
Tatapan Bara kosong iya masih kepikiran dengan Gea,, Bara memegang sepatunya yang diberikan oleh polisi. " Tolong Carikan istriku Pak" ucap Bara memohon. tidak lama ponselnya berdering. Bara segera mengambilnya lalu iya angkat.
Bara.. " Halo" .
Bella... " Kak, papa kritis tolong ke rumah sakit sekarang juga!.
Bara segera menutup teleponnya. Dan langsung pergi meninggalkan Tempat tersebut.
Dirumah sakit.
Bara segera turun dari mobilnya dan langsung masuk ke rumah sakit. disana ada Pak Rey dan juga Bella. " Gimana kodisi Papa.. pak Rey?" tanya Bara hawatir wajahnya terlihat panik. Bella terlihat sedih sambil nangis.
" Masih kritis tuan muda, dan beliau sedang di tangani dokter!. jawab Pak Rey. " Papa drop gara² melihat kaka di tv dengan kak Risa. saut Bella ketus. mendengar itu Bara makin sedih. Bara segera duduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menundukkan kepalanya.
" Bella, paman gimana?" tanya Adam hawatir dan langsung memeluk Bella. " Papa drop kak, ini semua gara-gara ka Bara!. jawab Bella. Adam menatapnya dengan tatapan tajam. " Kamu yang sabar iya sebentar lagi paman akan sebuh. ucap Adam menangkan Bella.
Tidak lama dokter keluar, semuanya berdiri dan langsung menghampirinya " Maaf.. beliau sudah tidak ada, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat kodisi nya membaik namun Allah berkehendak lain. ucap dokter itu lalu pergi.
Suasana langsung pecah, Bella menangis begitu juga dengan Adam dan pak Rey. Bara memukuli tembok rumah sakitnya.
Di tempatnya lainnya.
Karisa mengadakan pesta bersama teman-teman di sebuah Bar. " Kita bersulang atas pertunangan mu!, ucap temannya. Karisa langsung bersulang.. ponselnya berdering namun iya abaikan.
" Gila kamu Sa, baru putus sama Aksan sekarang mau tunangan dengan pengusaha muda!. ucap salah satu temannya. " Ya, secara kan gua cantik mana ada sih cowok yang nolak gua!. jawabnya dengan bangga.
Teman-temannya langsung tertawa.
Paginya...
Dirumah duka, Bara dan Bella merasa terpukul dengan kepergian papanya.
Tidak lama, Beri datang tergesa-gesah dan langsung memeluk jasad papanya. " Pa, Maaf, Beri baru bisa menemui papa. lirihnya sambil berlinang air mata.
Bara dan Bella hanya menatapnya. Proses pemakaman telah dilakukan.
Kolega bisnisnya semua mengirimkan karangan bunga, para kerabat berdatangan mengucapkan turut berdukacita. Setelah selesai Bara langsung pergi ke pelabuhan untuk mencari tau soal istrinya. Beri masih di pemakaman papanya. " Kak Beri" panggil Bella. Beri menatapnya, Bella langsung memeluknya dengan erat. " Kaka jangan pergi lagi, Bella sendiri disini!. ucapnya sambil menangis.
Beri membalas memeluknya.
Adam hanya menepuk pundak Beri, " Turut berduka cita Beri? ucap Adam, Beri hanya mengangguk.
Dari pemakaman Beri dan Bella pulang ke rumah utama. Beri terdiam sejenak. " Ayo kak, masuk. ajaknya. Beri berdiri di depan pintu gerbang " Tidak Bel, kaka tidak akan masuk sebelum Bara yang minta. kata Beri. Bella menghampirinya. " Kaka gak tau, kak Bara sudah menikah, dan dia tidak tinggal disini lagi. ucap Bella.
Beri terkejut mendengarnya. " Apa sama Risa?" tanyanya. Bella menggelengkan kepalanya. " Lalu? dengan siapa?" tanyanya lagi. Bella menarik tangan Beri untuk masuk namun Beri tetap tidak mau. " Kita duduk di sana kak. ajak Bella. Beri pun setuju dan langsung duduk. Bella masuk dulu ke dalam rumah, iya membawa majalah perusahaan Bara, dan langsung memberikannya. Beri melotot melihat poto Bara dan Gea.
" Ini maksudnya??" tanyanya. " Itu istrinya kak Bara, papa yang sudah menjodohkannya, tapi kak Bara tidak mencintainya, Kaka tau.. sekarang kak Bara dan kak Risa malah mengungumkan punya hubungan di depan media . kabar itu juga yang membuat papa drop dan langsung meninggalkan. Bella cerita pajang lebar. namun iya melihat raut wajah Beri langsung pucat.
Beri mengepalkan tangannya. " Antar kaka kerumahnya" Ajak Beri kepada Bella. Beri langsung menarik tangan Bella dan masuk ke mobilnya.
