
Keesokan pagi nya seperti biasa Zeje melakukan aktifitas nya. Bangun subuh, mengerjakan kewajiban nya dan membantu ibu nya du dapur. Setelah selesai menyiapkan serapan pagi, Zeje kembali ke kamar nya untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah.
"Selamat pagi semua nya" kata Pasha.
"Pagi" jawab mereka yang sudah duduk di balik meja makan.
"Sha, hari ini kakak nebeng sama kamu ya?
"Loh motor kakak kemana? Yanya Pasha.
"Motor kakak di rumah Amanda.
"Oke deh. Tapi kakak yang bawa nya.
"Siap..
"Zeje, jadi kamu nanti pulang dengan siapa? tanya ayah nya.
"Tenang yah, nanti Zeje minta di antar pulang sama Sinta yah. Ayah manggut manggut mendengar jawaban anak gadis nya.
Mereka pun menyantap makanan nya, berbeda dengan Randi yang nampak berpikir.
Amanda, Sinta seperti nya nama itu tidak asing. Seperti nya aku pernah dengar, tapi dimana ya? Batin Randi mengingat kejadian yang kemarin.
Aduhh...si babang Randi lupa lagi sama nama mereka. Masih muda udah pikun. Biar autor ingat kan ya..
Selesai makan mereka pun pamitan dengan kedua orang tua nya. Saat mereka keluar rumah sebuah mobil sampai di halaman rumah mereka.
"Assalamu'alaikum" sapa Farel.
"Wa'alaikumsalam, pak Farel kok pagi-pagi udah di sini? Tanya Randi.
"Oh maaf saya mengganggu, saya hanya mau menjemput Zeje.
Zeje yang mendengar ucapan Farel jadi salah tingkah. Mau ikut Farel tapi dia takut kakak nya akan marah. Mau nolak nanti Farel nya sakit hati. "aduh gimana nih, jadi serba salah deh" gumam Zeje.
"Terima kasih pak Farel, tapi maaf saya yang akan mengantar Zeje ke kampus.
"Kakak" kata Zeje dengan wajah yang cemberut.
"Zeje, kamu kakak yang antar, tidak baik selalu merepotkan pak Farel.
"Tapi dia tidak merasa di repotkan kok kak, kakak aja yang sensian" kata Zeje dengan cengiran nya.
"Zeje" kata Randi dengan mata yang melotot hampir mau copot.
"Tidak apa pak Randi kalau Zeje berkenan saya antar, saya tidak keberatan, lagian kita tidak berduan kok di dalam mobil ada asisten saya"kata Farel.
"Tuh...dengar sendiri kan kak. Pak Farel nya aja gak keberatan ngantar Zeje".
"Baik lah, kamu boleh pergi dengan pak Farel, tapi ingat jangan macam-macam"
"Iya kak, aku gak akan macam-macam cukup satu macam aja"
"Zeje...awas kamu ya" kata Randi kesal melihat tingkah adik nya itu.
Farel membuka kan pintu belakang mobil dan masuk lah Zeje begitu juga Farel yang duduk di samping nya.
Melihat interaksi adik dan bos nya, Randi semakin percaya kalau mereka ada sesuatu hubungan yang khusus.
"Aku harus bertanya langsung pada pak Farel, aku tidak mau kalau Zeje sampai terluka karena status sosial nya" batin Randi.
__ADS_1
Randi pun segera memacu mobil nya menuju perusahaan WJS Grop tempat dia bekerja.
Sementara di rumah keluarga besar Wijaksana
"Manda, mana kakak mu? Tanya buk Sofi.
"Ya, tumben kakak mu belum turun juga" kata papa Manda.
"Kakak lagi menjemput kekasih nya ma, pa.
"Kekasih? Jawab mama yang terkejut.
"Sejak kapan kakak mu punya pacar, setau papa kakak mu gak pernah bawa pacar nya dan cerita sama kita.
"sudah lama lah pa, Manda gak tau pasti nya kapan mereka pacaran.
"Siapa pacar kakak mu itu? Tanya mama.
"Tanya sendiri aja ma sama kakak.
"Hem..apa pacar nya baik, sopan?. Padahal mama mau comblangi kakak kamu sama Zeje..eh..tau nya dia sudah punya pacar.
