Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 116


__ADS_3

Sementara Farel sedang dikantor mengerjakan pekerjaan yang menumpuk.


"bos, malam ini ada pelelangan di gedung xx, apa bos akan kesana? Kata Andri memberi tahu"


"apa kita mendapat undangan nya"


"ya bos, jam delapan malam acara nya dimulai"


"baik lah, kita akan kesana"


"apa bos akan membawa nona ikut serta"


"apa harus?


"menurut saya lebih baik bos membawa nona, munkin dengan begitu dia akan senang karena seharian bos sudah mengurung nya dirumah"


Farel nampak berfikir "kamu benar, saya akan membawa istri saya nanti malam"


"saya permisi dulu bos"


"hhmmm" jawab Farel.


Farel memikirkan perkataan Andri barusan.


"benar juga kata Andri, seharian ini aku sudah tidak mengijin kan nya keluar rumah. Munkin dengan mengajak nya pergi menghadiri pelelangan itu, sedikit mengurangi rasa bosan nya. Aku harus mencari gaun yang indah buat istri ku agar dia tambah bahagia" gumam Farel.


Farel segera menghubungi butik langganan nya, dia memilih gaun yang cantik setelah pemilik butik tersebut mengirim model gaun melalui pesan. Setelah ada yang cocok untuk istri nya, Farel menyuruh orang butik mengirim kerumah nya atas nama istri nya.


*****


" males banget gue melihat nya, lagian si Farel apa sih yang dilihat nya dari wanita itu. Wajah nya saja pas-pasan. Cantikan gue kemana-mana. Mending gue susul saja dia ke kantor nya, dengan begitu gue lebih mudah untuk berduaan dengan nya. Kira-kira Farel mau ngajak Zeje kemana nya, sampe ngirim gaun yang limited edition. Kalau gue bisa menjadi nyonya muda di keluarga Wijaksana, maka hidup gue akan lebih terjamin. Dibanding wanita itu sangat tidak cocok dan tidak berkelas" batin Delia, setelah keluar dari rumah besar Wijaksana.


Delia melajukan mobil nya menuju kantor Farel sambil ngedumel. Sekitar tiga puluh menit sampai lah Delia di depan kantor Farel.


"permisi mbak, apa Farel nya ada, maksud saya bos kalian" kata Delia.


"apa mbak sudah membuat janji" tanya resepsionis nya.

__ADS_1


"sudah, maka nya saya disuruh datang kemari" kata Delia berbohong.


"oh baik mbak. Mari saya antar"


"terima kasih" yes..ternyata tidak susah untuk bertemu dengan Farel" batin Delia senang.


Mereka tiba didepan ruangan Farel


"ini mbak ruangan pak bos, saya permisi dulu"


"ya, terima kasih sudah mengantar saya"


"ya sama-sama" resepsionis wanita itu pun berlalu meninggalkan Delia yang masih berdiri di depan ruangan Farel.


Delia melihat kiri dan kanan "bagus, seperti nya tidak ada orang disekitar sini" batin Delia.


Tok tok tok


"masuk" jawab Farel


Ceklek


"Delia, sedang apa kamu disini? Tanya Farel dengan bingung"


"aku lagi lewat lalu mampir untuk bertemu kamu. Kamu sangat susah di hubungi"


"aku lagi sibuk, kata kan ada perlu apa kau kemari? Kata Farel ketus"


"aku hanya merindukan mu Rel, aku sengaja pulang kesini hanya untuk bertemu kamu, apa kamu tidak kangen dengan aku?"


"aku tidak pernah merindukan siapa pun kecuali istri ku" kata Farel.


"Rel, apa sih kurang nya aku? Aku bahkan lebih cantik, seksi dan menarik di banding kan wanita itu"


"dia istri ku dan dia punya nama" kata Farel menatap nyalang pada Delia.


