
Karisa melotot tidak terima dirinya malah di usir sama Bara.
" Bara aku tidak bohong, aku sudah berkata jujur" Lirih Karisa. " Apa wanita itu sudah menghasut mu, apa dia pake guna-guna. kata Karisa terus menerus bicara.
" Cukup Risa!!, aku tidak ingin membuat kamu malu atas perbuatan mu sendiri!. sebaiknya kamu segera berkemas untuk pergi!. Kata Bara.
Karisa menghambur memeluk Bara. " Tidak Bara aku tidak mau, aku tidak salah, wanita itu sudah mencuci otakmu!, tolong sadar Bara. Karisa masih memohon.
Bara memundurkan tubuhnya. " Cukup Risa!!, tolong jangan bawa² Gea dalam masalah ini. ujar Bara seraya menarik tangan karisa, lalu membawanya ke kamar.
" Bereskan pakaianmu sekarang juga!" pinta Bara lalu iya melepaskan tangan Karisa. Karisa tidak bergeming iya masih tetap berdiri dan tidak bergerak
Bara segera mengambil tas lalu iya memasukan barang² nya kedalam tas, " Bara aku tidak mau pulang!!" teriaknya tangannya mengambil tas yang sedang Bara pegang. Namun Bara tidak menggubris perkataan Karisa. Bara menarik tangan karisa lalu iya membawanya keluar. " Bara aku tidak mau!!, aku tidak mau keluar dari rumah ini. kata Karisa dengan nanda tinggi.
Karisa ingin menghampiri Gea,, namun tarikan tangan Bara membuatnya tidak bisa mendekatinya. Lo lihat nanti akan aku balas!!. gumam Karisa dengan sorot mata membunuh, Bara membawa Karisa pergi dengan mobilnya.
Di mobil..
Karisa menangis " Kamu jahat, aku benci sama kamu!, kamu jahat. ucap Karisa sambil memukuli tangan Bara yang sedang nyetir.
Bara tidak bicara apa-apa, sampai di apartemen, Bara segera membuka pintu mobilnya lalu iya menarik tangan Karisa. " Bara apa kamu tega membiarkan aku di apa² in sama Aksan!" kata Karisa sambil berjalan kaki. namun Bara masih tetap diam.
Setelah sampai di depan pintu apartemen, Bara segera pergi meninggalkan Karisa. " Bara aku mohon!" lirihnya sambil menitihkan air mata. Bara segera pergi meninggalkan Karisa.
" aaaaaaaaaaahh " teriak Karisa sambil menangis, pintu apartemennya kebuka. " Nona apa yang terjadi" Tanya Mia terkejut melihat Karisa duduk di depan pintu apartemennya. Mia segera membantu Karisa untuk masuk ke dalam apartemen.
Gea di rumah merasa gelisah, iya mundar mandir di depan pintu menanti kepulangan Bara. Tidak lama Gea mendengar suara mobil datang Iya segera keluar dan membukakan pintunya.
Bara yang baru turun dari mobil langsung melihat Gea, Bara menghampiri Gea, " Ayo masuk" ajaknya sambil meraih tangannya.
Bara mengajaknya untuk duduk di sofa, mereka lalu duduk bersampingan " Apa kamu tidak ingin tau alasan aku mengusir Karisa" tanya Bara seraya membenarkan anak rambut Gea.
Gea mengangguk, Bara menatapnya " Kenapa aku membawanya ke rumah ini, karena dia bilang dia takut dengan Aksan, makanya aku biarkan dia tinggal disini, namun ketika kita ketemu di cafe waktu itu , Karisa tidak terlihat takut, itu kebohongan pertama yang aku ketahui. kebohongan kedua. dia bilang waktu kamu makan malam dengan Aksan, dia bilang di siram Aksan di restoran, padahal aku ada di sana, dan aku melihatnya, kebohongan ke 3, kejadian tadi. kata Bara. seraya menatap mata Gea.
