Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 50


__ADS_3

Sayang menjauh lah dari Tkp, pulang lah bersama teman-teman mu. Mas dan Manda baik-baik saja".


Mendapat pesan dari nomor yang dia kenal Zeje langsung menoleh ke sembarang arah mencari keberadaan pengirim pesan itu. Dari kejauhan Zeje dapat melihat seseorang yang dia kenal yang berada dalam hutan sedang bersembunyi.


"Sayang pulang lah sekarang juga, keadaan saat ini tidak baik-baik saja ada seseorang yang sengaja ingin membunuh mas.


Zeje terkejut dengan pesan yang dia dapat kan. " sengaja ingin membunuh mereka" gumam Zeje yang di dengar teman nya.


"Ze, maksud lo membunuh mereka itu apa? Tanya Sinta.


"Lebih baik kita pulang sekarang, nanti gue jelaskan dimobil" kata Zeje melangkah menuju mobil dan melihat kembali kedalam hutan, tapi seseorang itu sudah tidak ada.


"Ze sebenarnya siapa yang lo maksud membunuh mereka itu? Tanya Rani kepo


"Tadi gue mendapat pesan dari Farel dan gue juga melihat nya dari kejauhan mereka berada dalam hutan.


"Apa? Kata Sinta mendadak merem mobilnya. Mereka masih hidup? Mereka gak apa-apakan Ze?


"Mereka baik-baik saja, Farel menyuruh kita menjauh dari tkp karena sekarang keadaan tidak baik baik saja"


"Maksud lo gimana?


"Ya Ran, ada yang mencoba ingin membunuh Farel, maka nya sementara waktu mereka bersembunyi dalam hutan.


"Kita harus memberi tahukan ini semua kepada orangtua nya Farel" kata Rani.


"Ya Ran, lo benar sekarang kita ke rumah mereka " ujar Sinta.


Mereka melajukan mobil nya menuju kediaman Wijaksana, didepan gerbang terlihat banyak wartawan yang berkumpul. Sehingga mobil Sinta susah untuk masuk untung ada pak satpam yang bisa mengaman kan para wartawan itu.


"Ayo non, cepat masuk kan mobil nya" kata pak satpam.


"Terima kasih pak"


Mereka pun selamat dari kerumunan wartawan yang ingin mencari informasi tentang pewaris yang kecelakaan itu. Zeje dan teman nya masuk kedalam rumah, mereka melihat orangtua Farel sedang duduk di ruang tengah dengan beberapa polisi dan juga Andri asisten Farel. Setelah polisi itu pergi Zeje mendekati xalon ibu mertua nya.


"Zeje,, Farel dan Manda Ze, hiks hiks hiks" kata bu Sofi menangis.


"Buk, ibu tenang dulu ya saya yakin mereka baik-baik saja" kata Zeje memeluk bu Sofi.


"Tapi Ze, mereka belum juga ditemukan.


"Buk, sebenarnya saya mau mengatakan hal yang penting"


"Hal penting apa Ze? Kata buk Sofi menangis sesinggukan.


"Sebenarnya mas Farel dan Amanda tidak kecelakaan mereka baik-baik saja.


"Maksud anda nona? Tanya Andri


"Mas Farel mengirim pesan kalau mereka sedang bersembunyi karena ada yang ingin membunuh mereka.


"Apa..? Kaget semua orang.

__ADS_1


"Apa yang nona katakan itu benar?


"Ya, ini pesan yang dikirim mas Farel saat kami berada di Tkp, mas Farel menyuruh kami menjauh dari lokasi kejadian. Kata Zeje memberikan ponselnya pada Andri.


"Nyonya, tuan besar, ini benar nomor tuan bos tapi....ucapan Andri terputus karena ponsel nya berdering.


"Hallo bos, anda dimana? Kata Andri senang karena bos nya baik-baik saja.


Semua mata melihat Andri


"Ya bos, saya mengerti, saya akan menangkap pelaku nya. Bos tunggu saja di sana, saya akan menjemput kalian. Kata Andri mematikan ponselnya. Dan sebuah pesan vidio pun masuk ke ponsel Andri. Mereka yang berkumpul melihat vidio kecelakaan itu melalui sambungan televisi.


"Brengsek, kau akan membusuk di penjara Baskoro" geram tuan Ardi Wijaksana.


"Andri sekarang buat laporan kepolisi kita sudah memiliki bukti atas rencana pembunuhan. Kata tuan Ardi marah.


"Permisi tuan" kata satpam.


"Ada apa pak Anton" tanya tuan Ardi.


"Saya ingin memberikan salinan rekaman cctv atas perintah tuan muda. Kata pak satpam memberika sebhah plasdisk kepada Andri.


Dengan segera Andri memutar salinan cctv itu, mereka kaget ternyata selama ini Baskoro sudah mengintai mereka dari dekat.


"Andri, saya rasa semua bukti sudah cukup lebih baik kita menangkap pelakunya.


