
Aksan menyentuh tangan Gea.
" Kamu pikir saya bercanda?". Gea langsung diam membekuk. Aksan melepaskan tangannya.
" Saya serius Gea, saya menyukai kamu". Gea langsung tersenyum tipis menanggapinya. Lukanya yang dulu belum sembuh total.
Melihat Gea diam Aksan menceritakan kisah lucu untuk menghibur nya. Tidak terasa waktu begitu singkat membuat keduanya harus berpisah.
" Besok ada konser apa kamu ingin nonton Bareng saya?”.
" Tapi saya tidak janji, karena saya harus bersih-bersih rumah. oiya saya udah kerja lo"
" Kerja?, memangnya kamu kerja dimana?".
" Dirumah. tuan memberikan pekerjaan itu sama saya" Gea menceritakan semuanya sama Aksan. Aksan makin kagum sama Gea yang tidak matre dan jujur.
" Ini hampir jam 5, aku harus pulang?" Aksan mengangguk lalu mereka pulang sama-sama.
Di jalan menuju ke rumah Bara.
" Apa kalian tidur satu kamar?”.
" Tidak, kamar kami terpisah" Aksan langsung senang mendengarnya.
Dari teras kamarnya Bara melihat Ge turun dari mobil Aksan. Gea melambaikan tangannya ke Aksan.
Gea melihat sudah ada mobil di garasi. Rupanya Tuan sudah pulang. Gea masuk kerumah tidak melihat Bara.
__ADS_1
" Tuan apa anda di dalam?". Bara membuka pintunya.
" Saya lapar" Gea langsung mengerti ia langsung turun dan menyiapkan makanannya.
Mereka makan bersama.
" Dari mana kamu?".
" Habis dari Cafe. Aksan curhat soal noma Karisa yang memberikan syarat kepadanya".
" Syarat apa yang di minta Karisa?".
" Syaratnya agar Aksan mau jadi kekasihnya dan nona Karisa mau memaafkan dirinya". Mendengar syarat yang di minta Karisa Bara langsung batuk-batuk.
Gea cepat-cepat memberikan minumnya.
Bara langsung diam, ia menghentikan makannya. Gea merasa bersalah karena ulahnya Bara tidak jadi makan.
" Oiya, tuan tau gak, tadi Aksan mengungkapkan perasaannya sama saya!". Bara makin terkejut mendengarnya.
" Apa?"
" Iya" Gea menceritakan lagi apa yang di katakan Aksan kepadanya.
Jadi Aksan memilih wanita ini di bandingkan Karisa.
Bara segera bangkit dari duduknya lalu ia pergi ke kamar. Gea hanya melihatnya.
__ADS_1
Bara mondar-mandir di kamarnya mengingat gimana perasaan Karisa kalau tau Aksan memilih Gea daripada dirinya.
Bara membuka ponselnya ia ingin menghubungi Karisa, tapi Bara Ingat lagi kalau Karisa menganggap dirinya hanya teman. Bara melemparkan ponselnya kesempatan tempat.
Di bawah Gea menuggu Bara keluar dari kamarnya. Apa aku ajak dia nonton yah agar dia tidak sedih lagi. Gea menghabiskan makanannya lalu cepat-cepat mandi.
Mendengar pintunya di ketuk. Bara membukanya.
" Tuan, ayo ikut saya?". Tangan Bara di tariknya ke bawah.
" Kamu mau ajak saya kemana?" Gea tidak mendengarnya ia terus membawa Bara keluar lalu membukanya pintu mobilnya.
" Ayo masuk" Gea sekarang yang bawa mobilnya. Bara masih bengong melihat Gea bisa bawa mobil.
Melihat jalan arah ke pantai Bara segera bicara.
" Ngapain kamu ajak saya ke pantai?" Gea hanya tersenyum melihat ke arahnya.
" Tadinya saya mau ajak anda nonton tuan, tapi saya rasa bukan itu yang anda butuhkan sekarang!" Gea menghentikan mobilnya lalu turun.
Bara melihat ke arah pasir putih dan angin begitu besar.
" Tuan ayo teriak sekuat tenaga anda, anda akan merasakan hati anda sediri". Gea pun teriak sekuatnya.
Bara juga mengikuti Gea teriak. Mereka sama-sama teriak lepas. Hatinya merasa lega setelah berteriak.
" Hahaha" Mereka sama-sama tertawa terbahak-bahak karena merasa lucu.
__ADS_1
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih