
Aksan merasa kesal dengan Gea yang diam-diam bertemu dengan Bara. Gea mengingat sesuatu dan menghentikan langkahnya " Ai aku gak bisa pergi denganmu, aku menunggu seseorang!. ucap Gea melepaskan tangan darinya. Aksan terdiam dan mulai kesal . " Kamu ingin ngbrol dengan dia lagi!?. ucap Aksan ketus. Dahlan langsung pergi duluan iya tidak ingin mendengarkan perdebatan mereka.
" Tidak, sebenarnya aku tadi sedang menuggu orang yang aku juga tidak tau itu siapa!. jawab Gea. Aksan merasa kecewa dengan sikap Gea. " Kamu itu aneh, apa jangan ² kamu mau balik lagi dengan dia, orang yang mau membunuhmu hah!!. ucap Aksan. Emosi nya tidak bisa di tahan lagi. Nanda bicaranya mulai tanggi membuat hati Gea sakit karena sudah menuduhnya yang gak².
" Kamu salah paham, aku tidak!. Ucapan Gea mengangtung. " Terserah kamu Gea! aku tidak peduli!!. Potong Aksan lalu iya pergi meninggalkan Gea di parkiran. Gea menatapnya dengan tatapan sedih. Aksan masuk kedalam mobil. " Jalan. ucap Aksan kepada Dahlan. Mobilnya melaju pergi " Kamu salah paham Ai. ucap Gea seraya menatap mobil Aksan.
Di mobil Aksan merasa kesal, " Sial!!, ²" Kata Aksan seraya memukul jok depan. Dahlan tidak bicara apa-apa hanya diam pokus mengemudi walaupun iya merasa keganggu karena jok yang iya duduki di pukuli nya terus menerus
Gea balik lagi kedalam dan menuggu seseorang di cafe itu. Dan berharap orang itu datang.
Di mobil Bara merasa senang " Aku ingin cari tau apa yang sebenarnya terjadi Cabe. ucap Bara sambil pokus mengemudi. Bara menunju ke arah kantor. Di jalan tiba-tiba Bara melihat seseorang yang di kenalnya masuk ke gedung hotel. Tidak lama di belakangnya mobil yang terbuka tidak memakai penutupnya mengikutinya dari belakang mobil itu mobil Karisa. Bara mengerutkan keningnya. Bara memutarkan mobilnya dan langsung mengikuti karisa dari belakang.
Bara cepat-cepat turun dan langsung mengikutinya dari belakang Karisa turun mengunakan kaca mata hitam besar lalu iya memakai topi. Karisa naik ke lift dengan pria itu. Bara tidak bisa mengikutinya takut karisa tau sedang di ikutinya . Iya langsung menemui Staf Hotel dan menanyakan nama seseorang yang Baru menyewa kamar nya.
Bara tertegun mendengarnya. Bara mengetahui nomor Kamar nya dan iya langsung pergi ke nomor kamar itu. Namum Bara tidak mengetuk pintunya iya tetap menuggu mereka keluar. Satu jam berlalu masih belum juga keluar. " Apa yang sedang mereka lakukan di belakang ku selama ini. ucapnya. Tidak lama pintu itu akhirnya kebuka, Karisa keluar lebih dulu dengan keadaan rambutnya basah iya tetap mengunakan masker di wajahnya dan memakai kaca mata besar untuk menutupi wajahnya. Tidak lama pria itu juga keluar mereka ke arah lift. " Sayang terimakasih hari ini kamu membuatku menggila. ucap pria itu seraya mencium lengannya.
Bara mengepalkan tangannya. Jadi selama ini mereka sudah berhianat kepadaku. gumam Bara lalu iya pergi menuruni tangga darurat. Bara sangat murka melihat dan mendengarkan mereka bicara iya merasa jijik. "Pantas saja Aksan tidak mau dengan dia Cieh!. kata Bara kesal lalu iya naik ke mobilnya dan pergi. Karisa melihat mobil Bara yang baru keluar dari parkiran " Bukannya itu mobil Bara sedang apa dia di hotel ini. ucap karisa seraya masuk ke dalam mobilnya. Mungkin saja dia habis mitting. batin Karisa.
__ADS_1
Bara langsung ke kantor dan membanting semua barang di meja. " Ahhhh!!. teriaknya seraya mengepalkan tangannya. Tere yang mendengar suara teriakan Bara buru-buru keruangan Adam dan memberitahunya. Adam lalu menemui Bara di ruangannya. " Bar ada apa ini??. tanya ada melihat berkasnya berserakan dimana-mana.
