Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 67


__ADS_3

Dahlan melihat Aksan dari kaca spion terlihat bahagia. " Gimana kalau tuan tau Nona sedang. Gumam Dahlan. Iya masih menerima pesan dari orang suruhannya.


" Lan, kenapa ajak aku kesini!. Nanda suaranya terdengar kesal. " Nona anda disini tuan! Jawab Dahlan lalu pokus mengemudi.


Aksan sesekali melihat ke arah jendela mobilnya dan membenarkan rambutnya. " Apa aku sudah terlihat tampan!. tanyanya. Dahlan yang sedang pokus mengemudi menoleh sebentar. " Kamu bisu!," Pekik nya. " Iya tuan anda sangat tampan!. puji Dahlan.


Malah terasa aneh terdengarnya. " Gak usah gituh juga kali!


ucapnya sambil bergidik ngeri. Dahlan menghela nafasnya. " Serba salah di jawab salah gak di Jawab di kata in. Gumam Dahlan.


" Mari ikut saya tuan!. Aksan lalu turun dan mengikutinya.. Wajah Aksan terlihat senang sembari di tangannya membawa bunga. Dahlan merasa gak enak karena hal yang akan di lihatnya bisa merubah moodnya Aksan .


" Tunggu Lan!, apa itu Bara!.. Dahlan sudah menduganya kalau Aksan akan cepat mengenalinya. " Iya tuan, itu tuan Bara!. jawabnya. " Jadi mereka ketemuan di belakangku!!. Ujarnya kesal. " Tuan, lebih baik kita kesana dan tanyakan langsung sama nona, agar tidak salah paham!. Usul Dahlan. Aksan hanya diam melihat Bara sedang memegangi tangan Gea dari jarak dekat.


" Tidak perlu!, aku ingin mendengarkan mereka dari sini. jangan sampai mereka melihatnya!. Kata Aksan sembari menatapnya.


Gea menarik tangannya. " Dulu jantung ini terasa berbeda ketika tuan menggenggamnya tapi sekarang rasa ini sudah tidak ada lagi!. Batin Gea. " Maaf tuan" Lirihnya, Gea takut Bara sakit hati. Bara hanya mengangguk tanda mengerti.


" Tuan Maaf, seperti yang pernah saya bilang sebelumnya kalau pernikahan ini sudah tidak bisa dipertahankan lagi. dan saya tidak bisa menyembuhkan hati anda dan melukai hati lainnya!. dengan suara getir dan berani akhirnya Gea bicara tampa memalingkan wajahnya. Bara terlihat sedih wajahnya menjadi murung.


" Dulu memang saya akui kalau saya mencintai anda!, tapi itu dulu sebelum anda membawa Karisa kerumah. dan saya mohon anda jangan mempersulit proses perceraian ini. Bara langsung menatap matanya tidak ada air mata keluar dari mata Gea.


" Tuan ini saya kembalikan!, saya tidak bisa menerimanya. Gea memberikan sertifikat rumah orangtuanya. Bara masih diam.


"Apa kamu benar-benar mencintainya?!. atau hanya balas budi, aku ingin dengar langsung dari mulutmu!. Nanda suaranya terdengar maksa.


Hal yang sama Aksan tunggu jawaban itu dari Gea " Nona semoga anda memilih tuan!. Batin Dahlan yang dari tadi sangat tegang melihat raut wajah bosnya.


Gea melihat ke arah Bara. " Awalnya tidak!. saya pun sama berpikir seperti itu, apa saya hanya ingin balas budi.. jujur saya mulai terbiasa dengan Aksan, ketika Aksan menyuruh saya menemui anda hati ini teramat sakit tuan, dan saya sadar kalau itu bukan balas budi melainkan rasa sayang dan itulah sebabnya saya tidak bisa balik lagi kepada anda. saya pernah diposisi itu ketika mencintai seseorang orang itu malah mencintai wanita lain!. Jawabnya lirih.


Bara langsung menundukan pandangannya dadanya terasa sesak mendengar Gea sudah tidak mencintainya. " Maaf!" lirihnya.


" Ini untukmu, tolong terimalah!. kata Bara menolak sertifikat itu.


Gea tetap tidak mengambilnya lagi. " Maaf tuan, saya tidak bisa menerimanya, saya tidak bisa melukai hatinya karena ini!. Jawaban Gea sangat melukai hati Bara. Bara berharap dengan itu Gea mau balikan lagi dengannya.


Gea segera berdiri dan membungkuk. " Aku pamit tuan!, jaga diri anda baik-baik. Gea langsung pergi tampa menoleh lagi kebelakang. Hatinya sakit, Gea sudah bertekad untuk menerima Aksan dan melupakan Bara, " Semoga anda bahagia tuan, maaf aku sudah melukaimu. Gea hampir menangis hatinya begitu terluka harus bicara seperti itu kepadanya. "Andai saja tuan sadar lebih awal, mungkin ini takan terjadi. Batinnya.


Aksan terharu mendenganya ingin sekali mengejarnya dan memeluknya tapi Dahlan mencegahnya. " Tuan, biarkan nona sendiri agar dia tenang!.


" Apa maksudmu, dia sedang membutuhkanku!. pekik Aksan kesal.

__ADS_1


" Tuan, biar kan nona tenang dulu, percaya sama saya!!. Kata Dahlan begitu menyakinkan. Aksan langsung diam. " Oke tapi kita harus ikuti dia. Dahlan mengangguk.


Bara menjatuhkan air matanya melihat Gea pergi tampa menoleh lagi. " Apa sesakit ini yang dulu kamu rasakan!. lirihnya.


Gea duduk di jembatan penyeberangan diarea permainan. Gea melihat sekelilingnya begitu banyak orang-orang yang bahagia dan tertawa lepas. " Mam, maaf aku tidak bisa mengambil rumah kita!. Gea teringat dengan Uci. " Apaan ini!. Gea mengusap air matanya. " Gak boleh nangis aku wanita kuat. kuat. kata Gea. menyemangati dirinya.


" Dasar wanita aneh, coba lihat dia, tadi nangis sekarang berusaha tegar!. Kata Aksan.


" Namanya juga wanita tuan muda, iya bisa sangat rapuh, atau sebaliknya!. Jawab Dahlan membuat Aksan menoleh. " Dari mana kamu belajar soal itu?" tanyanya.


" Saya pernah baca di buku tuan!. jawab Dahlan. Aksan langsung pokus melihatnya lagi. " Kamu tau lan, dia sudah merubahku, aku sudah tidak ingin bermain-main lagi sama perempuan!. karena wanita seperti dia harus di perjuangkan!. Aksan sangat senang dengan sikap Gea yang begitu menjaga perasaan pasangannya.


" Anda sangat beruntung tuan, bisa mendapatkan nona!. Batin Dahlan.


Aksan sudah tidak kuat lagi ingin memeluknya. Aksan mencoba menghubunginya dulu.


" Halo, Ai".. Gea


" Kamu dimana, udah makan!" Aksan.


" Aku di taman hiburan Ai, belum makan, kamu udah makan?.. Gea


" Tidak Ai terimakasih!. Gea


" Apa kamu lagi sedih?" Aksan.


" Tidak Ai, aku merindukanmu" Gea


" Coba penjamkan matamu maka aku akan ada di hadapanmu!.


Gea langsung melihat kanan kiri tapi gak lihat Aksan. Dengan polosnya Gea memejamkan mata sembari membayangkan Aksan. Ponselnya tidak ditutup masih terhubung.


" 1. 2 . 3 . buka matamu!. Aksan.


Gea membuka matanya dan benar Aksan ada dihadapannya. Replek Gea segera memeluknya. " Ai" ujarnya lirih. Gea melepaskan beban dihatinya, Aksan langsung memeluknya juga. " Aku merindukan mu! juga. Aksan merasa senang. Dari kejauhan Bara melihatnya matanya kebuka lebar.


Hatinya hancur berkeping keping. " Ini yang mungkin kamu rasakan ketika aku memeluk Karisa. Gumam Bara.


" Ko kamu ada di sini Ai?" Tanya Gea sembari melepaskan pelukannya. Aksan membenarkan anak rambutnya " Kebetulan tadi ada pemotretan di sini sayang. lalu aku lihat wanita cantik yang sedang jalan sendiri, aku perhatikan itu kan calon istri Aksan Sjuman mana boleh jalan sendiri, makanannya aku kerjain deh hehehe. Aksan berusaha menghiburnya. Syukur lah dia tidak lihat Bara. Batin Gea.


" Ayo temanin aku makan . Ajaknya sembari menggenggam tangan Gea.

__ADS_1


Mereka langsung masuk ke mobil.


...******...


Di restoran.


" Dari mana aja sih lama banget!. Ujar Karisa ketus." Sa, coba lo tebak, gua dapet nomor Aksan lo. lo tau tidak, dia sendiri yang memberikannya. Amel sangat senang mendapatkan nomor Aksan.


" Eh Lo ingat yah, lo dekatin dia cuma untuk balas dendam tidak lebih!. Kata Karisa. Wajah Amel langsung berubah dari seneng jadi kesal " Iya!


jawabnya pendek.


" Lo harus merusak hubungannya dengan wanita sialan itu, sampai pernikahannya batal!, selanjutnya lo ikuti perintah gua!. Kata Karisa.


Amel hanya diam mendengarnya.


Karisa merasa kesal ketika melihat Aksan dan Gea masuk ke restoran yang sama, " Lo gak boleh nengok ke kiri disana ada Aksan dan wanita sialan itu!!. Ucap Karisa pelan.


Karisa melihatnya dengan tatapan membunuh.


Aksan menarik kursi untuk Gea, " Terimakasih sayang" ujar Gea. Aksan hanya tersenyum. Tidak lama pelayan itu datang. Aksan segera memesan makanan.


Sambil menunggu makanannya datang Gea memberanikan diri untuk bicara.


" Ai, aku ingin bicara serius!. kata Gea. Aksan mengangguk " Katakan!. Semoga kamu gak marah Ai. batin Gea. " Sebenarnya tadi aku di taman bertemu dengan tuan!. ucapnya. " Lalu?" kata Aksan. " Tadi tuan kerumah Sarah. karena tidak ada orang, saya ajak ke taman, dan tadi dia. Gea menceritakan semuanya sama Aksan. Gea bercerita sambil memainkan tangannya takut Aksan salah paham.


" Maaf Ai baru cerita!. lirihnya. Gea melihat wajahnya tampa expresi. " Apa kamu marah?. Ai aku berkata jujur, aku tidak bohong!. Gea berusaha menjelaskannya. Aksan menggenggam tangannya. " Aku tidak marah, dan aku tadi dengar ko apa yang tadi kamu katakan sama Bara. jawabnya santai.


" Jadi kamu tau!!.. kamu ngerjain aku barusan!. Tanya Gea. Aksan hanya tersenyum. " Ih, jahat jadi dari tadi kamu ngerjain aku!. Gea merasa kesal sudah di kerjain. Padahal tadi dia sangat takut kalau Aksan marah.


Aksan memeluknya. " Maaf sayang!. Aksan mencium pucuk kepala Gea." Aku bangga sama kamu sudah berkata jujur. kata Aksan. Gea hanya diam dipeluknya " Aku tau rumah itu sangat berarti bagi mu. demi aku kamu menolaknya. Batin Aksan.


Karisa melihatnya langsung hilang selera makannya. " Dasar munafik lihatlah wajahnya terlihat polos!. Kata Karisa kesal.


Amel tidak peduli soal itu yang iya pedulikan hanya Aksan.


Karisa langsung pergi, tidak lama Amel menyusulnya dan mereka meninggalkan restoran.


...*******...


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2