"oke..oke..tapi kamu kan bisa menjadi kan aku tang kedua Rel, aku sudah lama menyukai mu" kata Delia yang berjalan mendekati Farel lalu memegang kedua pundak Farel dari belakang.

__ADS_1


Farel tidak merespon dia ingin melihat sampai sejauh mana tingkah laku Delia yang dianggap tidak sopan itu.


"Farel, aku rela kok jika kamu jadi kan aku wanita kedua kamu. Kita bisa bermain cantik, bahkan aku bisa memuaskan mu di atas ranjang" kata Delia yang memeluk Farel dati belakang dan mengelus paha Farel.


"Delia, ini tidak benar. Ini di kantor kamu sudah melewati batasan mu"


"Farel, aku tahu kamu sedang menahan sesuatu, aku bisa membantu mu menuntaskan hasrat mu. Aku tahu istri mu saat ini susah untuk di sentuh karena dia sedang hamil besar"


"Delia, kau sudah keterlaluan. Kata siapa istri ku tidak bisa di sentuh bahkan setiap malam dia selalu membuat ku puas di atas ranjang. Bahkan dia sangat menggoda di banding kan diri mu. Ah...aku jadi merindu kan nya" kata Farel.


"agar kau tahu, Aku tidak tertarik dengan wanita yang sudah pernah di sentuh banyak lelaki." kata Farel lalu bangkit dari duduk nya lalu menghadap ke arah Delia "gadis tapi rasa janda" lalu Farel berjalan menuju pintu.


"Farel, kau sudah keterlaluan, kau sudah menghina diri ku" kata Delia marah.


"aku tidak menghina mu tapi kau sendiri yang datang kekantor ku untuk menghinakan diri mu. Ingat Delia, sampai kapan pun aku tidak tertarik dengan mu. Ku akui kau sudah pernah menyelamat kan diri ku, tapi kau juga mendapat imbalan nya dari keluarga ku. Keluarga ku sudah menanggung pendidikan mu di luar negeri begitu juga pendidikan adik mu. Ku rasa itu sudah impas sekarang. Jadi tidak ada lagi yang bisa kau tagih dari ku dan juga keluarga ku. Sebelum kesabaran ku habis lebih baik kau angkat kaki dari ruangan ku dan ingat jangan pernah lagi kau datang ke kantor ku, sulah kan keluar pintu ada disana" kata Farel menunjuk pintu ruangan nya.


Dengan wajah malu dan hati yang marah akhir nya Delia meninggal kan kantor Farel.


Tepat pukul tujuh malam, Farel tiba dirumah nya untuk menjemput istri nya, sebelum nya Farel sudah mengganti baju nya yang sudah terkontaminasi oleh ulat keket itu. Zeje berdandan sangat cantik, walau pun di mempoles wajah nya dengan make up yang tipis, tapi Zeje terlihat sangat anggun dan mempesona. Farel sampai tidak berkedip ketika melihat istri nya keluar dari kamar.


"mas, aku sudah siap" kata Zeje


Tapi Farel masih tidak bergeming


"mas..mas" kata Zeje melambai kan tangan nya di depan wajah Farel.


"eh..iya sayang"


"kamu kenapa melamun mas, apa penampilan ku sangat berlebihan?"


"tidak sayang, kamu sangat cantik bahkan mas sampai pangling melihat nya"


"beneran mas, tapi aku merasa malu memakai gaun ini, ini sangat mahal mas tidak cocok dengan ku apa lagi perut ku yang sangat besar"


"sayang, apa pun yang kamu pakai biar itu mahal sekali pun, sangat cocok untuk mu. Kamu tidak usah minder gitu ya, nantu cantik nya hilang loh" kata Farel menghibur istrinya.


"ya deh mas, oh ya mas kita mau kemana?"

__ADS_1


"ada deh, nanti kamu juga tahu. Ayo kita berangkat sekarang" kata Farel lalu merangkul pinggang istri nya.


Bersambung


__ADS_2