Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 99


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, hari ini pasangan pengantin baru itu akan kembali ketanah air. Sore itu Sinta dan Randi menjemput Farel dan Zeje ke bendara.


"hay Ze" kata Sinta melambaikan tangan nya. Zeje melihat kearah Sinta dan kakak nya.


"mas, mereka sudah menjemput kita" kata Zeje yang masih menggandeng tangan suami nya.


"ya sayang, ayo kita kesana" jawab Farel yang terus mendorong troli tempat koper mereka.


"hay Sin, apa kabar?


"baik Ze, gimana bulan madu nya, lancar kan?


"lancar sih tapi ada juga ulat bulu yang mengganggu" jawab Zeje sambil melirik suami nya.


"kak Randi, gimana kabar nya? Kata Zeje beralih pada saudara lakiblaki nya itu.


"kakak baik, ayah dan ibu juga sehat" jawab Randi melepas kan pelukan adik nya.


"Ze, tadi loe bilang ada ulat bulu, emang ulat seperti apa? Tanya Sinta penasaran.


"kalaj mengingat nya gue jadi sebel Sin, loe tanya saja sama kakak loe itu.


"sayang, mas kan sudah minta maaf, itu hanya salah faham" kata Farel yang mengejar langkah istrinya.


"kak, emang ada apa sih? Tanya Sunta pada Farel.


"waktu disana, saat kita sedang makan malam, ada teman kakak waktu kuliah sedang liburan dan dia nyamperin meja kami yang sedang makan dan terus main peluk saja. Maka nya Zeje kesal. Terang Farel.


"teman kakak itu cewek, seksi juga?


"ya, emang kenapa?


"ya ampun kakak, jelas lah Zeje marah, ,yang meluk kakak juga wanita seksi" kata Sinta menepuk jidat nya.


"kamu tenang saja bentar lagi juga Zeje akan hilang kesal nya. Ujar Farel.


"mas, cepat dong, aku udah capek nih mau makan sudah lapar banget" ujar Zeje memanggil suami nya yang masih bicara dengan Sinta.


"benar kan apa kata kakak" Sinta yang melihat nya hanya geleng geleng kepala. " ya sayang, mas juga sudah lapar pengen melahap kamu" bisik Farel ditelinga Zeje. Membuat wajah Zeje bersemu merah.

__ADS_1


"Llihat tuh tingkah laku mereka, sebentar ngambek, sebentar lagi baikan, dasar bucin" kata Sinta yang bicara bersama Randi.


"nama nya juga pengantin baru, kita kapan bisa seperti mereka ya? Kata Randi tanpa menoleh Sinta.


"kamu mau bulan madu juga, sama siapa mas? Tanya Sinta


"ya sama kamu lah, masa sama yang lain"


Mendengar jawaban Randi membuat Sinta jadi malu.


"kamu mau gak nikah sama aku?


"ah gak romantis banget, masa melamar nya di parkiran bendara gini" kata Sinta memanyunkan bibirnya.


"jadi kamu mau nya bagai mana?


"ya romantis sikit lah mas, pake bunga gitu ditempat yang indah dan romantis, kan bisa di kenang selama nya.


"oh gitu ya" jawab Randi lalu masuk kedalam mobil dan melajukan kenderaan tersebut menuju kediaman Wijaksana.


"dasar cowok gak ada peka nya" batin Sinta yang masih saja cemberut.


Selama perjalanan tidak ada yang membuka suara, karena sepasang pengantin itu sedang tertidur didalam mobil.


"kamu juga nantu akan seperti mereka" ujar Randi menoleh sekilas kepada Sinta.


"sok tahu kamu mas"


"apa kamu tidak percaya, mau aku bukti kan sekarang juga" ucapan Randi berhasil mengalihkan kewarasan Sinta.


"gila nih cowok, bener bener sudah tidak waras. Kenapa juga aku bisa cinta sama dia ya" batin Sinta menatap lekat Randi.


"kenapa melihat nya seperti itu? Aku memang tampan, siapa pun yang melihat ku pasti terpesona" kata Randi menggoda Sinta.


"idih...kamu kepedean amat sih mas, yang ada aku mau muntah melihat kenarsisan mu.


Tak terasa mereka pun sampai, Sinta membangunkan sepasang pengantin baru


itu.

__ADS_1


"Baru kali ini gue melihat pengantin baru ketiduran dimobil" celetuk Sinta


"maklum lah kita sangat lelah habis perjalanan jauh" jawab Zeje yang melangkah masuk kedalam rumah bersama suaminya.


"semoga lelah kalian berhasil memberi kita junior yang imut imut" kata Sinta mendahului mereka.


"aamin, jawab Zeje dan Farel.


"sayang kalian sudah sampai, gimana bulan madu nya" tanya mama Sofi yang bangkit dari duduk nya dan menghampiri Zeje.


"capek ma, apa lagi dalam pesawat duduk berjam jam" jawab Zeje.


"sini duduk dulu, pasti lelah kan" kata nenek Deso menimpali.


"ya nek, capek banget" ujar Farel mendudukan tubuh nya di sofa yang mahal itu.


"ini minum dulu" kata mama memberikan segelas jamu ramuan nenek.


"ini apa ma"tanya Zeje dan mencium bau nya


"ini jamu untuk menyegarkan tubuh kalian" jawab mama.


"tapi kenapa bau nya lain ma" tanya Farel.


"minum saja, itu buatan nenek kok, tidak ada efek samping nya, setelah itu kalian akan merasa kan segar kembali" kata nenek.


Zeje dan Farel meminum jamu buatan nenek tersebut.


"gimana enak kan? Tanya mama


"ya ma, rasa nya enak gak pahit" jawab Zeje.


"itu ramuan turun temurun yang diajarkan orang tua nenek dulu, kami biasa meminum nya saat merasa lelah dan badan pegal pegal akan hilang. Khusus untuk Zeje nenek menambahkan beberapa ramuan untuk menyuburkan kandungan. Kata nenek menjelaskan.


"terima kasih ya nek sudah mau membuatkan jamu untuk aku dan mas Farel.


"sayang kalian pasti lelah kan, kalian bersih bersih dulu dan habis itu kita makan malam bersama" kata mama.


"ya ma, kita kekamar dulu ya ma" kata Farel bangkit dan naik menuju kamar mereka.

__ADS_1


Bersambung


Novel ini sudah mau tamat ya, mampir juga di novel author yang baru judul nya "mertuaku seperti maduku" mengandung bawang dan membuat emosi. Terima kasih.


__ADS_2