"Tuan tenang saja, saya rasa Baskoro saat ini belum tahu kalau tuan muda selamat jadi biar kan dia dulu berseng-senang dengan keberhasilan nya.


"Tapi pah, kenapa Farel bersembunyi kenapa tidak langsung pulang saja dan melaporkan si Baskoro koro itu? Ujar mama Sofi.


"Munkin ini tak tik tuan muda nyonya untuk mengelabui musuh sehingga musuh menganggap mereka telah tiada. Nyonya tenang saja saya akan mengurus semuanya" kata Andri. Saya permisi dulu nyonya.


"Baik lah Andri, kamu harus hati-hati saya rasa Baskoro pasti melihat berita kalau mayat mereka belum ditemukan".


"Tuan tenang saja saya akan menemui polisi yang menangani kasus ini. Kata Andri dan pergi keluar meninggalkan mereka di ruangan itu.


Andri menelepon seseorang yang bisa dia percaya di kepolisian yang menangani kasus kecelakaan tersebut.


"Halo pak tolong kabar kan kemedia kalau korban kecelakaan tidak dapat di identifikasi karena mobil nya sudah hangus terbakar.


Baik pak ,terimakasih atas kerjasama nya.


Seluruh awak media menyiarkan di televisi kalau kecelakaan di jurang yang merenggut nyawa pewaris WJS Group sudah hangus terbakar.


Sementara di sebuah rumah yang jauh dari keramaian seorang pria tua tertawa senang melihat berita di televisi.


"hahahaha....akhirnya kau mati juga Farel Wijaya. Sekali memancing dua ikan tertangkap adik dan kakak..hahaha.." kata Baskoro tertawa gembira ria dengan keberhasilan nya.


* * * * * * * *


Hari sudah mulai sore Farel dan Manda masih berada di dalam hutan menunggu keadaa sunyi baru mereka keluar.


"Kak,kita kapan pulang nya sih ini sudah mau gelap Manda takut di hutan ini"

__ADS_1


"Sebentar lagi kita pulang tunggu Andri datang menjemput kita".


"Tapi jam berapa kak mana banyak nyamuk lagi. Apa kakak gak takut di hutan ini?.


"Gak ,karena kan ada kamu kalau ada hantu yang datang kakak kasi aja kamu sama hantu itu" kata Farel menakuti Manda.


"Kakak....iih jahat banget sih masa adik nya sendiri di serahin sama demit, ih seram deh jadi nya" kata Manda bergidik ngeri.


Kak, lihat seperti nya ada yang datang. Kata Manda menunjuk ke berkas cahaya yang datang menuju mereka.


Semakin lama cahaya itu semakin dekat.


"Kak, itu siapa jangan-jangan demit lagi yang mau makan kita kak" kata Manda yang berdiri disamping Farel.


"Itu bukan demit Manda, itu si Andri"


"benaran kak. Kata Manda menajam kan penglihatan nya.


"Bos, anda baik-baik saja kan" kata Andri begitu sampai di depan Farel.


"Kami baik baik saja, bagaimana keadaan di luar apakah sudah aman dan terkendali?


"Sudah bos, saya sudah menyerahkan bukti kejahatan Baskoro. Sekarang polisi lagi mencari dia karena dia sudah pergi meninggalkan kediaman nya.


"hah, ternyata dia takut juga di tangkap polisi"


"Mari bos, nona Amanda kita ke mobil" kata Andri.


Mereka pun semua keluar dari dalam hutan yang gelap menuju mobil yang di parkir Andri di sisi jalan di bawah pohon besar sehingga tidak ada yang dapat melihat mereka. Satu jam kemudian mereka sampai di kediaman Wijaksana sebelum nya Andri sudah memastikan kalau keadaan di depan rumah mereka sudah aman dari wartawan. Jadi mereka bisa masuk dengan mudah.


"Sayang...kalian baik-baik saja kan? Mama sangat mencemaskan kalian.


"Kita baik kok ma, tapi Manda tuh yang gak baik" kata Farel


"Sayang kamu kenapa merah begini tangan dan kaki kamu?


"Gimana gak merah semua ma, Manda tadi lagi donor darah di hutan.


"Donor darah? Kata mama dan papa bingung.


"Ya ma, donor darah sama nyamuk, baik banget kan anak mama" kata Farel menggoda adik nya.


"Iihh kakak, udah ah Manda mandi dulu ya sudah gerah badan aku juga pada gatal lagi.


"Ya sayang kamu mandi yang bersih biar gak gatalan nanti mama kasi obat biar bintik merah nya hilang.


Farel dan keluarga nya mengobrol di ruangan keluarga saat mereka berbincang datang lah Sinta dan Zeje yang keluar dari kamar tamu sementara Rani sudah pulang kerumah nya.


Bersambung..


Jangan lupa tinggalkan jejak


Mom Kayla❤

__ADS_1


__ADS_2