
Gea merasakan yang Bella rasakan dulu ketika Rendy selingkuh dengan Sarah dan Bara sama Karisa..
Gea dan Sarah keluar dari kamar Bella dan menuggunya di ruang tamu. Tidak lama Beri turun dan juga Bella. Gea segera berdiri " Kak, terimakasih kakak masih peduli sama aku, padahal aku udah jahat sama kakak" Ujarnya lirih.
Gea memeluknya. " Kakak, udah anggap kamu seperti adik kakak Bell, kamu jangan sungkan untuk minta bantuan kakak yah!. Beri makin kagum sama Gea yang terlihat dewasa.
Cukup lama mereka berbincang-bincang Gea dan Beri menceritakan tentang mereka waktu kuliah dulu. Sarah dan Bella jadi pendengarnya. Sarah memperhatikan wajah Beri ketika memandangi Gea. " Beri, apa kamu tidak pernah menyukai Gea ?" Tiba-tiba Sarah bertanya.
Beri langsung berhenti dari tawanya begitu juga dengan Gea. " Tidak mungkin Sarah dia menyukaiku, dia ini sahabat ku yang paling baik" Saut Gea sembari menyentuh tangan Beri. Namun tatapan Beri berbeda.
" Aku tau dia itu menyukainya" Batin Sarah.
" Iya kak Gea benar, kak Beri tidak mungkin menyukai kakak iparnya" Ujar Bella. Gea melepaskan tangannya dari Beri. Beri merasa sedih dengan jawaban Gea tadi.
Ponsel Gea berdering. Namun iya tidak mendengarnya. Tidak lama ponselnya Sarah berdering.
Sarah merogohnya dari tas. Sarah segera kebelakang dan menekan tombol hijau.
" Iya tuan" Sarah.
" Kalian dimana?" Aksan.
" Kami ada dirumah tuan Bara". Sarah.
" Apa!!, ngapain Gea kerumah Bara??. Aksan.
Sarah salah bicara dan segera menceritakan semuanya pada Aksan.
" Aku kesana, kalian jangan dulu pergi.. Aksan.
" Iya tuan!" Sarah.
__ADS_1
Sarah menarik napasnya. Iya segera gabung lagi dengan Gea dan Bella. Sarah ingin memberi tahu soal Aksan tapi Gea begitu sibuk dengan Beri dan juga Bella.
Tidak lama, Aksan dan juga Dahlan masuk. " Non, ada tuan Aksan" Ucap Bu Sima. Gea melotot melihat Aksan datang kerumah Bara. " Ai, ko kamu ada di sini!. Aksan melihat Beri begitu dekat duduknya dengan Gea membuatnya kesal.
" Iya aku sengaja ingin menjemput calon istriku!. Aksan menekankan kata calon istri. Beri langsung tidak suka. " Sayang, apa kamu tidak ingin mengenalkan aku sama sodarinya Bara!. Gea segera berdiri. " Eia, kenalin ini Aksan!. Ujar Gea.
Bella tidak ingin tau, begitu juga dengan Beri. " Ai, itu Beri teman lamaku dulu waktu kuliah, dan hari ini kami baru ketemu, kamu tau dia itu adiknya Bara, dan aku baru tau hari ini, nah yang ini Bella adiknya juga. Aksan bisa melihatnya kalau mereka tidak menyukai kehadirannya.
" Hai, Aksan, Beri , Bella. Mereka berkenalan , Aksan tau mereka terpaksa karena tidak enak dengan Gea. Aksan duduk di samping Gea. Beri terlihat gusar karena ada Aksan disampingnya.
" Ko pada diam, bukannya tadi kalian terlihat asik!. Tanya Aksan. " Ya, karena ada situ makanya malas!!. Ucap Bella ketus. Semua orang langsung melihat ke arah Bella.
" Maafkan adik saya, dia memang agak ceplas-ceplos" Kata Beri. " Emang itu ko kenyataannya, kamu itu selalu jadi duri untuk kak Bara!!. Dulu wanita licik itu kamu rebut, sekarang kak Gea, dasar laki-laki kejam!!. Bella berapi-api.
" Bella, kamu salah paham, Aksan gak begitu ko!" Gea berusaha menjelaskannya namun Bella terlanjur membencinya dan iya segera pergi ke atas. Gea merasa kasian melihat Aksan. " Ai, maafin Bella yah" sembari menggenggam tangannya. Beri langsung memalingkan wajahnya melihat Gea bersikap manis kepadanya.
Dahlan dan Sarah melihat langsung. " Beri, aku pamit yah" Gea merasa suasananya tidak nyaman. Beri mengangguk. Aksan menarik tangan Gea agar Beri melihatnya. Mereka lalu keluar. " Ge, kapan-kapan kamu datang lagi yah" Pinta Beri. Aksan menatapnya dengan tatapan tajam. " Iya, kapan-kapan aku main lagi. Jawab Gea. Beri sengaja bilang seperti itu.
