
Gea masih mematung melihat ATM tampa batas di tangannya. Bukan ini yang aku mau. Ucap di hatinya.
" Tuan, bukan ini yang saya inginkan, tapi saya menginginkan kesibukan agar saya tidak merasa jenuh, dan sekaligus bisa mendapatkan uang".
Dasar bodoh, cuma dia wanita di dunia ini yang menolak uang.
" Oke, saya akan beri pekerjaan untuk kamu" Gea bersemangat mendengarnya.
" Kamu harus mengurus keperluan saya selama di rumah, dari saya bangun tidur sampai saya tidur lagi, apa kamu bersedia?". Gea menganguk setidaknya dia tidak hanya numpang di rumah itu.
" Dial?". Bara melongo mendengarnya berniat untuk mengejeknya dan hanya mengerjainya namun Gea menanggapinya dengan serius. Bara berjabat tangan dengan Gea.
Gea bisa tidur nyenyak malam ini, tapi tidak untuk Bara, ia merasa gelisah karena mengingat kembali kejadian tadi di taman hiburan.
Di lihat dari tatapan Aksan tadi kurasa dia menyukai si bodoh itu!. Gumamnya.
Keesokannya...
Gea menyiapkan dari sarapan pakaiannya dan yang lain-lainnya. Bara belum sadar kalau di kamarnya sudah ada Gea.
" Astaga!, ngapain kamu di kamar saya?".
" Apa anda hilang ingatan tuan?". Bara berpikir langsung ingat..
__ADS_1
" Saya sudah menyiapkan air untuk mandi anda, dan pakaian untuk ke kantor, sarapan juga". Bara menghela nafasnya lalu ia pergi mandi. Gea keluar dari kamar Bara lalu menyiapkan sepatu dan juga kebutuhan lainnya.
Gea sangat menikmati pekerjaannya sebagai asistennya Bara.. Dengan ini aku bisa membalas budi kepadanya.
Tidak lama Bara turun melihat Gea berdiri di kursi meja makan.
" Selamat pagi tuan, sarapannya sudah siap?". Setelah Bara duduk Gea mengikutinya lalu ia duduk di samping Bara. Bara ingin sekali bertanya.
" Ngomong² kemarin kamu ngapain aja sama Aksan?". Bara tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.
Gea menceritakan semuanya sama Baram Mendengar Gea cerita Bara melihat wajah Gea sepeti tidak tau kalau Aksan menyukainya.
" Dia membelikan saya gelang dan ini" Gea menunjuknya langsung sama Bara.
" Iya saya tau ko!". Gea langsung bengong.
" Ya saya tau karena kamu yang ngomong kan?".
" Oh iyaa, hehehe" Gea tersenyum lebar. Padahal Bara sudah takut ketahuan.
Gea mengantarkan Bara sampai depan gerbang, ia melambaikan tangannya ke arahnya. Bara segera menutup kacanya tampa membalas lambaian tangan Gea.
Adam tersenyum kecil melihatnya.
__ADS_1
Bara baru sadar melihat kaos yang di tumpahan eskrim sudah bersih.
" Siapa yang cuci baju ini?".
" Saya tuan". Bara langsung diam. Pasti Adam tau kalau aku kemarin ke taman hiburan. Gumam Bara.
" Ya , saya kemarin mengikuti mereka ke taman hiburan, karena saya merasa penasaran sama ucapan kamu kemarin".
Adan tidak bicara apa-apa ia memilih menyimaknya.
" Dam, carikan cincin nikah untuk kami, dan juga gelang untuknya?"
" Baik tuan muda".
Di kantor...
Aksan merasa bosen sama pekerjaannya. Karisa dan juga Mia ada di dalam satu gedung, mereka masih kerja sama karena kontrak nya belum habis.
Aksan terus ingat dengan Gea, hanya yang bisa mengubah moodnya menjadi ceria.
Karisa yang masih saja jutek sama Aksan pura-pura tidak peduli dengan dia.
"Nona, apa anda akan diam terus?”. Tanya Mia.
__ADS_1
" Iya, sampai dia minta maaf sama saya baru saya maafin dia". Mia menarik napasnya..
. Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih