Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 12


__ADS_3

Keesokannya..


Gea sudah menuggu Bara di depan pintu kamarnya.


" Ngapain kamu?" Gea hanya tersenyum lebar.


" Saya menuggu anda tuan, untuk sarapan bersama" Gea meraih tangan Bara lalu mengajaknya ke meja makan.


Bara tidak marah atau menolaknya, Ia duduk bersampingan dengan Gea, Gea melayani Bara seperti istri melayani suaminya.


" Anda harus banyak sarapan tuan, agar anda tidak lelah nanti" Gea terus bicara sampai Bara tidak bisa menyela sedikit pun. Adam yang baru datang merasa kaget karena Bara tertawa kecil mendengar cerita Gea.


Apa saya tidak salah liat, tuan sudah kembali seperti semula, syukurlah, Nona memang pintar mengambil hati tuan.


Gea tidak sadar kalau Bara sudah selesai sarapan, bahkan dirinya belum menyentuh sarapan karena dari tadi dia terus bicara. Bara berdiri sembari mengelap mulutnya.


" Kalau saya tidak pergi mungkin kamu tidak akan pernah sarapan!" Gea melongo mendengarnya dan melihat ke piringnya masih utuh. Gea menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Sampai jumpa" Bara segera pergi bersama Adam. Gea tersenyum manis ke arahnya. Semoga kelak anda mendapatkan pengganti nona tuan. Batin Gea.


Gea meneruskan sarapannya sembari tersenyum. Karena anda sudah menolong saya, saya akan bantu anda tuan, itu janji saya.


Di jalan Bara senyum-senyum sendiri sembari mengingat kejadian kemarin sama tadi pagi tadi.

__ADS_1


Dua hari ini Karisa mengurung diri di kamar, ia masih belum terima mendengar Aksan menganggapnya sebagai adik. Mata Karisa bengkak wajahnya lesu tidak berdaya.


Bahkan dia tidak kerumah untuk menghiburku. Mendengar ketukan pintu Karisa menoleh berharap Aksan menemuinya.


" Masuk" Mia asistennya menghampirinya.


" Nona, ada jadwal pemotretan siang ini apa anda bersedia?" Karisa berpikir dengan cara itu dirinya bisa bertemu dengan Aksan..


" Oke, saya mandi dulu" Mia segera keluar dari kamarnya.


Di tempat pemotretan Aksan terus ingat dengan Gea, ia sangat merindukan gadis itu yang baru-baru ini ia kenal. Aksan merasa penasaran ia melihat di sosial medianya.


Foto-fotonya sangat lucu dan menggemaskan, Aksan melihat ada dua foto dimana caption-nya soal kematian orangtuanya. Gadis malang dia harus menjalani hidupnya seorang diri. Batinnya.


" Tuan Aksan, ada Nona Risa" Aksan menutup ponselnya lalu menghampiri Karisa.


" Hai Sa, apa udah lama kamu datang?" Sapa Aksan sembari ingin memeluknya, namun Karisa menghindar.


" Tidak, baru saja!". Karisa segera pergi keruang ganti dengan raut wajah kesal.


Aksan tersenyum tipis. Mereka melakukan pemotretan seperti biasanya. Karisa cepat-cepat pergi setelah menyelesaikan pekerjaan nya. Karisa merasa aneh, biasanya Aksan akan membujuknya dan menghiburnya namun kali ini Aksan cuek kepadanya.


Karisa sedih karena Aksan mulai berubah tidak seperti dulu lagi. Aku pikir kamu akan mengejar aku Aksan. Karisa naik ke mobil lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Aksan sengaja agar Karisa tidak menaruh harapan lagi kepadanya.


Maaf Risa, aku harus bersikap seperti ini agar kamu tidak salah paham.


Aksan menghubungi Gea


~~ Halo?.


~~ Hai, lagi ngapain?, ganggu gak?.


~~ Tidak, saya lagi baca buku.


~~ Apa ada waktu hari ini?.


~~ Maaf Aksan, saya tidak bisa kemana-mana hari ini, gimana kalau besok?.


~~ Oke, saya tunggu kabar selanjutnya?.


~~ Oke, see you.


Aksan menarik napasnya berharap hari ini bisa ketemu sama Gea malah gagal.


( Informasi penting!, maaf novel ini saya mau refisi, dr Halaman 12 sampai halaman 96. mohon maaf saya mau ganti alur ceritanya

__ADS_1


.🙏🙏🙏🙏


__ADS_2