Di mobil Aksan terlihat kesal.
Sarah dan Dahlan duduk di depan. " Ai, kamu kenapa?" tanya Gea. " Aku lihat Beri itu menyukaimu!!. Jawab Aksan ketus. Sarah dan Dahlan mendengarnya.
" Hahahaha " Gea malah tertawa mendengarnya. Aksan makin kesal dibuatnya. " Sayang dia itu teman lamaku, mana mungkin dia menyukaiku!" Aksan melihat wajah Gea lalu iya menciumnya dengan lembut. Hening. Sarah dan Dahlan saling pandang. mereka sama-sama tidak berani melihat kebelakang apa lagi ke kaca spion.
Gea cepat-cepat melepaskan ciumannya" Kalau salah satu dari kalian melihat ke belakang maka gajih kalian saya potong!!. Aksan membungkamnya lagi kali ini cukup lama. Gea hampir kehabisan oksigen. " Ai" Ujarnya lirih. Sarah dan Dahlan hanya bisa diam mendengar suara dari belakang. Aksan melepaskan ciumannya.
Dahlan menahan tawanya dari depan.
" Aku tidak suka kamu bahas pria lain selain diriku!. Kata Aksan sembari membenarkan rambut Gea . Gea langsung diam dan membenarkan posisi duduknya . Aksan sangat cemburu mendengar Gea bahas pria lain. Gea langsung mengerti.
Sampai di rumah.
__ADS_1
Sarah melihat ada seorang pria menunggunya. Semuanya turun dari mobil. " Nona, Gea" tanyanya . " Iya saya, " Jawab Gea. " Ini ada titipan dari tuan Bara. Pria itu memberikan maps. Gea segera membukanya. Aksan di sampingnya melihatnya juga. Aksan langsung tersenyum lebar.
Namun hati Gea sedih membacanya. " Saya permisi nona, tuan!. Pria itu pamit. Aksan langsung memeluknya. " Akhirnya kamu bebas sayang!. ujarnya senang. Gea hanya tersenyum tipis dilubuk hatinya Gea merasa sedih. Dari kejauhan Bara melihatnya. " Semoga kamu bahagia Ge. Tampa sengaja Gea melihat Bara sedang melihatnya" Tuan" Ucapnya di hati. Bara segera pergi.
Dahlan dan Sarah senang mendengarnya. " Tuan, kita harus rayakan ini" Kata Sarah. " Tentu saja!" Ucap Aksan.
****
Malamnya Gea gak bisa tidur iya teringat dengan Bara yang tadi melihatnya dari kejauhan. Sarah yang kebangun melihat Gea sedang berdiri di dekat jendela . " Ge, kamu gak tidur!" Tanya Sarah. Gea terdiam. " Sar, kamu tau gak, tadi tuan ada dan dia melihat aku dari kejauhan. Ucapnya lirih.
Sarah bangun dan menghampiri Gea. " Ge, udahlah dia udah mengambil keputusan yang benar, dan sekarang kamu harus pokus sama Aksan!. Kata Sarah. Gea menghela nafasnya lalu mengangguk. " Ayo tidur, besok kita pindahan. Ajak Sarah.
******
Paginya..
Aksan dan Dahlan niat ingin menjemput Gea untuk pindah kerumahnya. Di depan gerbang seseorang sudah menunggunya.
" Tuan, sepertinya itu nona Amel!. Ucap Dahlan. Aksan tersenyum mengejek. " Nekat juga dia kemari!. Kata Aksan. Aksan melangkahkan kakinya menuju ke gerbang. Amelia segera mendekati Aksan dari balik gerbang. " Hai Aksan, kamu masih ingat dengan ku, aku tidak sengaja lewat sini. Aksan hanya mendengarkan ocehan Amel.
" Apa aku boleh masuk!. Tanyanya lagi. " Gak boleh!. Jawab Aksan. Amel langsung bengong mendengarnya. " Sial, ku pikir dia akan membukakan pintunya. Batin Amel. Aksan membalikkan badannya berniat masuk ke dalam rumah. " Aksan tunggu, apa kita bisa ngobrol sebentar saja. Aksan masih dengan posisinya. " Aku mohon sekali aja!. Amel berharap banget.
Aksan membalikkan badannya kearah Amel. " Oke, kamu atur saja tempatnya dimana!. Ujar Aksan. Amel langsung senang mendengarnya.
" Oke, nanti aku infokan tempatnya!. Amel sangat senang dia langsung naik mobilnya dan pergi.
Aksan hanya tersenyum tipis. " Tuan, gimana kalau dia jebak anda seperti dulu yang nona Karisa lalukan!.. Ucap Dahlan. Aksan hanya menepuk pundaknya. " Kamu akan lihat sendiri nanti. Jawab Aksan.
******
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1