"Apa, mama mau comblangi kakak dengan kak Zeje? Mama serius?
"Ya ia lah, Zeje itu wanita sederhana baik pula. Tapi kakak kamu udah sempat punya gebetan.
"Udah la ma gak perlu di comblangi lagi.
"Emang kenapa? Tanya papa nya Manda.
"pacar kakak itu ya kak Zeje.
"Pelan-pelan ma kata Manda memberikan air minum.
"Manda kamu serius dengan ucapan mu itu?
"Ya pah, mereka itu udah pacaran.
"Pantesan aja kemarin sore Farel ngantar Zeje pulang padahal kan anak itu bawa motor.
"Mama gak marah mereka pacaran?
"Gak lah, mama sama papa akan mendukung hubungan mereka.
"Syukurlah, Manda berangkat dulu ya ma,pa.
"Hati-hati ya sayang..
Sedangkan di dalam mobil Farel tersenyum melihat kekasih hati nya itu duduk di samping nya.
"Mas, kenapa senyum sendiri udah seperti orang yang gak waras aja.kata Zeje.
Bukan nya marah malah Farel senang mendengar ocehan Zeje.
"Mas memang sudah gak waras kerna mikirin kamu terus" kata Farel menggombal.
"Mas, apa orang tua nya mas gak marah dengan hubungan kita ini. Aku jadi ragu mas untuk melanjutkan hubungan kita.
Mendengar ucapan Zeje, Farel menggeser duduk nya menghadap pada Zeje.
"Sayang, kamu gak usah takut mas yakin orang tua mas pasti setuju. Bahkan dulu mereka sempat mengatakan kalau mereka akan setuju kamu jadi mantu mereka, kerna kamu pintar masak. Kata mama, kamu itu calon mantu idaman.
__ADS_1
"Mas gak bohongkan, bisa aja kan mas cuma mau menghibur aku.
"Tidak sayang, mas gak bohong. Mas tidak mau memulai suatu hubungan itu dengan berbobong karena kedepan nya akan ada satu kebohongan lagi untuk menutupi kebohongan yang lain".
"Terima kasih ya mas karena sudah mau nerima segala kekurangan aku.
"Seharus nya mas yang harus berterima kasih karena kamu sudah mau menjadi pacar mas apa lagi jadi istri mas" kata Farel yang mengecup tangan Zeje.
" Nona, kita sudah sampai" kata Andri asisten nya Farel.
"Mas, aku turun dulu ya"
"Ya sayang, belajar yang rajin ya jangan mikirin mas terus".
"Idih..pede amat ngomong nya.
Zeje pun membuka mobil mau turun.
"Tunggu dulu sayang" kata Farel.
"Ada apa mas?
Cuup
Farel mencium kening Zeje membuat Zeje terkesiap.
"Mas, malu ada tu..kata Zeje menunjuk Andri dengan mulut nya.
"Dia gak lihat sayang, Andri itu buta dan tuli kalau di dalam mobil apa lagi ada kamu.
"Iya kan Dri? Kata Farel memanggil asisten nya tapi asisten tersebut hanya diam. Andri sudah mengerti dengan perkataan bos nya itu.
"Ya udah deh mas, aku masuk dulu ya aku udah di tunggu sama Sinta dan Rani tuh.
Farel kembali duduk di kursi nya dengan santai seperti tidak ada masalah.
Berbeda dengan Andri yang memasang wajah kesal nya.
"Andri jalan" kata Farel
Tapi Andri tidak menghiraukan ucapan bos nya.
"Andri ayo cepat jalan nanti kita terlambat"
Melihat sang asisten tetap diam, Farel menendang kursi Andri.
"Andri ayo jalan, kamu gak dengar saya ngomong dari tadi?"
"Maaf bos, bukan nya bos yang bilang kalau saya tuli dan bisu? Kata Andri protes.
"Ya ampun Andri, kamu macam persmpuan aja sensitif amat. Ya, saya minta maaf dengan ucapan saya tadi" kata Farel
"Gitu dong, bos yang bucin saya yang di sumpahi tuli dan bisu ". Gerutu Andri.
"Ya udah ayo jalan". Andri pun melajukan mobil mya menuju kantor.
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen serta berikan vote dan hadiah, terimakasih.
Salam mom kayla❤
__ADS_1