
Mobil yang dikendarai Farel terus melaju di jalanan dengan kecepatan maksimal. Sementara mobil Baskoro berada di belakang mengikuti mereka. Baskoro berniat menabrak mobil Farel dan Amanda.
"hahaha...Kau tidak akan bisa menghindar dari ku Farel sialan" kata Baskoro dengan seringaian iblis nya.
Baskoro terus mengejar mobil Farel saat itu jalanan lumayan ramai jadi mereka tidak bisa melajukan kecepatan mobil nya. Farel membelokkan mobil nya ke jalanan sepi yang jarang di lalui pengendara karena jalan itu hanya jalur alternatif yang di bawah nya terdapat jurang setinggi sepuluh meter.
"Kak, kenapa kita lewat jalan ini? Disini ada jurang yang sangat dalam kak".
"Tidak ada pilihan Manda, Baskoro berniat menabrak kita kakak tidak munkin membahayakan nyawa orang lain.
"Tapi kak aku takut kalau kita jatuh ke jurang ini gimana? Mendingan aku adu otot sama laki-laki dari pada masuk jurang.
"Kamu tenang saja, kakak gak akan biarkan kamu dalam bahaya.
"Ingat kak, kakak itu bentar lagi mau nikah, kalau kakak dalam bahaya gimana, apa kakak ikhlas kak Zeje sama pria lain?.
"Ya gak lah,gak ada yang boleh mengambil milik ku termasuk Zeje. Mobil Farel berhenti di tepi jurang.
"kak kok kita berhenti disini kak?
Tiba-tiba mobil Baskoro datang dari belakang dengan kecepatan tinggi dan menabrak mobil Farel sampai dua kali sehingga mobil yang di kendarai Farel jatuh kejurang yang dalam.
Melihat mobil Farel yang masuk jurang, Baskoro kemudian keluar dari dalam mobil nya dan melihat mobil Farel di dasar jurang.
"Hahaha...mampus kau Farel Wijaksana, kau dan adik mu memang pantas berada di tempat yang seharus nya yaitu alam baka..hahahaa"
Baskoro tertawa senang karena musuh nya sudah habis ditangan nya.
"Dengan begini aku bisa kembali mendirikan perusahaan ku tanpa ada saingan ku, lebih baik aku pergi sebelum ada yang melihat ku" gumam Baskoro melihat kanan dan kiri, kemudian dia melajukan mobil nya meninggalkan tempat kejadian.
Setelah kepergian Baskoro ada pengendara sepeda motor yang melintas dan melihat jika ada sesuatu yang berasap di dasar jurang, pengendara itu berhenti dan melihat dia sangat terkejut melihat sebuah mobil berada di dasar jurang, kemudian pengendara sepeda motor itu menelepon pihak kepolisian. Setelah setengah jam polisi datang dengan membawa alat berat untuk mengangkat mobil Farel.
"Sin, Ran, kok perasaan gue gak enak ya" kata Zeje yang duduk di kantin bersama teman nya.
"Ah itu mah hanya grogi saja bentar lagi lo kan mau bertunangan dengan Farel.
"Gak Sin, gue merasa ada sesuatu yang akan terjadi tapi gue gak tahu itu apa"
"Sudah la Ze, gak usah dipikirin, lo santai saja kita akan bantu lo menyiapkan semuanya saat hari bahagia lo tiba yak Ran? Kata Sinta.
"Ya dong itu sudah pasti, lo tenang saja Ze"
Zeje terdiam dan berfikir, ada apa dengan perasaan ku kok aku merasakan hal yang buruk akan terjadi. Dan kenapa Farel tidak menghubungi ku pagi ini, apa dia sangat sibuk? Batin Zeje yang sangat cemas terlihat dari raut wajah nya.
Dreeettt dreettt...
"Ze, angkat tuh ponsel lo bunyi" kata Rani.
"Buk Sofi, gumam Zeje yang dapat di dengar Sinta dan Rani.
"Angkat saja Ze, siapa tahu penting" kata Sinta.
__ADS_1
Zeje menganggukan kepala nya.
"Assalamu'alaikum buk"
"Wa'alaikumsalam Ze, kamu sekarang ada dimana?
"Saya lagi di kampus buk, ada apa ya buk?
"Begini Ze, hari ini kamu gak usah datang kerumah saya ya untuk hari ini kamu saya libur kan dulu.
"Libur, tapi kenapa buk?
"Gak ada apa apa soal nya kita semua mau pergi. Apa Farel belum memberi tahu mu?
"Belum buk, mas Farel belum ada nelpon saya, emang ada apa buk apakah ada sesuatu yang penting?
"oh tidak, saya hanya menanya saja, soal nya dari tadi ponsel Farel tidak aktif begitu juga Amanda. Tadi pagi mereka berangkat bersama. Dan saya sudah bertanya pada Andri kata nya Farel belum sampai di kantor. Ya sudah, saya turup dulu ya. Kata buk Sofi mengakhiri panggilan nya.