Gea tertegun mendengar penjelasan Bara, " Aku percaya sama kamu, kamu tidak mungkin bohong" ucap Bara. Gea hampir nangis mendengar Bara bicara seperti itu.
Jadi tuan ada di restoran waktu itu, ko aku tidak tau. gumamnya
Tuan, Karisa sangat beruntung mendapatkan cintanya tuan yang begitu tulus untuknya. gumam Gea sedih.
Bara bingung kenapa Gea malah sedih.
Tiba-tiba Bara memeluknya. Gea terkejut dengan sikap Bara, " Maaf" lirihnya. Gea merasa lega mendengarnya tampa iya sadari iya membalas pelukannya. Cukup lama mereka berpelukan.
Mereka melepaskan pelukannya, " Aku akan menyiapkan makanan dulu.. ujar Gea menghindar lalu iya buru-buru pergi ke dapur dengan hati senang.
__ADS_1
Bara hanya tersenyum senang melihat raut wajah istrinya ceria. Bara lalu pergi untuk ganti pakaian.
Tidak lama Bara turun ke bawah dengan pakaian santainya, Bara melihat di meja sudah tersaji makanan. Bara menghampiri Gea, " Ada yang bisa saya bantu?" ucapnya. Gea terkejut mendengar Bara ingin membantunya " Tuan duduk aja ini udah beres ko" Jawab Gea sambil tersenyum. Bara menghampiri Gea, Gea yang gerogi memundurkan kakinya ke belakang. Bara membuka celemek ditubuhnya.
" O, kupikir?" ucapnya keceplosan. Bara mengkerut " Kamu pikir aku akan menciumu!" Ucap Bara. Gea yang malu langsung menundukan kepalanya.
" Bukannya waktu itu kamu yang menciumku duluan. ucapnya, Gea mendongak menatap Bara. wajahnya semu merah. " Tuan ayo kita makan keburu dingin. Ucap Gea lalu ke arah meja makan.
Bara hanya tersenyum geli.
Gea segera mengambilkan lauk pauk untuk Bara. lalu iya duduk dan juga makan, suasana hening tidak ada percakapan.
Bara hanya menatap istrinya yang sedang makan, lalu iya terseyum. Gea marasa tidak nyaman karena di pandangi nya terus menerus.
" Tuan apa anda butuh sesuatu?" tanya Gea. Bara hanya menggelengkan kepalanya. Gea segera menghabiskan makanannya.
Setelah makan Gea membersihkan piring kotor, Bara segera naik ke kamarnya.
Setelah beres Gea menyusul suaminya ke atas. ketika pintu kebuka Bara melihat istrinya masuk ke dalam kamar. Gea mengambil tas dan hendak mau memasukkan barang-barangnya. " Kamu ngapain" tanya Bara seraya iya bangun dari duduknya Langsung menghampiri Gea. " Saya mau pindah ke kamar bawah tuan" jawab Gea.
Bara meraih tas yang di pegang oleh Gea, " Suruh siapa kamu pindah?, bukannya kamu pernah bilang akan tidur dimana suamimu tidur bukan?" ucap Bara mengingatkan kembali ucapan Gea.
Gea merasa malu, sudah bicara seperti itu padahal niatnya untuk membuat Karisa kesal. " Ta,,, tapi tuan" ujarnya. Bara segera menaruh tasnya di atas lemari, Bara meraih tangan Gea lalu di ajaknya untuk duduk di tempat tidur. " Mulai sekarang ini tempat tidur kita. ucap Bara.
Cukup lama mereka saling pandang,
Andai tuan mencintaiku seperti mencintai Karisa mungkin aku wanita paling beruntung. ucap di hatinya.
Gea merasakan nyaman ketika dipeluknya. Tuan semoga ini bukan mimpi, Gumamnya.
Di tempat lainnya..
Karisa masih emosi, Aku harus apa, Aksan sudah meninggalkan aku, dan sekarang Bara.