Bara tidak menjawabnya hanya diam dengan kemarahan. " Bar, cerita kalau ada masalah?" ucap Adam " Aku sedang tidak ingin di ganggu. jawab Bara. Adam hanya menghela nafasnya lalu iya keluar dan memanggil staf kebersihan untuk membersihkan ruangan Bara.
Hampir sore Gea masih di cafe menuggu seseorang yang tak kunjung datang. " Sebaiknya aku pulang. ucapnya lalu Gea meninggalkan cafe. Hari semakin larut, sampai di apartemen Gea membuka laptopnya tidak ada email masuk. Gea segera mandi dan makan.
Aksan masih kesal dengan Gea. iya memutuskan malam ini pergi ke klub , " Lan, aku tidak ingin pulang antar ke klub!. pintanya. Dahlan menurutinya dan langsung pergi. Gea ingin menceritakan semuanya sama Aksan agar Aksan tidak salah paham kepadanya. Gea mencoba menghubunginya. tut...... tut suara sabungan telpon namun tidak di angkat nya.
" Apa dia marah!. Gea mencoba menghubunginya lagi namun tetap teleponnya tidak di angkat. Gea duduk dan merebahkan tubuhnya di sofa.
Di klub malam Aksan terus- menerus minum minum, Dahlan sampai hawatir kalau dia merarangnya takut kena marah. jalan satu-satunya Dahlan harus minta bantuan kepada Gea. Gea yang sedang tidur mendengar suara ponselnya berdering. Gea buru-buru mengangkat teleponnya
" Nona ini aku Dahlan, anda bisa tolong saya!?. Dahlan
" Tolong apa Dahlan katakan!?. Gea.
" Nona bisa ke alamat ini.. tuan muda Aksan mabuk berat!. Dahlan
__ADS_1
" Apa!!,. Gea. Dahlan menceritakan semuanya sama Gea di telepon
" Oke, saya kesana tunggu diluar klub ya. Gea
Gea bergegas pergi dan mamakai jaketnya, sampai ke alamat yang diberikan Dahlan Gea mencarinya. Disana Gea melihat Sela dan Dion keluar dengan keadaan mabuk berat. " Sayang aku mencintaimu. ucap Dion sambil mengecup bibir Sela di hadapannya. Gea merasa tidak enak ada di hadapan mereka yang sedang mabuk berat.
Gea ingat dengan Aksan dan langsung mencari Dahlan. Dahlan segera menghampiri Gea. " Nona ikuti saya. Dahlan membawa Gea ke dalam yang sangat gelap suara musik yang keras, masuk ke ruangan VIP. Gea merasa kasian melihat Aksan tergulai lemas di sofa dan tangannya memegangi botol minuman.
Gea merebut botol di tangannya " Eh beraninya ambil minuman ku!, balikin!!. teriaknya sambil menunjuk. Gea mendekatinya. " Ai ini aku Gea, ayo kita pulang ini sudah malam!. ucap Gea. Aksan tidak menjawabnya hanya tersenyum tipis dan diam lagi. " Dahlan ayo bantu aku angkat Aksan ke mobil. ucap Gea. Dahlan langsung sigap dan membantu Gea mengangkat Aksan ke mobil.
Gea menyederkan kepala Aksan di pangkuannya sambil mengusap-usap rambut nya. Aksan kehilangan kesadarannya dan terus ngigau bicara. " Gea. Gea... Kenapa kamu bohong aku sangat mencintaimu tapi kamu sudah membuat aku kecewa!!. ucapan Aksan dengan mata terpejam. Dahlan hanya mendengarkan Aksan bicara. " Nona tidak biasanya tuan seperti itu, hanya kerena anda bersikap seperti tadi bisa membuat hatinya sakit berkeping-keping. ucap Dahlan agar Gea sadar kalau Aksan sangat mencintainya.
Gea menundukan kepalanya. " Ai aku minta maaf, kamu salah paham. aku menunggu orang itu sangat penting, dia yang akan memberikan informasi soal kematian kedua orangtuaku!. lirihnya. Dahlan langsung terkejut mendengarnya.
Gea menjelaskan semuanya kepada Aksan yang sedang tidak sadarkan diri. Gea menitihkan air matanya. sambil menceritakan semuanya. Percuma Gea cerita Aksan tidak sadar dan tidak mendengarnya.
**********
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗🤗🤗