" Kak, jangan berantem sama kak Bara, dia juga sangat terpukul atas meninggalnya papa. kata Bella. Namun Beri tetap tidak mendengarnya.
Di sepanjang jalan Bella menceritakan gimana Bara bisa menikah dengan Gea, dan Beri mendengarkannya.
Bara langsung ke lokasi dimana Gea tenggelam. " Gimana pak, apa sudah ketemu?" tanya Bara. " Belum tuan" Jawabnya. " Kalian bisa kerja tidak sih!, ini sudah dua hari kalian masih belum bisa menemukannya juga!!. ucap Bara Marah. iya lalu pergi dan menyewa sebuah kapal untuk mencari Gea.
__ADS_1
Adam ada di lokasi tersebut dan langsung pergi menyusul Bara, " Bar, aku ikut mencarinya" Saut Adam dari belakang. Bara tidak menjawabnya mereka memutuskan untuk mencarinya sendiri.
Cukup lama Beri dan Bella menuggunya di teras rumah. Suara mobil terdengar Bara dan Adam turun. Beri segera berdiri. " Bar, Gea dimana??" tanya Beri tiba-tiba , Bara langsung masuk kerumah tampa menjawab pertanyaan adiknya. " Bar, Gea dimana??" nada suara Beri mulai tinggi.
Adam dan Bella bengong dengan apa yang di tanyakan Beri.
" Kaka kenal dengan babu itu!" tanya Bella. " Jaga bicaramu Bel, Gea bukan seorang babu!!. Jawab Beri lalu iya segera pergi kedalam rumah. " Tunggu!" Adam mengehentikan langkahnya. " Apa kamu mengenalnya?" tanya Adam. Beri mengangguk. " Panjang ceritanya, aku harus tau Gea dimana dulu!. jawab Beri. ketika Beri ingin masuk. Adam langsung bicara " Gea sudah tiada Beri" lirihnya membuat Beri dan Bella melotot. " Maksudnya??" tanya Beri. meminta jawaban. Adam menceritakan semuanya sama Beri, dan Bella merasa kasian mendengarnya.
Jadi si babu itu udah meninggal. gumam Bella di hatinya. Mendengar Gea tiada Beri langsung lemas. " Susah payah aku mencarinya kamu malah pergi Ge. ucapnya sambil berlutut. Adam hanya diam dan masih bertanya-tanya di hatinya. " Kak Beri, apa kaka mencintainya?" tanya Bella. Beri mengangguk. Adam dan Bella melongo.
Bara mendengar percakapan mereka diluar, Iya segera naik ke kamarnya dan langsung mandi.
Beri sudah merasa tenang. Adam dan Bella masih menunggu penjelasannya.
...Flash back On...
Gea dan Beri kuliah sama² diluar negeri mereka awalnya sahabatan, namun lama-kelamaan Beri menyukainya, tapi Gea tidak tau soal perasaannya. Dan suatu ketika, tiba-tiba Gea harus pulang karena kedua orangtuanya meninggal. Gea hanya bilang sama Beri kalau dia akan balik lagi dan menyelesaikan S 2 nya. Tapi di tunggu² Gea tidak ada kabar dan menghilang.
Beri sudah mencarinya tapi hasilnya nihil, dia tidak pernah kepikiran kalau Gea akan balik ke negeri asalnya.
...Flash back of....
" Apa.. jadi si babu itu?" Bella tidak melanjutkan perkataannya. Beri menyesal karena tidak balik ke negerinya. Adam tertegun mendengarnya. Pantas saja Gea sangat pintar, ternyata dia. gumam Adam.
...*******...
Satu Bulan berlalu Gea dinyatakan meninggal. berbulan-bulan Bara dan Karisa di hujat, namun Karisa tidak peduli, iya malah senang karena banjiran tawaran pekerjaan membanjirnya.
Beda dengan Bara iya makin tertutup, tidak pernah melihat berita di TV atau hal yang lainnya.
Tiga bulan berlalu.
6 bulan berlalu. " Sayang, kapan kamu akan menikahi ku, bukannya itu impian kita dulu. Ucap Karisa. Bara masih saja sibuk bekerja, " Kamu dengar gak sih yang aku ucapkan barusan!!. Karisa mulai bicara dengan nanda tinggi. Bara yang kesal mambanting laptopnya. " Risa cukup!!, aku selalu menurutimu selama ini, kamu ingin aku bicara di media aku ikuti, lalu tunangan aku mau, dan aku juga sudah menggantikan poto nya Gea dengan dirimu, apa kamu tidak bisa ngertiin sedikit aja!.. kata Bara emosi.
Karisa terdiam lalu iya menangis. Bara menghela nafasnya. " Maaf " ucapnya lalu memeluknya.
