
Gea di tempatkan di kamar bekas dia dulu, Gea melupakan tugasnya di Cafe.
" Nona, anda sudah keluar dari Cafe tempat anda bekerja, dan ini surat mengundurkan diri anda!" . Gea langsung membacanya.
" Dari mana anda tau soal saya kerja di Cafe?”.
" Bagi saya itu hal yang mudah nona, dan saya tau juga soal pacar anda yang direbut sama sahabat anda sendiri!". Gea memundurkan tubuhnya ke belakang.
" Saya juga tau anda itu anak yatim-piatu, dan anda hidup sebatang kara di kota ini, anda hanya memiliki paman bernama Ripan bukan?" Gea bengong tidak percaya.
Sepertinya mereka bukan orang sembarangan, jadi dia tau latarbelakang aku rupanya.
Adam membawa tas yang isinya pakaian Gea .Gea makin terkejut. Benar dugaan ku mereka bukan orang sembarangan.
" Kalian itu sebenernya siap sih?" Adam ingin tertawa mendengarnya.
" Kami manusia seperti anda nona!”.
" Iya saya tau, tapi kenapa anda tau semua kehidupan saya?".
Adam hanya tersenyum.
" Sebaiknya anda istirahat karena besok anda mulai bekerja" Adam segera pergi.
Gea langsung membuka tas dan dan melihat isinya masih sama. Gea manarik nafasnya lalu Gea pergi ke teras kamarnya ia melihat ke arah luar.
Aku gak tau hidup ku akan seperti apa kedepannya, yang jelas aku berhutang budi kepadanya..
Pagi harinya.
" Nona, nona, bangun" Gea membuka matanya melihat Susi asisten Bara sudah di hadapannya.
__ADS_1
” Nona, bersiaplah karena tuan tidak suka sama orang yang suka telat!".
Gea segera bangun lalu pergi mandi.
Selesai mandi Gea keluar melihat ada dua wanita asing.
" Nona, anda harus pakai pakaian ini dan anda harus di rias olehnya!".
Gea menurut saja, karena ia sudah janji sama Bara.
Gea sangat cantik dan mempesona ia sangat feminim.
Di bawah Bara sudah menunggunya, tidak lama Gea datang bersama Susi. Bara melongo melihatnya. Adam juga kagum melihat kecantikan Gea.
" Ayo kita jalan". Bara jalan duluan di susul Gea dan juga Adam. Gea duduk di depan bersama Adam sedangkan Bara duduk di kursi penumpang.
" Pak Adam, pak Aksan itu seperti apa orangnya?". Gea mulai bertanya.
Sampai di kantor Gea dan Adam turun.
Bara jalan lebih dulu ke dalam gedung, di susul Adam dan Gea. Gea melihat isi gedungnya. Mewah sekali gedung ini beda dengan dengan gedung-gedung yang biasa aku kunjungi.
Semua hormat kepada Bara, Wah ternyata benar dia itu berpengaruh sekali. Gumam di hatinya.
Bara masuk ke ruangan meeting, Gea berdiri di samping Bara. Semua memberi hormat.
" Selamat pagi pak Bara?".
" Pagi semuanya" Bara langsung duduk Gea berdiri di samping Adam. Semua melihat ke arah Gea. Bertanya-tanya siapa wanita di samping Bara.
30 menit metteng nya selesai. Gea mengikuti Bara dari belakang. Langka Gea mulai pelan matanya langsung tertuju pada Aksan yang lagi jalan ke arahnya.
__ADS_1
" Hai Bar?" Mereka bicara serius, Adam melihat ke arah Gea agar Gea bersiap. Tubuh Gea kaku dan bingung gimana caranya agar Aksan melihat ke arahnya.
" Nona, kalau anda gagal hari ini tuan akan marah besar?". Adam menakuti Gea.
Ya tuhan bantu aku agar dia melihat ke arahku. Gea berdoa di hatinya. Doanya sepertinya terkabul Aksan melihat ke arahnya.
Gea tersenyum ke arahnya.
” Siapa dia?" Aksan menghampiri Gea.
” Gea tuan!" Gea mengulurkan tangannya. Aksan meraih tangannya.
" Aksan" Aksan menyebutkan namanya. Bara dan Adam saling memandang.
" Kamu sekertaris nya Bara?".
" Bukan, saya asisten rumah tangga!" Bara melotot mendengarnya. Aksan tertawa kecil.
" Dia sekertaris baru nya tuan muda tuan" Adam menjawabnya.
" Kalau gitu saya duluan ya" Aksan langsung pamit, Gea hanya tersenyum tipis ke arahnya. Bara langsung pergi dengan langkah cepat ke ruangannya.
Adam geleng-geleng kepalanya merasa Gea kurang menarik perhatian Aksan.
" Sepertinya anda gagal nona?". Mendengar kata gagal Gea melotot.
" Tapi kan aku udah berusaha?".
" Berusaha apanya?, anda hanya diam dari tadi, kalau di tanya baru anda jawab!"..
" Pak Adam, saya janji saya akan berusaha mendekati tuan Aksan" Adam hanya tersenyum tipis lalu pergi.
__ADS_1
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