Wajah Zeje seketika berubah menjadi cemas. Semua itu tak luput dari penglihatan teman-teman nya.
" Ada apa Ze, apa yang di katakan tante Sofi? Tanya Sinta.
"Aku khawatir dengan Farel dan Amanda, kata buk Sofi mereka pergi bersama tadi pagi tapi sampai sekarang Farel tidak ada di kantor dan ponsel mereka tidak aktif.
"Tunggu aku telpon dulu teman aku yang mengajar di sekolah nya Manda kata Rani kemudian dan menelpon seseorang.
"Bagaiman Ran, apa Amanda masuk sekolah hari ini? Tanya Zeje.
"Tidak Ze, kata teman aku Manda tidak masuk hari ini.
Berita kecelakaan mobil yang di kendarai Farel menjadi topik trending di media sosial hanya dalam hitungan menit "PEWARIS WJS GRUP KECELAKAAN DAN MOBIL NYA MASUK JURANG".
"Astaga, kata Rani yang melihat berita di media sosial nya"
"Ada apa sih Ran? Kok lo kaget gitu, kata Sinta.
"Lihat, ini berita kecelakaan mobil nya Farel.
Zeje dan Sinta terkejut membaca berita itu.
"ini tidak munkin, pasti berita ini hoak kata Zeje yang sudah meneteskan air mata nya".
"Lo sabar dulu ya Ze, kita tanya kan dulu dengan tante Sofi atau kakak lo.
Zeje kemudian menelpon kakak nya
"Halo kak, apa berita tentang kecelakaan itu benar?
"Halo Ze, ya Ze, tapi polisi belum bisa memastikan apakah korban selamat atau tidak" kata Randi
"Maksud kakak gimana"
__ADS_1
"Polisi belum menemukan mayat pengendara mobil itu merwka hanya menemukan tas Amanda di dalam mobil dan identitas Farel, sekarang tim sar sedang mencari mereka di dasar jurang itu.
"Jadi ada kemunkinan besar mereka selamat kak?
"Kakak harap begitu, kita berdoa saja semoga mereka selamat.
"Gimana Ze apa kata kakak lo" tanya Rani.
"Polisi belum menemukan mayat mereka, polisi hanya menemukan tas Manda dan identitas nya Farel di mobil.
"Jadi kemunkinan mereka masih hidup" kata Sinta.
"Ya semoga saja begitu, polisi masih menyusuri jurang mencari keberadaan mereka.
"Kalau mayat mereka belum ditemukan kemunkinan mereka masih hidup tapi mereka ada dimana? Kata Rani yang berfikir.
"Gimana kalau kita ke lokasi kejadian saja itu tidak jauh dari kampus kita" usul Sinta
"Ya gue setuju, gak apa kalau kita bolos hari ini, kata Rani"
"Baik lah, ayo kita berangkat sekarang" jawab Zeje.
Mereka menuju lokasi terjadinya kecelakaan tersebut. Zeje sudah sangat cemas memikirkan Farel dan Amanda dari tadi Zeje terus saja menangis tanpa suara.
"Sudah dong Ze nangis nya, sekarang kita berdoa saja agar mereka selamat" kata Rani yang tak tega melihat Zeje yang matanya sudah bengkak karena tak berhenti menangis.
"Gue takut kalau terjadi sesuatu pada mereka baru aja gue merasakan bahagia sekarang gue harus kehilangan Farel. Kata Zeje yang mengusap air mata nya.
"Lo yang sabar merwka pasti baik baik saja Ze, gue yakin kata Sinta.
Mereka pun sampai di lokasi kejadian. Mereka turun dari mobil dan mendekat ke garis polisi yang sudah terpasang.
"Maaf dek, dilarang mendekati Tkp kata polisi.
"Tapi pak kita mau lihat langsung yang kecelakaan itu kakak saya pak" kata Sinta
"Saya tahu, tapi tidak ada yang boleh mendekat ini sudah aturan nya, jawab pak polisi.
"Pak, apa kah korban sudah di temukan? Tanya Zeje pada polisi itu.
"Belum, petugas sedang melakukan pencarian korban, kemunkinan korban masih selamat karena tidak ditemukan mayat dalam mobil mereka.
"Pak, apa penyebab mereka kecelakaan? tanya Rani.
"Pihak berwajib masih menyelidiki nya, tapi menurut pengamatan kami seperti nya korban di tabrak dari belakang dan jatuh ke jurang.
"Astahgfirullah...kata Zeje menutup mulut nya. Siapa yang sudah melakukan ini?
Mereka pun menjauh dari tempat kejadian. Tiba-tiba ponsel Zeje berbunyi sebuah pesan masuk.
"Sayang menjauh lah dari Tkp, pulang lah bersama teman-teman mu. Mas dan Manda baik-baik saja".
__ADS_1
Mendapat pesan dari nomor yang dia kenal Zeje langsung menoleh ke sembarang arah mencari keberadaan pengirim pesan itu. Dari kejauhan Zeje dapat melihat seseorang yang dia kenal yang berada dalam hutan sedang bersembunyi.
bersambung...