Aku tau kamu paling tidak bisa kalau melihat aku menangis. gumam Karisa licik.
Satu tahun berlalu....
Pagi² sekali Bara bangun, dan langsung mandi, iya tidak pernah sarapan dirumah sejak Gea tidak ada dirumah tersebut. " Morning sayang" Sapa Karisa sambil tersenyum manis. " Mau apa pagi² kesini. ucap Bara yang hendak pergi ke kantor. " Sayang ko kamu ketus sih, kita ada undangan pesta ulang tahun, apa kamu mau datang?" kata Karisa. Bara tertegun mendengarnya. Ini tepat ulang tahun Gea. gumam Bara.
" Aku sibuk, sebaik kamu ajak Mia saja. kata Bara lalu iya melangkahkan kakinya keluar. Karisa merasa kesal dengan sikap Bara.
Di kantor.
Dalam satu taun ini Bara selalu menghabiskan waktu untuk bekerja, jarang sekali iya menikmati hidupnya. Adam merasa kasian setelah di tinggal Gea Bara seperti robot.
" Bar, kita ada miting siang ini. ucap Adam. Bara hanya mengangguk.
Mereka langsung bersiap pergi. Di perjalanan mereka melewati taman hiburan, Bara ingat dengan Gea. " Ini hari ulang tahunnya. Bara bicara sendiri. Adam hanya menghela nafasnya. Bara² giliran Gea sudah tidak ada di dunia ini kamu baru merasa kehilangan. gumam Adam.
Kebetulan mitiing nya di sebuah restoran mewah, Bara dan Adam masuk ke restoran tersebut. Disana orang ² berlarian menuju ke arah Aksan. Salah satunya berbicara, " Ayo cepat kita minta foto kekasih Barunya Aksan. Bara dan Adam mendengarnya.
Bara dan Adam tidak memperdulikannya iya terus melangkah kaki nya menuju restoran. ketika Bara hendak masuk matanya menangkap sosok wanita yang dirindukannya.
__ADS_1
Begitu juga dengan Adam melihat Gea sedang menggandeng tangan Aksan.
" Gea. lirihnya. Adam dan Bara tertegun melihat Gea mengandeng Aksan . Bara menatapnya dengan tatapan senang, namun hati kecilnya sedih melihat Gea menggandeng Aksan Sjuman, pria yang selama ini ingin merebutnya darinya.
" Gea!. panggil Bara. namun Gea tidak menoleh sedikitpun iya terus melangkahkan kaki nya menuju ke restoran yang sama . Bara tidak membuang-buang waktu iya langsung mengejarnya. Adam mengikutinya dari belakang. Bara menghadang mereka berdua, dengan nafas tersengal-sengal Bara merasa bahagia bisa melihat Gea lagi.
Wajah Gea terlihat datar tampa expresi . " Kamu masih hidup" lirihnya Kelopak mata Bara seperti ingin menjatuhkan air mata bahagia. Bara langsung memeluknya. Gea diam dan kaku. " Kamu masih hidup, aku sangat merindukanmu!. lirihnya. Bara merasa hidup Kembali.
Aksan melihat mata Gea sudah berkaca-kaca iya takut Gea terbawa suasana lalu iya segera menarik tangan Bara dan menarik Gea ke pelukan nya. " Jaga sikap mu Bara, dia bukan Gea tapi tunangan ku!. ucap Aksan ketus. Bara hanya pokus melihat wajah Gea " Tidak.. kamu pasti istriku, kamu sudah kembali Gea" Bara hendak memeluknya lagi namun Aksan menghalanginya dengan tangannya . " Ai kamu duluan Gih. ucap Aksan kepada Gea. Gea menganguk dan segera pergi meninggalkan Aksan dan Bara.
Adam menatapnya, " Apa benar dia itu bukan Gea!. ucapnya masih bertanya-tanya " Gea mu sudah tiada, dia tunangan ku, namanya Diana. ucap Aksan lalu pergi meninggalkan Bara dan Adam.
Bara tidak yakin dengan ucapan Aksan, " Aku yakin, dia Gea Dam, aku yakin. ucap Bara sambil tersenyum senang. Bara menatap punggung Gea yang sedang berjalan dan masuk ke restoran tersebut.
" Aku yakin Gea masih hidup jasadnya tidak ditemukan, bisa jadi dia hilang ingatan!. ucap Bara yakin.
...******...
Aksan segera menyusulnya Aksan melihat Gea sedang duduk didalam restoran yang tidak jauh dengan meja kliennya Bara " Apa kamu baik-baik aja?" tanya Aksan, Gea mengangguk sambil tersenyum. Aksan bisa bernapas lega mendengarnya.
Aksan menatapnya, Gea yang merasa di perhatikan langsung melihatnya. " Tolong dong jangan melihat seperti itu aku malu. ucap Gea seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Aksan langsung tersenyum lebar.
Aksan membuka tangannya " Kenapa harus malu, kamu itu cantik banget. ucap Aksan sambil memegangi kedua tangannya. Wajahnya langsung merah padam. " Aksan cukup aku benar-benar malu. ucap Gea. Aksan segera menariknya dan langsung memeluknya erat. Gea merasa nyaman dipeluknya. Aku akan berusaha untuk melupakan Bara, dan menerimamu Aksan. gumam Gea dihatinya.
Aksan merasa senang walpun dihatinya masih ada rasa takut kalau Gea akan kembali dengan Bara. " Aku takut, sangat takut kalau kamu kembali lagi kepelukan nya. ucap Aksan lirih. Mendengar Aksan bicara seperti itu Gea makin kasian. " Ai, jangan bicara seperti itu lagi," pinta Gea lalu membalas memeluknya. Ai itu sebutan sayang untuk Aksan dari Gea. begitu juga Aksan kepada Gea.
" Ai malu lepas, ini ditempat umum" ujar Gea seraya menjauhkan tubuhnya. " Aku tidak peduli sama orang, bahkan aku ingin terus memeluk mu . goda Aksan.
Bara menatapnya dengan tatapan tajam. Aksan tau kalau Bara sedang memperhatikan nya. Aksan masih memandangi Gea seperti takut ada yang mengambilnya
...Flash back On...
Satu tahun yang lalu...
Aksan selalu menjaga Gea dirumah sakit, kondisinya berangsur membaik namun iya belum sadar juga. Senang tiasa Aksan menjaganya dan merawatnya, Gea mulai sadar dan perlahan iya membuka matanya. " Aku dimana?" lirihnya, Gea melihat sosok yang sedang terlelap tidur di samping ranjangnya. " Tuan" lirihnya. Mendengar Gea bicara Aksan langsung bangun, " Kamu sudah sadar!, syukurlah, tunggu aku panggil dokter dulu. ucap Aksan senang dan langsung Pergi menemui dokter.
Aku pikir tuan. gumamnya penuh harap kalau yang menolongnya adalah Bara. Dokter segera masuk, dan Aksan disuruh menuggunya diluar. Gea tertegun melihat dokternya yang asing. " Saya dimana?" tanya Gea bingung seraya melihat sekitarnya. Dokter tersebut memeriksa dan langsung keluar menemui Aksan.
Tidak lama Aksan masuk. " Syukurlah kamu sudah sadar, aku sangat hawatir!" kata Aksan sambil memegangi tangan Gea. " Aku pikir aku sudah. jari Aksan menutup mulutnya. " Jangan bicara seperti itu lagi aku mohon. pinta Aksan. Gea tertegun mendengarnya. " Ge, sebenarnya aku menyukaimu dari pas awal kita bertemu dulu. Aksan mengukapkan perasaannya kepada Gea.
" Maaf mungkin ini bukan waktu yang tepat, tapi aku tidak bisa menahannya. ucap Aksan. Gea diam sejenak iya ingat dengan ke jadian di kapal dan Vidio itu. " Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang, aku akan setia menunggu jawabmu, ucapnya nya lagi.
Hari demi hari Aksan selalu menghiburnya, iya selalu mementingkan kepentingan Gea ketimbang dirinya sendiri. Makin hari Gea makin membaik dan sudah seperti biasa lagi.
Satu bulan di rumah sakit akhirnya Gea pulang. Aksan menyambutnya dengan gembira, Gea diberikan ponsel baru agar dia tidak merasa jenuh, namun Iya melihat di sosmed kalau Bara dan karisa tunangan. hatinya hancur lagi. Namun kegigihan Aksan membuat dirinya kuat kembali.
Gea sudah terbiasa dengan Aksan yang selalu memanjakannya dan selalu dibuatnya nyaman, hati Gea mulai terbuka walpun tidak sepenuhnya, "Aksan, aku ingin menjalaninya dengan mu. ucap Gea membuat Aksan bahagia, Aksan langsung memeluknya erat " Terimakasih, aku janji aku akan selalu bahagiain kamu. janji Aksan.
Gea merasa lega, kegigihan Aksan membuat hati Gea terbuka lagi.
Hari demi hari, Gea makin merasa nyaman, akhirnya tempat di ulang tahunnya, Aksan ingin mengenalkan Gea ke publik kalau dirinya dan Gea tunangan sekaligus merayakan ulang tahunnya.
Siang itu Aksan ingin makan dulu sebelum ke taman hiburan, namun di sana Aksan dan Gea bertemu dengan Bara dan juga Adam.
__ADS_1
...Flash back of....
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih, yu di VOTE kalau kalian suka.