Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 95


__ADS_3

Aksan menuggu Gea di kantor ia sengaja mengosongkan jadwalnya untuk Gea. Aksan terus menekan tombol telepon yang langsung ke arah resepsionis. " Apa ada yang mencari ku?" . " Tidak ada tuan!". Jawab resepsionis. " Jika ada orang yang ingin menemuiku katakan aku tidak bisa di gangu!" Aksan menutup kembali teleponnya.


Aksan mondar mandir di depan mejanya. Dahlan melihatnya aneh. " Tuan anda belum makan siang, apa saya pesankan sekarang?" Aksan menggelengkan kepalanya. Ia duduk lagi dengan keadaan gelisah sesekali melihat jam di lengan nya sudah jam 2 siang.


Dahlan melanjutkan lagi kerjanya. Aksan tidak kuat lagi diapun langsung menghubungi istrinya. Malah operator yang menjawabnya. Dia kemana sih!. Aksan segera keluar dari ruangan. ” Tuan muda, apa anda mau pergi?" Aksan tidak menjawabnya. Dahlan langsung mengikutinya.


Keluar dari lift Aksan dengan keadaan gelisah buru-buru mengalahkan kakinya tampak memperhatikan disekitarnya. Dahlan menghentikan langkahnya melihat Gea sedang duduk di sofa, tempat tunggu karyawan. Apa tuan gelisah karena nona mau ke kantor. Batin Dahlan. ” Tuan muda!, bukannya itu nona?" Aksan melihatnya, matanya kebuka lebar. Aksan cepat-cepat menghampirinya. " Sayang kenapa disini" Mendengar Aksan memanggil Gea dengan sebutan sayang semua mata langsung melihatnya.


Resepsionis yang baru itu merasa gugup sudah menghentikan Gea untuk naik ke atas tadi siang. Ia buru-buru menghampirinya " Maaf tuan, tadi saya melarangnya untuk tidak menemui anda, karena anda berpesan siapapun tidak boleh ada yang gangu anda kan!" Dengan tubuh gemetar perempuan itu berkata. " Maaf.. Nona" Langsung menuduhkan kepalanya.


Aksan menatapnya dengan tatapan tajam. ” Gak apa-apa saya mengerti!" Jawab Gea. Dahlan tau jika Aksan kesal dengan pegawainya. " Sayang dari jam berapa kamu disini?" Gea menjawabnya " Jam 12 Ai" Aksan mengajaknya untuk berdiri. ” Semuanya dengar!!" Aksan terlihat kesal sembari mengandeng Gea ia bicara. ” Beliau ini adalah istri saya” Aksan menatap Gea. " Istri saya bebas keluar kantor ini sesukanya, siapapun yang coba melarangnya maka kalian siap-siap saya pecat!, kalian paham!!" Semuanya terkejut sekaligus takut.

__ADS_1


Gea merasa terharu Mendengarnya. Aksan melihat ke arah Dahlan dan resepsionis barunya. Dahlan tau Aksan ingin apa. Aksan mengajak istrinya ke atas. Jadi nona yang buat tuan muda gelisah dari tadi. gumam Dahlan. ” Pak, saya mohon maafkan saya, tadi tuan Aksan berpesan sebelumnya seperti itu” Rani membela diri karena takut kehilangan pekerjaannya.


” Sebaiknya kamu siap-siap, aku tidak bisa bantu!" Kata Dahlan. Rani pun memangis. Temannya segera menghampirinya. " Aku baru tau jika tuan Aksan memiliki istri, kamu yang sabar yah!" ucap temannya kepada Rani.


Di ruangan...


Aksan membawa istrinya untuk duduk. " Kamu udah makan Ai?" Aksan menggelengkan kepalanya. " Gea membuka kantong pelastik. ” Kamu mau coba ini gak?" Gea memperlihatkan kantong yang di bawahnya. " Apa itu?" Gea keluar ruangan untuk mengambil mangkuk dan sendok. ” Sayang kamu tidak harus repot-repot ambil sendiri, kamu tinggal bilang nanti Dahlan ambilkan untukmu!" Gea tidak menghiraukan perkataan Aksan ia tetap pergi ke pantry. Gea mencarinya sampai bawa dan mendengar percakapan dua wanita yang satunya sedang memangis.


" Maafin saya nona, tadi saya sudah mencegah anda untuk masuk, saya tidak tau jika anda yang di tunggu tuan!. Gea langsung paham


. Jadi gara-gara aku dia dipecat!. Batin Gea. ” Kamu tidak akan di pecat!, saya pastikan itu!" Gea segera pergi keruangan Aksan. Rani dan temannya saling berpelukan. " Semoga apa nona katakan tadi benar!" ucap Rani.

__ADS_1


Aksan melihat wajah istrinya beda. ” Sayang ada apa?, apa ada yang menggangu mu?". Gea menggelengkan kepalanya. ” Ai apa benar kamu memecat resepsionis itu?” Aksan terkejut. " Ai, aku gak mau jika gara-gara aku dia kehilangan pekerjaannya, kamu tau.. dulu aku pernah di posisi dia jadi aku mohon Ai, aku mohon jangan pecat dia !" Aksan tertegun mendengarnya.


” Dia memang beda" Batin Aksan. Aksan mengangguk. " Sayang, gak usah memohon seperti itu, aku akan melakukan apapun yang kamu suruh bahkan jika kamu meminta nyawaku aku siap memberikannya untukmu" Aksan memeluk istrinya. " Terimakasih Ai". Gea menuangkan makanan yang tadi dia bawa. " Ini tahu gejrot Ai, aku suka sama makanan ini!” Gea menyuapi Aksan. " Gimana enak?" Aksan hanya mengacungkan jempol nya.


Gea menghabiskan waktunya di kantor hingga larut malam. Membantu suaminya. Waktu sangat cepat berlalu. Aksan melihat jam hampir 8 malam ia pun mengajak istrinya pulang.


Dirumah Aksan membiarkan istrinya untuk tidur tampa menggangunya.


Aksan ingat besok ada persidangan Karisa dan Pak Ripan. Gea pasti bertemu dengan Bara, aku harus menemaninya. Batin Aksan.


********

__ADS_1


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗.


__ADS_2