Karisa memutar otaknya, dengan cara apa Bara bisa balik lagi kepadanya, Karisa meraih ponselnya.
Karisa.. " Aku ingin kamu melakukan sesuatu untuk menjebak seseorang".
Orang asing.. " Siap Nona"
Karisa.. " Nanti aku kirimkan poto nya.
Karisa menutup teleponnya dan melemparkannya ke sembarang arah.
...******...
__ADS_1
Aksan masih memikirkan Karisa yang sedang dirumah Gea. Dahlan memperhatikan tuannya hanya bengong.
" Tuan apa ada masalah?" tanyanya. " Aku ingin kamu cari tau soal Karisa.. kenapa dia ada dirumah Bara?" ucapnya. Dahlan bingung mendengarnya " Aku tidak mau dia gangu Gea apa lagi nyakitin hatinya. ucapnya lagi. Dahlan mengangguk sambil menjawab " Baik tuan. lalu iya keluar dari ruangannya.
Dahlan segera menghubungi Mia, dan mencari tau soal Karisa.
Paginya.
Gea membuka matanya dan melihat ke arah suaminya sedang tidur pulas tangannya melingkar ke perut rampingnya.
Gea ingin menggeserkan tangannya dengan pelan, namun Bara malah menariknya. " Temanin aku sebentar lagi!.. pintanya. Gea hanya tersenyum tipis.
Gea masih bisa bernapas lega karena Bara tidak meminta haknya..
30 menit Gea menemaninya sampai Bara tertidur lagi. padahal Bara tidak tidur iya membuka matanya melihat Gea terlelap tidur. Iya hanya tersenyum tipis. Bara mencium keningnya lalu iya bangun.
1 jam kemudian.
Gea kebangun tidak melihat suaminya di sampingnya, Iya buru-buru mendekati kamar mandi, namun tidak mendengar suara air. Apa tuan di bawah. gumamnya sembari turun ke bawah.
Di bawah juga sepi, tidak ada siapa-siapa, Gea melihat ke arah jam pukul 8 pagi. Pantas ini sudah jam 8. ucap Gea sedih.
Di kantor.
Ketika Bara turun dari mobil Karisa sedang duduk menuggunya, melihat Bara masuk Karisa segera menghampirinya. dengan wajah dingin Bara tidak menyapanya. " Bara tunggu!. Karisa berusaha menghentikan langkahnya.
" Hmmmm" jawabnya, namun iya tetap melangkahkan kakinya. Karisa tidak pantang mundur, iya tetap berusaha agar Bara kembali lagi kepadanya.
Karisa ikut masuk kedalam lift. Semua staf melihatnya. Adam yang sedang ngobrol dengan Tere langsung segera menyusulnya.
Ketika lift kebuka. Bara keluar lebih dulu, Adam meraih tangan Karisa.
" Mau apa lagi kamu??" tanya Adam. Karisa mendelik tajam. " lepaskan tanganku brengsek!!" kata Karisa setengah teriak.
Adam segera membawanya ke tangga darurat. Karisa berusaha untuk menolaknya tapi percuma saja Adam sangat kuat.
Adam mengencangkan cengkraman nya . " Jangan gangu Bara, dia udah bahagia dengan istrinya!!" kata Adam.. Karisa melotot tidak terima. " Lo pikir lo siapa??.. lo hanya anak pungut yang di angkat dari tempat sampah!. ucap Karisa ketus.
Wajah Adam berubah menjadi merah, rahangnya mengeras iya hampir menamparnya. Karisa sudah memejamkan matanya takut tangan Adam mendarat di pipinya.
Adam menghempaskan tangannya, iya segera pergi menjauhi Karisa.
Karisa mengepalkan tangannya, Awas kamu Adam, lo akan lihat kemarahan gua nanti!. ucapnya sambil menatap tajam.
...********...
__ADS_1
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗🤗