Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 23


__ADS_3

Bara mempercepat langkah kakinya, ia lupa kalau ada metteng siang ini. Adam yang sedang mempersiapkan berkasnya melihat Bara tergesa-gesa berusaha mengejarnya.


" Tuan. Tuan Bara" Adam sedikit lari kecil untuk mengejarnya. Bara langsung menaiki lift lalu menutupnya. Adam melihat berkas di tangannya.


Gea yang sedang tiduran di taman, tidak tau kalau Aksan sedang menatapnya dari jarak dekat.


Cantik, lucu, paket komplit. Gumam Aksan.


Gea menggeliat meregangkan tubuhnya. Terkejut melihat Aksan sudah di depan matanya.


" Aksan. kamu di sini?". Gea masih bengong, dipikirnya mimpi atau nyata.


" Iya ini aku, tadi saya hubungi kamu tapi kamu tidak angkat² teleponnya".


" Maaf Aksan saya lupa tidak bawa ponselnya, ketinggalan di kamar".


" Gak apa-apa?, apa kita bisa keluar siang ini?". Gea belum menjawabnya.


" Rupanya ada tamu?" Saut Bara yang baru datang.


" Tuan, anda sudah pulang?" Gea segera bangun dan berdiri lalu jalan menghampiri Bara.


" Iya, saya lagi kurang fit". Gea terkejut.


" Anda sakit?" Gea reflek memegangi keningnya.


" Tidak panas?" Ucap Gea pelan.

__ADS_1


" Memangnya kalau sakit harus panas??" Jawab Bara kesal. Aksan menatap keduanya.


" Oiya, mau minum apa Aksan?". Aksan masih bengong.


" Aksan" Gea memanggilnya.


" Iya, Ge?" Jawab Aksan langsung. Giliran Gea yang panggil langsung nyaut. Gumam Bara.


" Mau minum apa?",


" Tidak usah, bukannya kita mau pergi?". Bara terkejut. Pergi, jadi mereka mau pergi?..


" Apa kamu lupa sama tugas mu?" Bara mengingatkan Gea. Gea menatap Aksan dan juga Bara, posisi ditengah-tengah.


" Aksan, maaf sepertinya aku tidak bisa ikut, gak apa-apa kan?”. Aksan mendengarnya sedih, Bara malah senang mendengarnya. Bara masuk duluan ke dalam rumah.


" Kalau gitu aku pulang dulu yah?". Dengan hati kecewa Aksan pamit pulang.


" Kamu hati-hati?" Aksan hanya tersenyum tipis lalu pulang. Beruntungnya Bara bisa di urus sama dia . Gumam Aksan.


Gea masuk ke rumah, lalu menemui Bara di kamarnya, Bara tiduran di kamarnya.


" Tuan, apa anda mau makan?”.


" Boleh" Gea langsung pergi ke dapur. Melihat Gea pergi Bara tersenyum jahat.


Gea mengurus Bara seperti pasien, ia menyuapinya dengan pelan.

__ADS_1


" Memangnya kalian mau kemana tadi?".


" Kami mau nonton konser!" .


" Apa, konser, memang nya kamu suka konser?". Gea menggelengkan kepalanya.


" Lalu kenapa kamu mau ikut nonton?”. Dasar bodoh.


"Karena saya belum pernah nonton, makanya saya mau" Bara manarik nafasnya.


" Aku pikir kamu gak suka?" Dasar bodoh.


" Gimana saya mau suka, nonton aja belum?. Jawaban Gea membuat Bara ingin teriak.


Bara tidak banyak nanya lagi, ia memilih diam dan menghabiskan makanannya. Kenapa aku senang dekat dengan dia, rasanya nyaman. Gumam Bara.


Di kantor.


Karisa menemui Bara, lagi-lagi Bara nya tidak ada. Adam pikir tadi Bara cepat-cepat pergi mau menemui Karisa. Jadi kalau bukan nona Karisa?. Adam tersenyum lebar ketika ingat dengan Nona Gea.


" Nona, akhir-akhir ini tuan selalu pulang cepat, bahkan tadi aja buru² pulang mendengar istrinya menghubungi nya. Adak sengaja bilang seperti itu agar Karisa menjauhi Bara.


Karisa mendengarnya tidak suka, dia tidak mungkin di kalahkan sama Gea yang jelas-jelas di bawahnya.


" Tapi aku yakin, Bara akan lebih mementingkan aku di bandingkan istrinya?" Karisa sangat percaya diri


Adam hanya tersenyum tipis menanggapinya.

__ADS_1


Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih


__ADS_2