
Sedikitpun Gea tidak menoleh ke arah Rendy dan juga Sarah, hatinya mulai bisa menerimanya.
" Apa kamu masih mencintainya?" Gea menoleh ke arah Aksan.
" Dulu iya, tapi sekarang tidak!" Jawaban Gea membuat Aksan senang, Gea memang orangnya tegas.
" Apa hari ini anda tidak bekerja?".
" Tidak, hari ini saya sengaja mengosongkan jadwal pekerjaan saya demi kamu". Gea hanya tersenyum.
" Apa kamu tidak mengenal saya sebelumnya?". Gea menggelengkan kepalanya.
" Lalu kenapa kamu bisa follow saya?”.
" Awalnya saya tidak tau anda, saya tau dari tuan, beliau menyuruh saya untuk mendekati anda". Aksan senang mendengarnya.
" Lalu kamu langsung mau?".
" Iya, karena saya udah janji, tapi anda gak marah kan?".
" Tidak, malahan saya senang, berkat Bara saya bisa ketemu sama kamu, dan bisa dekat seperti ini!". Gea kembali diam.
" Apa Bara masih menyuruh kamu untuk mendekati saya lagi". Gea menggelengkan kepalanya lagi.
Aksan benar-benar tertarik sama Gea, wanita yang tegas dan juga polos, Aksan dari awal langsung menyukainya.
Gea, Gea kamu wanita unik yang saya kenal.
__ADS_1
Di kantor Bara hanya melihat sosial media, dimana hanya foto Karisa yang di lihatnya.
" Tuan, ini sudah sore apa anda tidak pulang?" Bara melihat jam di tangannya.
Ia segera berdiri lalu bergegas keluar, Adam mengikutinya dari belakang.
Sampai di rumah, Bara melihat Gea sedang asik mengurus tanaman, Gea cepat-cepat jalan menghampirinya.
" Tuan, apa anda mau makan?" Tidak ada Jawaban, Gea terus mengikuti Bara.
" Apa anda mau mandi!". Bara menarik napasnya.
" Kamu gak liat saya ini masih capek!".
" Ya udah saya buatkan anda teh jahe". Gea segera pergi. Bara tidak peduli dan langsung ke kamarnya.
Sebelum masuk Gea mengetuk pintunya. Tidak ada jawaban. Gea terus mengetuk pintunya.
" Kamu tidak denger saya capek!" Gea main asal masuk saja ke dalam.
" Tuan, saya tau anda sedang sedih, dan saya pun pernah merasakan gimana rasanya di posisi itu" Gea terus bicara membuat Bara sedikit terhibur.
Bara duduk di sofa kamarnya dan mendengarkan Gea bicara yang terus-menerus tanpa berhenti.
Gea menceritakan kisah yang lucu membuatnya sedikit terhibur. Bara lupa perempuan didepannya itu adalah istrinya.
" Hahaha" Bara tertawa kecil mendengarnya. Gea sedikit lega karena sudah membuat Bara tertawa.
__ADS_1
" Tuan, di minum dulu teh nya agar anda merasa segar!" Bara meminumnya.
" Saya permisi dulu tuan!” Gea pamit keluar dari kamarnya. Bara tersenyum tipis lalu mandi.
Gea senyum-senyum sendiri sembari jalan ke arah dapur untuk menaruh gelas bekas Bara..
Sehabis mandi Bara teringat dengan Gea yang sudah menghiburnya, ia keluar mencarinya di bawah tidak ada.
Rupanya dia di taman. Bara berjalan ke arahnya melihat wajahnya di tutup majalah Bara tersenyum.
" Hmmmm" Gea tidak bergeming. Bara penasaran lalu membuka majalahnya. Rupanya dia tidur. Bara duduk di sebelahnya menatap ke arah kolam renang.
Tidak lama Gea menguap dan hampir jatuh. Reflek Bara memegangi kepala Gea agar tidak langsung mengenai lantai. Tangannya sakit karena ketiban kepalanya.
" Tuan maaf, apa ada sakit?".
Bara mengibaskan tangannya.
" Sakit lah, pake nanya lagi!". Gea memegangi tangan Bara lalu meniupnya.
" Terima kasih, anda sudah menolong saya" Lirihnya. Bara menatapnya ketulusan Gea.
" Apa tangan anda masih sakit?". Bara masih mematung menatap Gea.
" Tuan!" Bara langsung sadar.
" Udah Gak!" Bara segera bangkit dari duduknya lalu ia masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