
Gea di antar pulang sama Aksan. Di dalam mobil Aksan curi² padang.
Gea tau Aksan sedang memperhatikan dirinya.
" Apa kamu bersedia makan siang dengan ku?". Gea menoleh.
" Tentu". Jawab Gea. Mereka pergi ke restoran di sana mereka asik makan siang.
Di tempat lainnya.
Karisa sedang asik merawat diri di salon langganannya, matanya hampir keluar melihat Aksan mengantar Gea ke salon mahal dan memperlakukannya seperti kekasih.
Karisa langsung menekan teleponnya menghubungi Aksan. Nomor nya tidak aktif.
" Di matikan pula". Karisa mencoba menghubungi nya lagi. Hanya operator yang menjawabnya. Karisa mulai resah di kepalanya ia terus memikirkan Aksan.
" Ahhhh" Teriaknya gak jelas.
" Anda tidak apa nona?". Tanya staf salon.
" Aku gak jadi masker rambutnya, tolong cepat karena aku harus pergi". Ujar Karisa.
Karisa langsung mengirimkan uang sama orang yang sudah mengirimkan videonya.
Di restoran.
Gea dan Aksan asik bercanda, tampa Gea sadari Aksan merekamnya.
" Gea, apa kamu bahagia dengan Bara?". Tawa Gea langsung lenyap mendengar pertanyaan dari Aksan.
" Apa harus saya jawab?".
__ADS_1
" Tidak, itu hak kamu, oiya gimana kalau kita nanti pergi jalan-jalan ke taman hiburan".
" Kapan, aku suka banget pergi kesana!". Gea tidak sadar sudah menyentuh tangan Aksan.
" Maaf" Gea menarik kembali tangannya.
" Gak papa malah aku senang". Jawab Aksan sembari tersenyum. Gea melanjutkan makannya.
Karisa yang kesal, langsung mengirimkan vidio Gea kepada Bara.
Bara membukanya dan langsung melihatnya.
Ponselnya berdering Bara langsung angkat.
~~ Iya Sa?.
~~ Bara, istrimu jalan sama Aksan, apa kamu tidak tau?.
~~ Saya tau dari kamu barusan. Jawaban Bara membuat Karisa kesal.
Teleponnya terputus. Bara menghela napasnya.
Bara memikirkan ucapan Karisa barusan, dia langsung menghubungi Gea.
Mendengar ponselnya berdering Gea langsung angkat.
~~ Iya tuan?.
~~ Kamu dimana?.
~~ Saya di luar tuan lagi makan.
__ADS_1
~~ Apa lagi sama Aksan?.
~~ Iya. Mendengar lagi sama Aksan tiba-tiba hatinya kesal.
~~ Cepat pulang, dan kamu ambilkan maps coklat di kamarku lalu kamu hantarkan kemari. Bara langsung menutup teleponnya. Gea melihat ke arah Aksan.
" Ada apa?”. Tanya Aksan.
" Saya harus pulang, tuan butuh maps yang tertinggal di rumah. Aksan mengerutkan keningnya.
" Kenapa harus kamu, Bara kan punya asisten banyak!".
" Maaf ya, aku harus pergi. Gea langsung berdiri, melihat makanannya masih banyak di meja.
" Tunggu, aku antar kamu". Pinta Aksan lalu pergi ke kasir untuk bayar makanannya.
" Boleh di bungkus makanannya?. Pinta Gea. Aksan mengangguk sembari menyuruh pelayan untuk membungkusnya. Mereka segera pergi dari restoran.
Aksan tau ini cuma alasan Bara agar Gea pulang, tapi Aksan bingung dengan sikap Bara yang seolah-olah takut Gea di ambilnya.
" Terimakasih Aksan kamu sangat baik, maaf aku belum bisa telaktir kamu".
" Gak papa". Jawab Aksan sembari tersenyum. Gea cepat-cepat masuk.
Aksan menatapnya dari jauh. Aku akan berusaha agar kamu jadi milikku Gea. Gumamnya. Aksan langsung pergi. Di jalan dia menyalakan ponselnya panggilan masuk banyak sekali dari Karisa. Tidak lama pesan pun banyak yang masuk.
Aksan tidak membukanya dia malah memesan bunga lili untuk Gea dan memintanya mengirimkan ke rumah Bara.
Di dalam rumah Gea masih mencari maps yang di bicarakan sama Bara.
" Apa dia sudah pikun, di kamarnya mana ada sih maps cokelat. Gerutu Gea.
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih
🤗🙏