Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 92


__ADS_3

Karisa merasa sedih, hidupnya sekarang benar-benar hancur, ia harus mendekam di penjara bersama napi lainnya.


Bahkan Ia sering di lecehkan oleh napi lainnya. Melihat dirinya sendiri merasa jijik. ” Gea, lo cewek yang paling gua benci!!" teriaknya.


" Karisa, ada yang berkunjung" Kata pengawas penjara. Karisa segera keluar dari selnya lalu menemui orang itu. Langkahnya mulai pelan melihat siapa yang datang menjenguknya.


Karisa hendak pergi lagi ke selnya . " Tunggu!" Amel menghentikan langkahnya. ” Ini yang kamu bilang hidupmu akan bahagia setelah melenyapkannya!. Karisa membalikkan badannya. ” Jadi kamu kesini hanya untuk menghinaku??" Ujar Karisa kesal.


Amel mengeluarkan ponselnya dan memutarkan vidio Aksan yang sedang mencium Gea dirumah sakit. Karisa mengepalkan tangannya. " Bahkan dia sekarang bahagia memiliki pria setampan Aksan” Darahnya mendidih seketika kemarahannya tidak bisa dibendung lagi. Karisa meleparkan ponselnya hingga berserakan.


” Risa, itu ponsel gua!” Teriak Amel kesal. Karisa melotot ke arahnya. ” Rasain, siapa suruh lo nunjukin itu ke gua!!. Karisa segera pergi sembari kesal. Amel sedih ponsel mahalnya hancur. " Risa sialan!!, dasar binal!!" Teriaknya.


Karisa masuk lagi ke selnya. " Disini bukan hanya penjara melainkan neraka!!" Teriaknya.


******


Keesokan harinya..


Aksan melihat Gea sudah mandi, ia memperhatikan istrinya ganti baju. " Sayang bangun!, bukannya kamu hari ini ada meeting?" Gea mendekati Aksan berusaha untuk bangunan suaminya.


Tiba-tiba, tangannya di tarik, lalu Aksan mendekapnya dengan erat. " Ai," Aksan makin memeluknya erat. Gea pasrah akhirnya. Aksan segera melakukan aksinya.

__ADS_1


30 menit berlalu. Gea lagi-lagi harus menerima serangan suaminya, Gea segera menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya yang polos.


" Sayang, aku harus pergi, apa kamu mau ikut?" Ajak Aksan . Gea menggelengkan kepalanya. " Aku tunggu kamu aja dirumah!" jawab Gea. Aksan mengecup bibirnya sekilas, lalu ia bergegas mandi. Gea berinisiatif untuk melakukan sesuatu ia segera bangun dan memakai pakaiannya lagi. Untuk pertama kalinya Gea menyiapkan pakaian untuk Aksan dan keperluannya.


Sehabis mandi Aksan tidak melihat istrinya di tempat tidur, ia melihat pakaiannya sudah disiapkan sama istrinya. Aksan tersenyum tipis lalu ia memakai pakaiannya.


Tidak lama Gea masuk ke dalam kamar sembari membawa nampan. Aksan melihat ke arahnya. " Kamu bawa apa sayang" Tanya Aksan sembari mendekatinya. " Sepertinya enak?" Gea segera mengambil sendok. " Buka mulutmu sayang" Gea menyuapi Aksan. Aksan merasa senang di perhatikan seperti itu. Aksan memegangi tangan Gea.


" Gantian kamu sekarang yang makan!" Kata Aksan. Gea mencegahnya. " Tidak Ai, kamu yang harus makan banyak, aku akan sarapan nanti!. Pinta Gea.


" Kamu tau, untuk pertama kalinya aku makan di kamar dan diperlakukan seperti anak kecil seperti ini. Kata Aksan. Gea terseyum sembari memegangi tangan Aksan.


Mereka sama-sama turun kebawah, Aksan menggenggam tangan Gea. Semua asisten melihat ke arah mereka. " Nona tadi nona Sarah ijin keluar" Kata Rimsa. Gea mengangguk.


" Apa yang tertinggal?" Tanya Gea. Aksan melihat jam di pergelangan tangannya. " Masih ada waktu" Ucapnya. Gea bingung dengan jawaban Aksan. Aksan mengajak Gea masuk lagi kedalam rumah.


Setelah di kamar, Aksan mengunci pintunya. Gea makin bingung. " Kenapa kamu kunci pintunya" Aksan membuka kancing bajunya. Gea tau gelagat suaminya.


" Ai, bukannya kamu" Belum selesai Gea bicara, Aksan menutup mulutnya dengan bibirnya. " Aku ingin kamu membalasnya seperti tadi diluar" Bisik Aksan di kuping Gea. Gea makin membuka matanya.


Lagi-lagi Gea harus melayani suaminya yang agresif. Aksan benar-benar tidak bisa menahan karena Gea membuat nya selalu ingin melakukannya.

__ADS_1


Ponselnya berdering terus, namun Aksan tidak menghiraukan panggilan itu. Selesai melakukan ritual Aksan merebahkan tubuhnya di sampingnya. Gea segera bangun " O, ini yang kamu bilang ketinggalan. dasar" Gea mencubit tangan suaminya. " Lagi donk sayang ” pinta Aksan sembari tertawa kecil. Gea segera pergi ke kamar mandi.


" Sumpah hanya dia yang bisa membuat aku jadi segila ini!. Batin Aksan sembari melihat istrinya pergi. Aksan mengingat lagi gimana dulu ia pernah tidur dengan banyak wanita.


Aksan mendengar lagi dering ponselnya. Ia segera meraihnya lalu menekan tombol hijau.


Aksan.. " Halo!"


Dahlan. " Tuan muda anda sudah ditunggu"


Aksan. " Sebentar lagi saya jalan, saya masih dirumah"


Dahlan. " Baik tuan"


Gea mendengarnya percakapan suaminya " Udah siap-siap sana" Ujar Gea sembari mengering rambutnya. Aksan menghampirinya lagi. " Kamu itu wangi banget sayang, terimakasih sudah mau jadi istriku" Gea hanya mengangguk sembari tersenyum.


Ditempat metteng....


Hampir satu jam Aksan telat, tidak lama Aksan datang. " Maaf sudah menuggu terlalu lama!" ujarnya.


Metteng pun langsung di mulai. Rani sekertaris rekan kerja Aksan langsung menyukai Aksan. " Dia sangat tampan, dan kaya raya. batinnya. Aksan melihat sekilas perempuan di depannya sedang memperhatikan dirinya.

__ADS_1


Selesai metteng Aksan berjabatan tangan dengan rekannya. " Terimakasih tuan Aksan" Semuanya berjabatan tangan. Rani menjabat tangannya agak lama. " Hmmm!" Aksan membuyarkan lamunannya, tangannya langsung di lepaskan sama Rani.


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2