Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 89


__ADS_3

Selesai makan Gea melihat jam di dalam kamarnya pukul 7 malam. ” Jadi aku tidur 4 jam!” ujarnya sembari pokus melihat ke arah jam. Aksan mendengar langsung mendekatkan wajahnya.


” Sayang terima kasih!” Gea makin gugup wajah Aksan sangat dekat dengannya. ” Udah kewajiban aku ai” Jawabnya sembari beringsut dari posisinya. Aksan tambah mendekatkan wajahnya membuat Gea makin gusar. ” Aku ingin mandi!” Pintanya. " Ayo!" Aksan langsung menjawabnya.


" Tuh kan salah ngomong" Gumam Gea. Tampa pikir panjang Aksan menggendong istrinya seperti bayi. Gea sudah menduganya ia tidak hanya mandi melainkan melayani kenakalan Aksan.


Sarah keluar dari kamarnya, Ia melihat ke arah pintu kamar Gea belum ada tanda-tanda Gea dan Aksan keluar. ” Gea, Gea, kena kan lo!” Gumamnya sambil melewati kamarnya.


Gea selesai lebih dulu, ia mengeringkan rambutnya mengunakan hair dryer, Gea hendak mengambil sisir, namun matanya menangkap sosok suaminya yang sedang berdiri menatapnya. Gea membalikkan badannya. ” Ai, apa kamu menginginkannya lagi?” Gea benar-benar gugup.


Aksan mulai mendekatinya, ” Aku ingin melakukannya setiap detik, tapi sepertinya istriku sedang lelah” Jawabnya sembari mengambil sisir dari tangan Gea lalu ia bantu untuk menyisir rambutnya. Gea diam membekuk, Aksan menyisir rambutnya dengan pelan.


Dirumah sakit..


Bara terus menerus melihat ke arah pintu kamarnya, berharap Gea datang menjenguknya. Bara melihat ke arah jam dinding pukul 10 malam. " Kenapa dia gak datang, apa ini rasanya menuggu seseorang yang kita harapkan!" batin Bara sedih.


Dahlan melihatnya hanya diam.


Keesokan harinya.....


Gea merasakan geli di bagian tubuhnya, ia membuka matanya melihat Aksan sedang menggodanya. " Ai kamu ngapain?" Gea benar-benar tidak bisa istrhat karena Aksan terus-menerus menggangunya.

__ADS_1


Mereka melakukan ritual dulu sebelum mandi. Gea dibuat lelah sama Aksan yang tidak ada capek-capeknya. ” Sayang bersiaplah kita kerumah sakit pagi ini!" Aksan mengecup bibir istrinya lalu ia segera pergi ke kamar mandi


Aksan keluar dari kamar mandi melihat Gea masih baring di tempat tidur.


" Ai, kamu gak apa-apa kan aku menjenguknya?" Tanya Gea. Aksan mengangguk sambil tersenyum. Gea segera bergegas mandi, di cermin Gea melihat sekujur tubuhnya penuh dengan tanda merah yang dibuat suaminya.


Gea menutup mulutnya, " Gimana ini jika orang rumah lihat, dan tuan!" Gumam Gea.


Aksan melihat istrinya keluar dari kamar mandi segera menghampirinya, " Sayang aku akan mengeringkan rambutmu" Aksan segera menghampiri Gea lalu mengeringkan rambutnya. Gea tersenyum sembari duduk di depan cermin.


" Ai, lihat ini, leherku penuh dengan tanda merah, aku malu nanti Sarah mengejekku!" Aksan pura-pura tidak mendengarnya ia gak mau jika Gea menutupinya. Aksan sengaja ingin memberitahukan kepada semuanya Gea miliknya.


Di bawah Sarah sudah duduk di ruang tengah menuggu Gea dan Aksan turun.


Melihat mereka turun Sarah tersenyum. " Hmmm" Sarah pura-pura batuk agar Gea dan Aksan melihatnya.


" Pagi Gea , tuan Aksan!?, gimana melewati malam panjangnya?, sampai² dari sore baru keluar?" goda Sarah. " Tuh kan belum apa-apa Sarah mengejekku!" Bisik Gea. Aksan malah senang Gea seperti itu. Gea berdiri di belakang Aksan agar Sarah tidak melihat lehernya.


Sarah yang penasaran segera berdiri dan mulai mendekatinya.


Gea ingin sekali lari ke dalam kamarnya lalu menutup wajahnya karena menahan rasa malu.

__ADS_1


Aksan menggenggam tangannya sembari berjalan menuruni tangga.


" Apa kalian berencana bulan madu?" Tanya Sarah. Gea dan Aksan saling memandang. ” Belum, kami mau jengkuk Bara dulu" jawab Aksan.


Sarah melihat ke arah Gea sembari mengarahkan matanya ke lehernya Gea melotot. " Ai Sarah melihat ke leherku" ucapnya pelan. Aksan hanya tersenyum dan mengangguk. ” Hmmm ²" Sarah lagi-lagi menggodanya.


” Ayo kita sarapan!” Gea mengalihkan perhatian Sarah agar tidak pokus melihat ke arah lehernya lagi. Gea mengambilkan makanan untuk Aksan seperti dulu ia melayani Bara. Gea mengingatnya serasa mimpi.


Sarah menahan tawanya dari tadi melihat leher Gea hampir tidak tersisa karena ulah Aksan.


Semua asistennya sama seperti Sarah menahan tawanya melihat leher Gea.


Aksan malah seneng melihatnya. " Semoga dengan itu kamu mundur Bar!" Batin Aksan.


Suasana pagi dirumah Aksan sangat berbeda, Semuanya bahagia melihat Aksan dan Gea mesra layaknya suami istri.


Sarah sampai malu melihatnya, " Lo pantas bahagia Ge" Batin Sarah sembari mengunyah makanannya.


****


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2