tuan Bara anda dimana?" teriak Gea panik. " Mau kami sebenarnya menikmati keindahan tubuh anda nona, kami nuggu perintah dari bos kami dulu. ucapnya pria itu.


Gea mulai ketakutan mendengarnya. " Siapa yang menyuruh Kalian?" tanya Gea. " Tuan Bara!" jawabnya. mendengar itu Gea langsung lemas dan matanya mulai berkaca-kaca. " Anda lihat ini" pria itu memperlihatkan kemesraan Bara dan Karisa di kantor. " Tuan. lirihnya air matanya tidak terbendung lagi.


" Ini sudah di rencanakan agar tuan bisa menikah dengan nona Karisa. dan anda terlalu bodoh mau saja di suruh untuk memberikan nyawa anda kemari. ucap pria tersebut. Gea langsung terjatuh duduk dan menangis.


" Tuan muda, singnal nya ada di perairan laut, " kata Dahlan. membuat Aksan langsung panik. " Siapkan jet pribadi kita. dan cari tau Gea naik kapal apa cepat!." kata Aksan.


Dahlan segera melajukan mobilnya sambil menghubungi seseorang.


Pria itu mengangkat wajah Gea, " Tuan Bara memang Bodoh, punya istri secantik ini malah di berikan kepada kami" ucapnya. Gea merasa sakit hati mendengarnya.


Gea segera berdiri dan langsung lari keluar. " Kejar dia" ucap pria satunya. " Nona anda jangan gila, kalau anda menjatuhkan diri kedalam air, anda tidak akan hidup lagi. Pria itu menakutinya.


Gea mulai melangkahkan kakinya ke pinggir kapal.


" Lebih baik aku mati dari pada di jamah kalian. Gea langsung loncat ke dalam air. pria itu hendak meraih tubuh Gea namun tubuh Gea tenggelam ke air. Pria tersebut melotot melihat Gea loncat ke dalam air.


Iya memanggil temannya. " Gimana ini dia sudah tegenglam" ucap pria itu. " Kita tunggu uangnya dulu, baru kita bilang semuanya kepada bos. jawab temannya..


" Sial harusnya tadi kita nikmatin dulu tubuhnya.. kan sayang wanita secantik itu di angurin" kata pria tersebut.


...******...


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE 🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2